√ Bolehkah Bersedekah Menggunakan Uang Haram?

Ruang Diary - Bersedekah merupakan salah satu tindakan terpuji yang di sukai Allah karena bisa membantu orang lain. 

Tak dipungkiri, aktivitas berbagi rezeki ini akan menimbulkan kepuasan batin. Terlebih lagi jika mereka yang kita beri memang sangat membutuhkan bantuan, pastinya akan menimbulkan rasa kebahagiaan.

Namun terkadang, ada juga orang yang tidak memperhatikan masalah halal dan haram harta yang disedekahkan. 

Tak jarang ada juga yang mengatakan, biarlah menjadi pencuri jika hasilnya di bagi-bagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Tindakan tercela tersebut seolah-olah dimaklumi karena dilakukan atas dasar untuk berbagi.

Padahal, memastikan sedekah berasal dari hasil halal dan haram merupakan hal yang sangat penting. 

Para ulama juga pernah menyebutkan perumpamaannya seperti mencuci pakaian menggunakan air kencing. 

Seperti apakah penjelasan lengkapnya? Berikut ulasannya.


Berbuat baik kepada sesama makhluk juga harus disertai dengan ilmu, demikian pula ketika kita berniat untuk bersedekah. 

Sebab, tindakan baik ini diperintahkan oleh Allah SWT dan bernilai ibadah. Namun apa jadinya jikalau uang yang di sedekahkan ternyata berasal dari hasil pekerjaan haram. 

Misalnya, bersedekah menggunakan dari hasil riba, memberangkatkan umroh atau haji orang tua dengan uang hasil korupsi, atau bersedekah menggunakan harta dari hasil dagangan barang haram.

Baca Juga: √ Awas, Ini Bahaya Berhutang Jika Berniat Tidak Mengembalikannya

Memang, apa yang dikerjakannya tersebut terlihat sangat baik karena bisa membantu sesama. Akan tetapi, tindakan yang dianggap baik ini belum tentu baik di hadapan Allah.

Dari Ibnu Mas’ud ra beliau terima dari Nabi SAW bersabda:

“Seorang hamba memperoleh harta haram lalu menginfakkannya seolah-olah diberkahi dan menyedekahkannya semua hartanya seolah-olah diterima melainkan usahanya itu makin mendorongnya masuk ke neraka, sesungguhnya Allah tidak akan menghapuskan keburukan dengan keburukan, akan tetapi menghapuskan keburukan dengan kebaikan; sesungguhnya kenistaan tidak akan menghapuskan kenistaan” (Musnad Ahmad 1/387).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang baik.“ (HR. Muslim no. 1015). 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).

Ghulul yang dimaksud disini adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain, misalnya seperti harta curian. 

Sedekah tersebut juga tidak akan diterima karena alasan dalil lainnya yang telah di sebutkan:

“Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu” (HR. Muslim no. 1014). Lihat bahasan Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri dalam Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 92-93.

Oleh sebab itu, jangan pernah berniat untuk bersedekah dengan uang hasil pekerjaan haram, sebab Allah hanya akan menerima dari hal yang baik.

Semoga kita senantiasa dilimpahkan kasih sayang dan rahmat dari Allah SWT. Sehingga apa yang kita sedekahkan berasal dari uang atau harta halal.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2