√ Bolehkah Istri Meminta Cerai Kepada Suaminya? Ternyata ...

Ruang Diary - Perceraian merupakan peristiwa yang tidak diinginkan oleh setiap pasangan. Akan tetapi, karena berbagai alasan, keputusan bercerai terpaksa dilaksanakan.

Meski cerai itu halal, namun perceraian merupakan pilihan yang dibenci oleh Allah SWT.



Dalam Islam, yang berhak menjatuhkan talak cerai adalah suami. Sedangkan bagi istri, tidak boleh meminta cerai kepada sang suami tanpa adanya alasan yang kuat. 

Namun faktanya, hingga sekarang ini banyak seorang istri yang justru meminta agar sang suami menalaknya.

Padahal, ancamannya sangat besar jika seorang istri mendesak kepada suami untuk menceraikannya. 

Rasulullah SAW pernah mengatakan, haram bagi seorang wanita mencium bau surga jika ia meminta cerai kepada suaminya.
Ibnu Umar RA. Mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesuatu yang halal yang dibenci Allah adalah talak.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)
Talak atau perceraian dalam hukum islam diperbolehkan dengan pertimbangan yang kuat apabila diantara suami istri sudah tidak ada lagi kecocokan untuk mempertahankan perkawinannya karena berbagai alasan.

Selain itu, cerai juga bisa dipandang dapat membawa kebaikan kepada keduanya jika tidak ada harapan untuk diperbaiki, daripada terus menerus saling menyakiti atau merasa tertekan.

Namun, yang berhak menjatuhkan talak adalah suami. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW:
Dari ibnu Abbas menceritakan, ada seorang laki-laki datang menghadap Nabi Muhammad SAW,

”Ya Rasulullah, tuan saya telah menikahkan saya dengan seorang wanita. Lalu tuan saya ingin menceraikan saya dengan wanita itu.” 

Sesaat kemudian, Nabi Muhammad SAW naik ke mimbar dan besabda, 

“Hai manusia, bagaimana kalian ini? Menikahkan budak laki-laki dengan budak wanita kemudian akan menceraikannya.

"Talak itu adalah milik orang yang memegang kendali (suami)” (HR Ibnu Majah)
Sementara itu, seorang istri tidak berhak meminta suaminya menceraikanya. Bahkan, menurut Nabi, ada sanksi yang sangat besar jika seorang istri tetap mendesak suami untuk berpisah.
Dari Tsaubah ra. Mengatakan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apabila seorang wanita meminta agar suaminya menceraikannya tanpa alasan, maka diharamkannya bau surga”
Namun, permintaan cerai dari pihak istri kepada suaminya dapat dibenarkan jika mempunyai alasan yang kuat.

Beberapa alasan tersebut adalah, karena seorang suami tidak mau menjalankan perintah agama, sudah sekian lama tidak memberikan sandang pangan, suami tidak mampu lagi memberikan nafkah dan batin, bertindak kasar, dan lain-lainnya.

Sebagaimana telah diterangkan dalam hadits berikut ini:
Dari Aisyah ra. Mengatakan, sesungguhnya istri Rifa’ah Al Qurozhi menghadap kepada Rasulullah SAW,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Rifa’ah telah mentalakku hingga habis semua talaknya dariku. Setelah itu, aku menikah dengan Abdur Rohman Ibnu Zubair Al Qurazhi. Namun miliknya (Abdur Rohman) seperti ujung kain baju (yakni lemas atau tidak dapat er*ksi)”

“Engkau bermaksud ingin kembali ke Rifa’ah?” komentar Rasulullah SAW

“Tidak dibenarkan, sebelum dia mencicipi madumu dan kamu mencicipi madunya.” (H.R dari Lima Ahli Hadist).
Ini menjadi salah satu alasan seorang istri boleh meminta cerai kepada suaminya apabila mempunyai alasan yang kuat dan benar, tanpa mengada-ada (berbohong) demi menikah lagi dengan orang lain.

Di zaman sekarang ini banyak seorang istri yang meminta talaq kepada suaminya karena sudah tergoda oleh laki-laki lain karena ia lebih mapan, atau karena alasan suami sahnya belum bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Semoga informasi ini dapat bermanfaat.
salam..

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2