√ 14 Ujian Pernikahan Yang Sering Menyebabkan Perpisahan Dan Perceraian

Ruang Diary  - Menikah adalah suatu keputusan yang dibuat atas dasar rasa cinta dan kasih sayang dari kedua belah pihak.

Dalam pernikahan, kesetiaan pasangan akan diuji dengan berbagai ujian dalam rumah tangga.

Bukan suatu hal yang mudah untuk menghadapi berbagai ujian dalam hubungan rumah tangga, apalagi untuk membuatnya selalu harmonis.

Terkadang selalu ada saja hal-hal yang membuat hubungan suami-istri menjadi penuh masalah.

Berikut dibawah ini beberapa ujian pernikahan atau rumah tangga yang sering menyebabkan perpisahan dan perceraian.




14 Ujian Rumah Tangga Yang Menyebabkan Perpisahan Dan Perceraian

1. Masalah Keuangan (Finansial)

Finansial atau keuangan adalah satu hal pokok utama yang bisa membedakan saat masih pacaran dan sudah menikah.

Setelah menikah, segala sesuatunya yang menyangkut pemasukan dan pengeluaran akan menjadi milik dan tanggung jawab bersama.

Nah biasanya, masalah keuangan dalam rumah tangga seringkali menjadi masalah dan selalu diperdebatkan antara suami dan istri.

Misalnya, mulai dari bagaimana cara mengatur keuangan untuk sehari-hari, kebutuhan untuk anak, tabungan, pembagian keuangan yang adil untuk orangtua masing-masing, dan beragam aspek masalah lainnya yang memicu pertengkaran.

Sebenarnya masalah keuangan bisa diatasi secara bersama, kuncinya adalah saling jujur, saling ada keterbukaan dan komunikasi yang baik satu sama lain.

2. Perihal Kebiasaan Masing-Masing

Kebiasaan yang sering kamu lakukan saat sebelum menikah mungkin tidak sepenuhnya bisa diterima oleh suami, begitu pun sebaliknya.

Perihal tentang kebiasaan masing-masing ternyata menjadi bagian dari ujian dalam pernikahan, dan ini biasanya tidak menyangkut masalah hal-hal besar, misalnya kebiasaan tentang menjaga kebersihan diri, kebiasaan makan, ataupun kebiasaan saat tidur.

Meskipun terlihat sepele, hal-hal seperti ini bisa memicu perdebatan yang selalu berulang-ulang sehingga salah satu pasangan akan kehilangan kenyamanannya.

Setelah kamu dan pasangan sudah sah menjadi suami istri,  seharusnya saling membuka pintu pengertian dan pintu maaf selebar-lebarnya.

Sebab, ujian dalam rumah tangga yang terkecil sekalipun bisa berdampak fatal jika tidak adanya saling pengertian dan pintu maaf.


3. Masalah Tentang Pola Asuh Anak

Sebagai orangtua, kamu dan pasangan tentunya akan memerlukan banyak sekali pembelajaran tentang bagaimana cara menjaga dan membesarkan si Kecil.

Pasalnya, menjadi orangtua bagi anak-anak tidak semudah seperti angan-angan sebelum menikah. Oleh sebab itu, pola asuh anak seringkali menjadi perdebatan dalam rumah tangga.

Tak jarang perdebatan mengenai pola asuh anak seringkali memicu pertengkaran antara suami-istri, terlebih jika kamu dan pasangan selalu mempermasalahkan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua masing-masing.

Untuk menghadapi hal semacam ini sebaiknya kamu dan pasangan selalu menggunakan kepala dingin, dan pahamilah bahwa masing-masing dari kalian tentu ingin yang terbaik untuk Si Kecil.

Jangan sampai kalian memperdebatkan pola asuh hanya karena berbeda pendapat, boleh saja kalian menerapkan pola asuh sesuai orang tua masing-masing, tetapi sebaiknya selalu bicarakan juga secara bersama dengan pasangan untuk memberikan yang terbaik untuk si kecil.

4. Konflik Dengan Mertua

Tak jarang pasangan yang baru saja menikah mungkin akan tinggal bersama dengan mertua untuk sementara waktu.
Dan hal ini biasanya seringkali menjadi masalah dalam rumah tangga. Karena mungkin ada saja hal-hal yang tidak cocok antara kamu atau pasangan dengan mertua ataupun sebaliknya.

