√ 5 Cara Membuat Kakak Dan Adik Bisa Akur Dan Tidak Mudah Bertengkar

Ruang Diary - Sudah hal yang wajar jika saudara kandung yang masih kecil sering bertengkar saat bermain bersama. Namun jika hal ini terus-terusan terjadi, maka bisa menjadi kebiasaan yang tidak sehat. 

Mungkinkah bisa membuat mereka saat bermain bisa akur dengan tenang dan damai? 

Tentu bisa. 

Dengan beberapa langkah sederhana dibawah ini, bunda bisa membuat anak-anak lebih akur dan tidak mudah bertengkar. 


5 Cara Membuat Kakak Beradik Bisa Akur Dan Tidak Mudah Bertengkar

1. Dimulai Dari Orangtua

Salah satu penyebab anak sering bertengkar adalah orangtua yang tidak adil dalam membagi perhatian kepada mereka. 

Menurut Psikolog di Macquarie University, Proff Julie Fizness, Dalam penelitiannya menunjukkan bahwa sumber utama sibling rivalry yang membuat anak tidak akur adalah karena perhatian dari kedua orangtuanya. 

"Jika orangtuanya selalu membela satu anak saja, atau memfavoritkan satu anak saja, maka anak yang lainnya akan merasa tidak di perhatikan".

Oleh sebab itu, lihatlah kembali apa yang menjadi sumber pertengkaran mereka. Apakah karena sedang mencari perhatian?

Jika begitu, maka orangtua harus bisa melihat lagi cara memperlakukan mereka. Selagi belum terlambat benahi hal tersebut. Orangtua yang adil akan membuat mereka merasa disayang seutuhnya tanpa pilih kasih.

Baca Juga: √ 6 Penyebab Anak (Kakak Dan Adik) Sering Bertengkar

2. Buatlah Peraturan Sejak Dini

Hal yang paling sering terjadi ketika anak bertengkar adalah karena berebut mainan. Padahal, mainan yang jadi bahan rebutan juga belum tentu menarik bagi mereka. 

Jika si kakak sudah berusia lebih dari 3 tahun, bunda bisa membuatkan peraturan. Misal, Setiap orang yang hendak memegang atau meminjam mainan milik orang lain harus meminta izin terlebih dulu. 

Namun jika si Kakak sedang memainkan mainannya lalu hendak direbut si adik, tugas bunda adalah menghindari hal itu terjadi. Bunda bisa menarik perhatian si adik dengan mainan yang lain. 

Peraturan yang selanjutnya untuk mereka, Jikalau ada mainan yang merupakan milik bersama, siapa saja yang memegang pertama berhak memainkannya. Misal, Jika si Adik sedang memainkan mainan, maka si Kakak harus menunggu giliran.

Jikalau mainannya adalah milik si Adik, sang kakak bisa diajarkan untuk meminta izin terlebih dulu pada si adik. Dengan begini, maka mereka tidak akan bertengkar untuk memperebutkan mainan. 

Dengan begitu, maka anak bisa lebih akur dengan meminta izin sebelum mengambil mainan.

3. Jangan Lupa, Selalu Puji Kebaikan Anak 

Anak akan selalu merasa senang saat dipuji, apalagi jika yang memuji adalah orangtuanya. 

Saat si kakak terlihat memeluk atau mengelus si adik dengan penuh sayang, Bunda jangan ragu untuk memuji perilakunya. 

Dengan begitu, maka si Kecil jadi sadar bahwa perilakunya itu baik, dan tentunya akan diulang terus. 

Begitu juga ketika si adik terlihat begitu senang dengan perilaku kakaknya. Katakanlah, bahwa sang adik terlihat begitu menyukai dan sayang pada kakak. 

Dengan begitu, maka rasa sayang sang kakak pada adiknya bisa tumbuh perlahan.

4. Hindari Memarahi Anak Di Depan Anak Lain

Perilaku memarahi anak didepan orang lain bukankah hal yang baik. Jika bunda memarahi anak di depan anak lain, maka ia akan merasa minder, bahkan bisa menutup diri. 

Apalagi jika bunda memarahi si kakak di depan adiknya karena membela, yang terjadi si kakak akan merasa kesal dengan adiknya.

Alhasil, ia tidak ingin bermain lagi bersama adiknya karena kesal, dan lebih parahnya adalah bisa timbul bibit dendam di dalam hati sang kakak. 

Jika memang salah satu dari mereka ada yang salah, bawalah ia ke tempat yang sepi dan hanya ada bunda dan si kecil. Sebaiknya ketika ingin mengajak bicara pada si kecil saat mereka sudah tidak emosi lagi, sehingga perkataan bunda bisa lebih terserap ke pikiran anak. 

Baca Juga: √ Peran Penting Seorang Ayah Untuk Kecerdasan Anak

5. Tumbuhkan Perasaan Saling Sayang

Anak yang terlihat egois biasanya belum mengerti tentang tenggang rasa. Ketika anak lain ingin memainkan mainannya, yang ada di pikirannya adalah menjaga mainannya agar tetap di genggamannya. 

Ketika kakak dan adik diajarkan tentang saling menyayangi, berbagi, dan tenggang rasa, maka mereka bisa lebih mudah menghindari konflik. 

Untuk awalannya, Bunda harus bisa mencontohkannya, karena anak-anak butuh contoh dan praktek mengenai konsep tersebut. 

Jika konsep tersebut sudah terbangun, baik pada sang kakak dan sang adik, maka bisa lebih mudah untuk menghindari konflik dan bisa lebih mudah untuk saling berbagi dan menyayangi.

Kunci utama dari anak bisa akur adalah rasa kasih sayang dan adil dari orangtuanya. Jadi, pastikanlah untuk memenuhi kedua hal tersebut.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2