√ Dear Lelaki: Jangan Hanya Menyuruh Wanitamu Berhijab Sedangkan Kamu Masih Suka Memandang Wanita Tak Berhijab

Ruang Diary - Dear lelaki, jangan membiasakan dirimu menyuruh wanitamu berhijab, sedangkan kamu masih suka memandang wanita lain yang tak berhijab. 

Emang ada? 

Banyak, sebab rata-rata seseorang itu hanya bisa menyuruh kebaikan, akan tetapi tidak bisa menjalankan kebaikan.

Banyak sekali lelaki yang tak suka melihat aurat istrinya di umbar kesana kemari, sedangkan ia masih suka mengumbar pandangannya pada wanita lain yang terbuka auratnya.

Suruh siapa nggak berhijab? 

Hal semacam ini tentu pernah ada di pikiran para lelaki, dan jika ingin saling menyalahkan maka keduanya tentu salah. 

Tetapi yang lebih disalahkan adalah para lelaki, karena sudah jelas aurat itu dosa tapi masih saja dipelototi.

Berbeda dengan lelaki yang tak sengaja melihat wanita yang terbuka auratnya lalu dia langsung menundukan pandangannya. Hal ini tentu yang paling disalahkan adalah si wanita nya. Namun sayangnya, lelaki semacam ini bagaikan 1:1000, sangat jarang ditemui.


"Tugas Suami bukan Hanya Mengingatkan Wanitanya Untuk Menutupi Auratnya Saja, Akan Tetapi Harus Mengingatkan Diri Sendiri Dari Pandangannya"

Ingat, tugas suami bukan hanya mengingatkan seorang istri untuk menutupi auratnya saja, akan tetapi harus juga mengingatkan diri sendiri untuk menundukkan pandangannya dari yang tak berhijab.

Ingat, istrimu adalah pakaianmu, dan begitu juga dengan dirimu, kamu adalah pakaian istrimu, maka hendaknya berbuat adil dan bijaksana.

Rekomendasi: √ 7 Ujian Rumah Tangga Yang Sering Menyebabkan Perpisahan

"Ketika Kamu Menyuruh Istrimu Untuk Menjaga Kehormatannya, Maka Kamu Juga Harus Bisa Menjaga Kehormatanmu"

Ketika kamu menyuruh istrimu untuk menjaga kehormatannya, tentu kamu juga harus bisa menjaga kehormatan-mu.

Sebab, kehormatanmu adalah kehormatan istrimu, begitu juga sebaliknya, Kehormatan istrimu adalah kehormatanmu juga, maka saling menjaga lah agar lebih mulia dari pada hanya sekedar menyuruh.

"Ketika Kamu Mengingatkan Istrimu Untuk Tidak Melepaskan Hijabnya, Maka Kamu Juga Harus Bisa Mengingatkan Diri Sendiri Agar Tidak Melepaskan Wibawamu"

Saat dirimu mengingatkan istrimu untuk tidak melepaskan hijabnya, maka kamu juga harus mampu mengingatkan dirimu sendiri agar tidak melepaskan wibawamu. 

Sebab, saat kamu hanya sekedar menyuruh istrimu, lalu kamu sendiri masih memiliki pandangan liar kepada wanita-wanita lain, maka saat itu wibawamu tidak ada harganya.

Karena istrimu juga sama sepertimu, jika kamu marah saat melihat istrimu melepaskan hijabnya, maka istrimu juga akan marah saat mengetahui dirimu suka melihat kemolekan wanita-wanita yang tak berhijab.

"Jika Kamu Memperingati Istrimu Untuk Tetap Menjaga Tanggung Jawabnya, Maka Kamu Juga Harus Bisa Lebih Bertanggung Jawab"

Ingatlah, saat kamu memperingati istrimu untuk selalu menjaga taggung jawabnya, maka kamu juga harus lebih bisa bertanggung jawab atas dirimu. 

Sebab, istrimu akan lebih bisa memahami tanggung jawabnya, saat dirimu juga terbiasa dengan tanggung jawabmu.

Rekomendasi: √ Suami Istri Itu Bukan Seperti Game, Yang Berhenti Ketika BOSAN

"Dirimu Adalah Imam Bagi istrimu, Maka Bersikap Tegaslah Sebagai Imam Untuk Selalu Berbuat Adil"

Sebagai imam, kamu bertugas untuk mengarahkannya, menjaganya, dan juga menasehatinya akan kebaikan. 

Lalu bagaimana jika kamu sendiri yang sebagai imam tak bisa memberikan teladan baik bagi makmummu?

Bersikap tegas dan adil-lah para lelaki kepada posisimu yag sebagai panutan keluarga.

Jangan hanya bersikap adil saat melaksanakan hakmu, tetapi bersikap adil pulalah dalam menunaikan hak-hak untuk istrimu.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2