Jangan langsung bertindak emosi, jangan pula menyudutkan suami, karena yang sebenarnya adalah pilihan yang sangat sulit bagi suami untuk menengahi antara sang istri dan ibunya.

Utarakan saja semuanya dengan suami secara perlahan untuk mencari jalan tengahnya. ungkapkan juga pada suami apa saja hal-hal yang membuat kamu tidak nyaman dengan ibu mertua.

Ujian rumah tangga yang satu ini memang harus di hadapi dengan sabar dan penuh pengertian, komunikasi yang baik akan membawa rumah tangga tetap langgeng.

5. Jenuh

Jenuh dalam hubungan pasti akan selalu ada. Semakin lama dalam hubungan maka semakin besar pula rasa jenuh yang menyelimuti, karena setiap hari kamu dan pasangan selalu bertemu dan melakukan rutinitas yang sama.

Umumnya ujian ini seringkali terjadi pada usia 1 tahun pernikahan, 2 tahun pernikahan, 3 tahun pernikahan, 4 tahun pernikahan dan 5 tahun pernikahan.

Jangan biarkan rasa jenuh muncul pada diri kalian, sebab jenuh adalah pemicu hubungan yang tidak harmonis, temukanlah hal-hal yang bisa membuat hubungan kalian semakin menyenangkan.

Buatlah rutinitas sederhana namun mengesankan, misalnya menyempatkan waktu berdua setiap akhir pekan layaknya orang pacaran. Atau bisa juga sesekali kamu dan pasangan pergi berlibur berdua untuk membuat hubungan semakin hangat.

6. Masalah Hubungan S*ksual

Hubungan s*ksual pada pasangan muda pernikahan adalah bagian yang menyenangkan.

Hubungan s*ksual di pernikahan muda dapat menjalin keintiman, untuk pereda stres dalam hubungan, serta sebagai tempat untuk kamu dan pasangan saling memberikan kesenangan.

Namun tak jarang pula, hubungan s*ksual bisa menjadi salah satu ujian rumah tangga ditahun berikutnya.

Biasanya hal-hal yang seringkali menjadi perdebatan adalah mengenai frekuensi s*ks, kualitas hubungan s*ksual, serta adanya kebosanan pada gaya s*ksual yang itu-itu saja.

Ujian rumah tangga yang seperti ini bisa diatasi dengan baik apabila dibicarakan dengan pasangan.

Ajaklah pasanganmu untuk berdiskusi tentang apa saja yang masing-masing sukai saat s*ks, agar kedua pasangan tidak merasa jenuh ataupun merasa bosan.

7. Masalah Management Waktu

Jika kamu berpikir dengan menikah akan menyederhanakan hidup dan menghemat waktu, itu salah.

Perihal menikah, selain mengikuti jadwal diri sendiri, kamu juga dituntut harus memahami jadwal pasanganmu.

Misal, Mulai dari waktu menyiapkan kebutuhan suami sebelum berangkat bekerja, waktu untuk mengurus anak, waktu untuk diri sendiri, serta merawat rumah dan lain-lainnya.

Meski terlihat sepele, management waktu adalah salah satu hal yang seringkali menjadi perdebatan antara suami dan istri.

Membagi waktu untuk kamu atau pasangan akan membutuhkan pengorbanan, misalnya seperti mengurangi hobi pribadi, atau mengurangi waktu bersama dengan teman.

Jadi, sebaiknya selalu mengkomunikasikannya dan membagi waktu secara adil agar kalian bisa melewati ujian rumah tangga yang satu ini.


8. Masalah Tugas Pekerjaan Rumah

Hal lain yang seringkali menjadi ujian rumah tangga adalah pembagian tugas didalam rumah.

Ingatlah, bahwa pasangan suami-istri adalah tim yang harus saling bahu-membahu membangun keluarga yang harmonis, termasuk dalam urusan mengerjakan pekerjaan rumah.

Pekerjaan di dalam rumah bukan hanya tugas istri saja tetapi juga suami. Oleh sebab itu, di awal pernikahan sebaiknya bicarakan dan sepakati bersama mengenai bagaimana pembagian kerjanya.

Dengan begitu, maka kalian tidak akan merasa si A bekerja lebih banyak daripada si B.

9. Beban Moral Dan Stres

Stres memang seringkali dialami oleh hampir setiap orang. Tetapi, ketika kamu atau pasangan sedang mengalami stres karena memiliki banyak fikiran, ternyata hal ini juga dapat memperburuk masalah yang sudah ada.

