√ Awas, Ini Bahaya Berhutang Jika Berniat Tidak Mengembalikannya

Ruang Diary - Hutang menjadi salah satu alternatif yang sering dilakukan oleh seseorang jika memiliki permasalahan finansial. 

Berhutang juga menjadi salah satu solusi untuk meringankan beban saat mengalami kondisi keuangan yang sempit.

Namun selain menjadi solusi, ternyata ada banyak permasalahan yang sering terjadi saat berhutang menjadi pilihan. Terutama ketika proses pengembalian hutang yang tidak sesuai dengan jadwal kesepakatan.

Hal lainnya yang seringkali terjadi adalah adanya si peminjam tidak ada niat untuk mengembalikannya (melupakan).

Banyak orang yang mengabaikan masalah berhutang, padahal bahayanya cukup mengerikan. Seperti apa? Berikut ulasannya.


Banyak kasus di masyarakat, orang yang meminjamkan hutang justru lebih banyak kecewa. Padahal niat mereka baik membantu meringankan beban saudara, teman, ataupun kerabat yang membutuhkan pinjaman.

Namun, seringkali setiap jatuh tempo pada tanggal yang sudah dijanjikan, si peminjam justru tidak ada kabar atau menghilang tanpa kabar.

Tidak dipungkiri peminjam jenis orang seperti ini memang memiliki niat untuk tidak membayar apa yang sudah dijanjikan sejak awal.

Sehingga mereka selalu mengelak dengan dalih pura-pura lupa.

Baca Juga: √ 5 Jenis Golongan Jin Yang Sering Bertamu Di Alam Manusia Secara Diam-Diam

Ketahuilah jika ada seseorang dengan type seperti ini sangat berbahaya bagi dirinya sendiri dan untuk orang lain.

Ketahuilah, tidak di dunia saja dimintai pertanggung jawaban atas apa yang sudah dipinjamkannya, melainkan di akhirat kelak juga akan tetap dipertanyakan.

Bagi orang yang berhutang dan berniat tidak mengembalikannya akan disamakan statusnya seperti pencuri pada akhirat kelak.

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).

Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Bagaimana, masih berniat tidak ingin mengembalikan hutangnya?

Ketahuilah bahwa di dunia ini hanya sementara, sedangkan di akhirat selama-lamanya, perkara hutang yang belum di bayar pertanggung jawabannya sangat luar biasa.

Oleh sebab itu, lunasilah hutang-hutangnya dan jangan sampai mencoba untuk melupakannya.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2