Bolehkah Kucing Makan Nasi? Dan Apa Dampak Buruknya?

Ruangdiary.com - Mungkin kita pernah melihat disekeliling rumah, diwarung makan atau dijalanan terdapat kucing sedang makan nasi.

Atau mungkin kita sendiri juga pernah memberikan kucing makan berupa nasi yang dicampur dengan ikan.

kucing memang hewan yang gampang banget makan, apalagi saat kucing merasa lapar pasti apapun bisa di lahap olehnya.

Kalau makanan berupa ikan saja memang wajar di makan oleh kucing, tetapi sebenarnya apakah boleh kucing makan nasi?

Mungkin bagi seseorang yang sudah terbiasa memberikan nasi untuk kucing akan mengatakan boleh-boleh saja selagi kucing tersebut doyan atau suka dengan nasi. Tetapi yang sebenarnya hal tersebut menjadi keputusan yang kurang tepat jika kita memberikan kucing makan nasi.

Kucing mau makan nasi kemungkinan besar karena nasi tersebut berbau amis karena tercampur oleh ikan, telur atau makanan yang berbau amis lainnya. Sehinga kucing tidak bisa membedakan mana makanan utamanya dan mana yang bukan.

Kalau kucing diberikan nasi tanpa campuran apapun, saya yakin sebagian besar kucing tidak mau melahapnya.

Akan tetapi tidak semua owner atau pemilik kucing memiliki cukup biaya untuk membeli kebutuhan kucing, misal seperti wetfood atau dryfood setiap harinya. sehingga banyak orang yang memberikannya makanan berupa nasi dicampur ikan atau daging.

Pada umumnya, kucing kampung lebih kuat bertahan hidup meski diberikan Nasi dan campuran seperti ikan dibandingkan dengan kucing ras. Tetapi tidak menutup kemungkinan, kucing kampung juga bisa lebih rentan sakit dan mati jika sudah terserang oleh diare akibat salah makan.

Dibandingkan dengan kucing kampung pada umumnya, kucing ras seperti persia, anggora, peaknose, dan sejenisnya lebih mudah terserang penyakit diare/pencernaan bermasalah akibat makanan yang tidak sesuai.

Apa saja dampak memberikan nasi kepada kucing?


1. Kucing Adalah Hewan Karnivora Atau Pemakan Daging

Kucing termasuk kedalam hewan karnivora yang merupakan hewan pemakan daging.

Jadi, kucing bukan termasuk hewan omnivora yang pemakan segala.

Berbeda dengan anjing, Kalau pencernaan kucing di desain khusus sebagai organ pencernaan pemakan daging (karnivora obligat). Sedangkan anjing merupakan hewan omnivora atau pemakan segala.

Jika anjing memerlukan nutrisi lainnya, misalnya seperti sumber karbohidrat dan zat lainnya. Akan tetapi kucing memiliki keunikan tersendiri dibandingkan anjing.

Pencernaan yang terdapat pada kucing memerlukan beberapa protein dan asam amino, dimana zat-zat tersebut hanya didapatkan dari bahan makanan seperti ikan, ayam, ataupun daging.


2. Memberikan Nasi Memiliki Kandungan Gizi Yang Kurang Untuk Kucing

Kucing yang diberikan makanan berupa nasi dicampur dengan ikan (porsi nasi 2x lebih banyak dibandingkan porsi ikan) maka kucing tersebut akan kekurangan berbagai nutrisi, misal seperti zinc, Vitamin E, lemak, dan vitamin B12.

Mineral dan vitamin sangat dibutuhkan dan cukup penting bagi metabolisme tubuh kucing. Apabila kucing kekurangan zat-zat tersebut, maka dapat menyebabkan tubuh kucing terganggu.

Agar metabolisme kucing bekerja dengan baik, maka sebaiknya memberikan makanan kepada kucing dengan makanan yang memang di khususkan untuk kucing. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah atau gangguan metabolisme pada tubuh kucing.


3. Kucing Merupakan Hewan Yang Membutuhkan Nutrisi Yang Berbeda Dengan Hewan Omnivora

Kucing membutuhkan nutrien yang hanya bisa didapatkan pada bahan makanan yang berasal dari sumber protein hewani, Misal seperti asam linoleat, asam amino, vitamin A, asam arakidonat, vitamin B, taurine, dan arginine.

Itu artinya kucing berbeda dengan hewan omnivora dan herbivora yang dapat mensitesa vitamin yang berasal dari bahan makanan apapun termasuk pada tanaman, sedangkan kucing tidak bisa melakukan sintesa vitamin. Sehingga kebutuhan vitamin untuk kucing perlu dipenuhi dari luar.


4. Kucing Yang Mengkonsumsi Nasi Lebih Sering Diare Dan Mengalami Gangguan Kesehatan

Di dalam tubuh kucing memiliki enzim amilase yang sangat sedikit.

Enzim amilase pada kucing berfungsi untuk merubah karbohidrat menjadi bentuk yang lebih sederhana. Yaitu mengubah nasi dalam bentuk karbohidrat menjadi glukosa.

Akan tetapi, tidak semua karbohidrat yang ada bisa diubah menjadi glukosa, karena kucing memiliki keterbatasan enzim amilase.

Jika saluran pencernaan kucing memiliki kelebihan karbohidrat maka akan menyebabkan peningkatan fermentasi mikroba yang dapat mengakibatkan keseimbangan mikroba tersebut menjadi terganggu, Pada akhirnya kucing akan mengalami diare atau mencret.


5. Feses Kucing Menjadi Lebih Berbau

Karena banyaknya kandungan karbohidrat yang masuk kedalam pencernaan kucing dan tidak tercerna dengan baik, maka feses kucing juga akan lebih berbau karena kelebihan asam.

Selain karena tidak tercerna dengan baik, tubuh kucing juga akan meningkatkan fermentasi bakteri pada saluran pencernaannya sehingga menyebabkan kucing kembung.


6. Nasi Adalah Karbohidrat, Dan Kucing Tidak Membutuhkannya

Nasi merupakan karbohidrat, Jika dikonsumsi akan menghasilkan energi.

Berbeda dengan kucing, untuk mendapatkan sumber energi, kucing tidak membutuhkan karbohidrat sebagai energinya, akan tetapi energi yang dibutuhkan oleh kucing berasal dari sintesa protein.

Oleh sebab itu, kucing tidak membutuhkan nasi untuk energinya. Kucing hanya membutuhkan energi yang berasal dari protein hewani agar dapat bertahan hidup.

Memberikan makan kepada kucing berupa nasi dan campuran makanan lainnya sudah menjadi hal yang biasa kita lihat dilingkungan sekitar.

Namun ternyata, memberikan makanan kepada kucing berupa nasi tidak dianjurkan. Karena karbohidrat yang terkandung dalam nasi tidak diperlukan oleh kucing.

Buka Komentar
Tutup Komentar

Posting Komentar

Iklan Tengah Artikel 2