Biasanya ketika salah satu pasangan sedang mengalami hari yang buruk, mereka akan membawa situasi menjadi tidak menyenangkan ke rumah, dan terkadang akan membawa suasana tidak nyaman.

Ujian rumah tangga ini biasa terjadi pada saat kita tidak mampu mengontrol stres dengan baik. Akibatnya, sangat mudah melampiaskan emosi negatifnya ke pasangan.

Misalnya seperti stres mengenai keuangan, ada masalah pribadi di tempat kerja, dan lain-lainnya. 

10. Masalah Karakter Dan Kebiasaan Keluarga Pasangan

Setelah menikah bukan berarti kita akan meninggalkan rasa sayang kepada keluarga lama.

Menikah itu menyatukan dua keluarga yang berbeda. Oleh sebab itu, kamu dan pasangan perlu menyatukan dua keluarga dengan dua kebiasaan (karakter) atau dua budaya yang berbeda.

Kerjasama antara suami dan istri sangat dibutuhkan dalam hal ini agar saling memahami kebiasaan orang tua dan anggota keluarga masing-masing.

Dengan membiasakan diri untuk menjaga dua karakter keluarga yang berbeda, tentu akan memudahkan kamu dan pasangan bisa menjaga keharmonisan pernikahan.

11. Masalah Perbedaan Prinsip Hidup

Jika pasanganmu mempunyai perbedaan prinsip atau selalu menentang prinsip hidupmu, Tentu hal ini merupakan ujian pernikahan yang cukup serius.

Misalnya, Perbedaan prinsip dalam mendidik anak termasuk cara mengasuh anak, tindakan benar dan salah, dan masalah prinsip lainnya.

Setiap orang tentu tidak tumbuh dengan nilai, kepribadian, moral, atau tujuan yang sama.

Jika pasangan suami-istri tidak bisa memahami cara menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang berbeda, tentu saja kehidupan rumah tangga tidak akan mendapati keharmonisan.

12. Faktor Cemburu Yang Berlebihan

Ujian rumah tangga juga bisa muncul dari hal-hal kecil seperti adanya cemburu yang berlebihan.

Kecemburuan bisa membuat pernikahan menjadi tidak harmonis lagi, terutama saat muncul perasaan cemburu yang tidak beralasan.

Seseorang yang diliputi rasa cemburu bisa bersikap berlebihan dan tidak dapat mengendalikan emosinya.

Jika kamu pernah merasa cemburu yang berlebihan, segeralah temui konselor pernikahan untuk menanyakan apakah ini perasaan yang normal atau tidak.

13. Sibuk Sendiri Dengan Gadget Nya

Selain anak-anak, pasangan suami-istri juga dapat terkena dampak negatif dari perkembangan teknologi, lhoo.

Bahaya yang bisa dirasakan karena terlalu lama bermain gadget atau media sosial bisa memengaruhi seseorang dalam berkomunikasi dengan pasangan.

Dengan adanya peningkatan teknologi yang pesat, seseorang lebih sering berinteraksi dengan teknologi dan media sosial. Akibatnya, kita semakin jauh dari komunikasi tatap muka yang sehat.

Tak jarang, banyak sekali pasangan yang mengeluhkan mengenai hal ini dan lebih memilih untuk berpisah.


14. Perselingkuhan

Perselingkuhan juga merupakan penyebab penghancur keharmonisan dalam hubungan rumah tangga.

Banyak sekali hubungan rumah tangga retak karena adanya perselingkuhan yang kerap terjadi.

Biasanya pasangan yang melakukan hal ini karena ia sudah bosan dengan pasangannya, ia sudah tidak menyayanginya lagi, bahkan tidak bisa menjaga hati pasangannya, dan masih banyak alasan lainnya.

Oleh sebab itu, pasangan suami-istri hendaknya selalu berkomitmen untuk saling jujur dan tidak berdusta.

Ungkapkanlah dengan jujur kepada pasanganmu, apa yang menyebabkan kamu tidak menyukai atas sikapnya, berusahalah saling menjaga dan saling meminta maaf meskipun kamu tidak punya salah kepadanya. tinggalkanlah egomu demi menjaga keluarga tetap utuh. 

Untuk menjadi yang terbaik bagi pasangan bukan suatu masalah bukan?

Semoga artikel ini dapat bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-temanmu yaa..
salam.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2