√ 6 Penyebab Anak (Kakak Dan Adik) Sering Bertengkar

Ruang Diary - Memiliki anak lebih dari satu merupakan kebahagiaan sekaligus tantangan bagi orangtua.

Tentunya, Sebagai orangtua harus semakin pintar dalam membagi waktu, bijak dalam menghadapi masalah tentang anak, serta menerapkan pola asuh yang baik bagi mereka.

Tantangan terberat yang harus diperhatikan oleh bunda adalah menyiapkan si Kakak menyambut kelahiran adiknya.

Setelah itu, bunda dan ayah harus bisa menyeimbangkan perhatiannya agar tidak melukai hati si Kakak.

Tetapi, meskipun orangtua sudah berusaha selalu seimbang dalam memberikan kasih sayang, terkadang 'kakak dan adik' masih juga sering bertengkar.

Apalagi jika si Adik sudah mulai bisa berbicara, berjalan, bahkan bermain sendiri. Sang Kakak dan adik mulai berebut mainan, makanan, hingga berebut remote TV.

Biasanya, pertengkaran tersebut seringkali diakhiri dengan tangisan Adik, dan orangtua akan menyalahkan Kakak. Apakah ini tepat?

Di artikel ini, kami akan memberikan pengetahuan singkat untuk Bunda dan Ayah tentang penyebab kakak beradik sering bertengkar, dan bagaimana cara bijak untuk mengatasinya.

Pada dasarnya, pertengkaran yang sering terjadi pada anak antara kakak dan adik dengan usia masih kecil sangat wajar terjadi.

Mengingat kemampuan sosial mereka belum berkembang optimal, sehingga mereka belum cukup mampu memahami tentang arti kompromi, menghargai perasaan orang lain, ataupun mengalah.


Penyebab Kakak Beradik Sering Bertengkar

1. Anak Kecil Selalu Ingin Menang Sendiri Dan Berusaha Mendapatkan Apa Yang Ia Mau

Penyebab umum adanya pertengkaran kakak dan adik bisa dibagi menjadi dua, yang pertama adalah pola asuh orangtua, dan yang kedua adalah pribadi masing-masing anak.

2. Perkembangan Emosi Anak Yang Masih Labil

Jadi, seiring berjalannya waktu pertengkaran adik dan kakak pasti akan membaik dengan sendirinya. 

Akan Tetapi faktor utama inilah yang harus dibenahi oleh orangtua, Yaitu bagaimana pola asuh orangtua terhadap dua anak tersebut.

Baca Juga: √ 5 Cara Menghadapi Karakter Anak Pemalu Yang Perlu Di Terapkan

3. Kesalahan Orangtua Yang Jarang Disadari Adalah Sering membanding-bandingkan

Mungkin bunda atau ayah tidak mengatakannya secara langsung pada anak, akan tetapi mereka menilai dari perilaku orangtua, atau pernah mendengar saat bunda berbincang dengan saudara ataupun tetangga.

Anak kecil memang belum paham apa-apa, akan tetapi perasaannya sudah berfungsi dengan baik.

4. Bunda Dan Ayah Tekadang Tidak Menyadari Sikap Keberpihakan Ketika Menghadapi Mereka

Ketika Adik dan Kakaknya bertengkar karena berebut mainan, bunda atau ayah lebih sering meminta Kakak untuk mengalah.

Lalu keberpihakan orangtua terulang lagi saat mereka bertengkar dengan alasan lain.

Mungkin si Adik bakal menangis karena berebut sesuatu dari kakaknya, sehingga menyebabkan kakak marah.

Bunda mungkin lebih fokus menenangkan sang adik dengan alasan ia masih terlalu kecil.

Namun Bunda juga lupa, bahwa kakak yang dalam keadaan emosi juga butuh di tenangkan.

5. Apakah Kakak Beradik Yang Bertengkar Harus Segera Dilerai?

Sebaiknya, hindarilah jadi penonton saat kakak dan adik tengah bertengkar.

Keberadaan bunda ditengah mereka tentu memicu salah satu ingin mengadu lebih dulu.

Bukannya mereda, kondisi seperti ini justeru kian memanas karena mereka berebut perhatian dari bunda.

Lalu harus bagaimana?

Amatilah dulu dari jauh selagi tangisan si adik masih wajar dan tidak sampai membuatnya sesak napas. Amati juga sang Kakak agar jangan sampai bertindak kasar pada adiknya.

Selain itu, bunda harus menghindari memberi nasihat kepada mereka secara bersamaan setelah bertengkar.

Tunggulah sampai emosi mereka mereda, dan manfaatkanlah kesempatan dilain waktu. Misalnya, Saat bunda sedang menyuapi adik, tanyakan apa yang membuatnya bertengkar dengan kakaknya. 

Setelah itu, nasihatilah dengan pelan-pelan bahwa bertengkar itu tidak baik. 

Utarakan juga nasehat yang sama pada Kakak di lain kesempatan. Misalnya, Saat bunda menemaninya mengerjakan PR atau belajar, nasehatilah dengan bijak dan hindari perintah mengalah.

Ingat, sering menyuruh sang Kakak untuk mengalah akan membuatnya merasa tersudut. Posisikanlah kedua anak ini sama pentingnya, mengalah bukan hanya tugas kakak saja tetapi adik juga.

Baca Juga: √ Cara Mengatasi Anak Yang Bandel, Nakal Dan Susah Diatur

6. Penuhilah Hak Istimewa Masing-Masing Pada Anak

Bisa melihat anak saling akur dan sering menghabiskan waktu bersama memang sangat menyenangkan. Akan tetapi bunda juga jangan sampai lupa untuk memenuhi hak mereka masing-masing.

Kakak dan adik sama-sama memiliki hak yang sama untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Ayah ataupun Bunda.

Sempatkanlah waktu untuk berdua saja dengan anak secara adil, karena dengan demikian bisa mengurangi potensi pertengkaran pada anak.

Karena kakak dan adik akan merasa mendapatkan perhatian yang adil dari kedua orangtuanya.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2