√ Amalan Sebesar Gunung Hancur Lebur Karena Hal ini ...

Ruang Diary  - Suatu ketika Rasulullah SAW pernah menyampaikan kepada para sahabatnya tentang kaum yang tampak alim ketika berkumpul, namun sangat dzalim pada dirinya sendiri saat sendirian ataupun sepi. Kaum ini akan muncul pada akhir zaman, menjelang hari kiamat.

Mereka suka melakukan maksiat yang dianggapnya sepele, namun faktanya justru dapat menghancurkan pahala dari amalan-amalan yang sudah ia lakukan. 

Bahkan, meski amalannya  yang dimiliki sudah setinggi gunung Tihamah, namun pahalanya akan hancur lebur dan musnah.

Tindakan bermaksiat ini dilakukannya secara sembunyi-sembunyi dan dalam keadaan berani serta menganggap remeh dosa. 

Lalu, apakah kita termasuk golongan kaum yang dikatakan oleh Sang Nabi? Berikut ulasannya.


Manusia seringkali menganggap remeh mengenai dosa meskipun itu kecil dan sepele, sehingga banyak orang yang suka mengabaikannya karena dianggap tidak merugikan orang lain. 

Padahal, meskipun tidak merugikan orang lain, tindakan apa saja yang melanggar larangan Allah SWT tetap saja dihukumi dosa. Termasuk melakukan maksiat dikala sepi. 

Baca Juga: √ Awas, Ini Bahaya Berhutang Jika Berniat Tidak Mengembalikannya

Di zaman sekarang ini, saat-saat sepi justru memiliki potensi yang cukup besar bagi diri seseorang untuk melakukan tindakan yang melanggar perintah Allah Swt. Misalnya, dengan kecanggihan teknologi, seseorang bisa searching hal-hal yang dilarang oleh agama. Misalnya, Seperti searching mencari film p*rn* dan menonton film p*rn*, membaca artikel yang menimbulkan syahwat, suka melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, dan lain sebagainya. 

Ini hanya beberapa contoh saja tindakan yang melanggar larangan Allah Swt. Masih banyak tindakan-tindakan lain yang juga bisa menghancurkan amalan serta pahala yang sudah dikumpulkan selama ini.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, telah berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah SAW lalu menjawab. “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bagaimana, apakah kita termasuk kedalam golongan orang yang menggunakan sepi untuk bermaksiat kepada Allah? 

Tidak hanya tindakan saja, bermaksiat menggunakan pikiran-pikiran yang melanggar aturan juga dapat memusnahkan pahala yang selama ini kita kumpulkan.

Karena faktanya, Allah SWT senantiasa selalu melihat dan mengawasi kita. Seperti dalam QS. An-Nisa’: 108 yang artinya:

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).

Semoga setiap saat kita selalu menguatkan dan meneguhkan iman kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari segala godaan dan bisikan syeithon laknatullah. 

Selalu beristighfar dan ingatlah kepada Allah, Sehingga niat bertindak untuk bermaksiat disaat sepi dapat terhindari.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2