Ini Sebabnya Mengapa Hewan Kurban Yang Sakit Dilarang Di Sembelih

Ruangdiary.com - Melaksanakan kurban saat hari raya idul adha merupakan momentum spesial bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia.

Tentunya hari spesial ini perlu diisi dengan sesuatu yang baik dan memberikan yang terbaik. Termasuk niat untuk berkurban dan memilih hewan kurban yang terbaik.

Melaksanakan kurban juga harus dengan niat yang baik dan ikhlas lillahi ta'ala tidak semata-mata ingin di puji orang lain supaya niat baik berkurbannya dapat diterima oleh Allah.

✓ Tips cara memilih hewan kurban yang baik dan bagus bisa kamu cek disini yaa: 5 Cara Memilih Hewan Kurban Yang Baik Dan Bagus

Salah satu syarat berkurban adalah hewan kurban harus dalam keadaan sehat.

Status sehat ini tentu sangat penting untuk hewan kurban tersebut, karena nantinya dagingnya akan dibagikan dan dikonsumsi oleh orang banyak. Sehingga daging dari hewan kurban tersebut harus benar-benar sesuai dengan prinsip ASUH yaitu Aman, Sehat, Utuh dan Halal.

Yuk kita bahas makna ASUH diatas, baca sampai selesai yaa.


A. Aman
Daging hewan kurban yang aman maksudnya adalah terhindar dari cemaran bahan-bahan kimia, fisik, ataupun biologis.

Misal, daging kurban harus terbebas dari zat kimia berbahaya, obat-obatan, benda-benda berbahaya (pecahan kaca,batu,kerikil dll), cemaran biologis seperti bakteri penyebab keracunan.

B. Sehat
Daging harus berasal dari hewan kurban yang sehat, artinya tidak membahayakan dan menyebabkan kerugian secara ekonomi maupun kesehatan bagi si  penerima daging hewan qurban.

C. Utuh
Daging yang akan diberikan ke si penerima tidak boleh ditambahkan atau dicampur apapun pada daging tersebut.

D.Halal
Proses penyembelihan harus sesuai dengan syariat islam sehingga daging yang akan dikonsumsi sah dan halal.

Untuk mencapai kriteria ASUH diatas perlu dipastikan hewan kurban yang akan disembelih harus dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sakit.

Kenapa?

Hewan kurban yang memperlihatkan gejala sakit perlu di waspadai, dikhawatirkan hewan kurban tersebut memiliki penyakit yang bisa menular ke manusia (zoonosis). Sehingga orang yang mengkonsumsi daging tersebut akan terinfeksi.

Berikut dibawah ini adalah penyakit yang bisa menular ke manusia yang berasal dari hewan kurban sakit :

1. Anthrax

Anthrax adalah penyakit zoonotik bakterial (dapat menular ke manusia dan diakibatkan oleh adanya bakteri).

Bakteri yang menyebabkan penyakit ini adalah Bacillus anthracis.

Anthrax bisa terjadi menular dengan cepat pada hewan ruminansia (seperti sapi, kambing, domba, dan kerbau).

Hewan yang  sudah terinfeksi oleh bakteri ini akan mengalami kondisi lemah, tidak nafsu makan, demam, dan adanya tanda darah yang keluar melalui hidung, telinga, dan kelaminnya.  

Yang sering terjadi pada hewan yang sudah terinfeksi bakteri ini efeknya lama kelamaan akan lemas dan akhirnya mati.

Umumnya, karena takut rugi sudah membeli hewan untuk kurban, hewan langsung dipotong padahal kondisinya sedang sakit dan terinfeksi.

Bahayanya:
Apabila hewan tersebut dipaksa di potong/disembelih maka yang akan terjadi adalah kontaminasi bakteri dilingkungan sekitar dan mudah menulari manusia dan hewan lainnya.

Penularan bisa terjadi dengan cepat jika manusia memiliki luka terbuka dan terkena darah maupun cairan dari hewan yang terinfeksi, akhirnya bakteri akan masuk kedalam tubuh.

Selain menular melalui luka yang terbuka, bisa juga menular setelah mengkonsumsi daging dari hewan yang terinfeksi.

Jika penularan terjadi maka orang tersebut akan merasakan gejala demam tinggi, pegal-pegal, tidak nafsu makan, terdapat bisul hitam.

2. ORF

Penyakit ORF juga merupakan salah satu penyakit yang sifatnya bisa menular ke manusia, penyebab utamanya dikarenakan infeksi virus.

Penyakit ORF bisa kita lihat di sekitar kulit mulut pada hewan yang mengalami lepuh.


Penyakit orf bisa menular antara kambing dan domba. Umumnya, Penyakit ini bisa terjadi pada kambing dan domba karena daya tahan tubuh menurun akibat transportasi/perjalanan lama.

ORF pada kambing dan domba bisa menular ke manusia. Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh kurang baik bisa tertular oleh virus ini.

Jika seseorang telah terinfeksi oleh virus ini maka akan terlihat adanya luka lepuh dikulit.

Sebaiknya proses pemotongan hewan ataupun daging pada hari raya idul adha perlu memastikan bahwa hewan kurban dalam keadaan sehat.

Nah itulah pembahasan mengenai mengapa hewan kurban yang sakit tidak boleh di potong/disembelih.

Buka Komentar
Tutup Komentar

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2