√ Awas, Pelit Bisa Mendatangkan Bahaya Dan PETAKA

Ruang Diary - Orang yang pelit atau kikir seringkali membuat orang disekitarnya merasa kesal. 

Bagaimana tidak, jangankan berbagi untuk sesama, membelanjakan uang untuk diri sendiri saja terkadang ia berat.

Tak heran, banyak orang yang tidak menyukai orang yang memiliki sifat pelit seperti ini. 

Selain tidak disukai oleh manusia, sikap pelit atau kikir ini juga tidak disukai oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW juga pernah bersabda, watak pelit tidak boleh ada dalam diri seorang mukmin. Pasalnya, sifat pelit atau kikir bisa mendatangkan musibah. 

Bahkan, ada kaum dari umat terdahulu yang dibinasakan akibat kekikirannya.

Simak ulasannya hingga selesai.


Rasulullah SAW bersabda, 
“Ada watak yang keduanya tidak boleh ada dalam diri seorang mukmin, yaitu akhlak buruk dan kikir.” (HR. Tirmidzi)
Nabi Muhammad SAW juga bersabda: 
“Ada dua macam akhlak yang disukai oleh Allah SWT, dan dua macam akhlak yang dibenci oleh-Nya. Dua akhlak yang disukai Allah SWT adalah dermawan dan berani. Dua akhlak yang tidak disukai oleh-Nya adalah akhlak yang buruk dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebaik amal yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).
Nabi Muhammad SAW bersabda, 
“Takutlah kalian terhadap perbuatan aniaya, karena sesungguhnya aniaya itu adalah kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap sikap kikir, karena sesungguhnya kikir itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Juga mendorong mereka mengalirkan darah mereka sendiri, dan menghalalkan kehormatan mereka,” (HR. Muslim)
Ada beberapa orang dari umat terdahulu yang dibinasakan akibat kekikirannya. Ia adalah Qorun yang hidup pada masa Nabi Musa AS. 

Qorun dan hartanya akhirnya tenggelam ditelan oleh bumi, karena ia tidak mau bersedekah dan tidak mau berbagi di sekitarnya. 

Sebelum musibah besar tersebut membinasakan Qorun dan hartanya, harga diri dan kehormatan Qorun sudah diinjak-injak oleh kalangannya sendiri yang seharusnya mereka diberikan sedekah. 

Jadi, kikir selain termasuk sifat tercela juga dapat mendatangkan musibah dan petaka.

Sifat kikir atau pelit ini muncul biasanya karena suudzon atas rezeki yang dijanjikan oleh Allah SWT. Mereka mengira jika berbagi kepada orang lain maka hartanya akan cepat habis. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip sedekah. 

Padahal, semakin banyak harta yang dikeluarkan untuk bersedekah maka akan semakin banyak rezeki yang Allah tambahkan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda,
“Tidak ada hari ketika seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali kedua malaikat berdoa. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah berilah kepada orang yang berinfak gantinya.’ Dan malaikat yang satu berdoa, ‘Ya Allah berikan kepada orang yang pelit kehancuran.”‘ (HR. Bukhari- Muslim)
Kikir dalam makna hadits di atas menurut Al-Malla ‘Ali al-Qari adalah orang-orang yang pelit tidak memberikan kebaikan harta untuk dirinya sendiri.

Sementara itu Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, pada kata “hancurkanlah”memiliki makna bahwa harta itu sendiri yang akan hancur atau pemilik harta tersebut yang akan hancur.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2