√ 5 Penyebab Orang Tua Posesif Dan Protektif Terhadap Anak Perempuannya

Ruang Diary - Bagi sebagian orang sifat protektif yang dilakukan oleh kedua orangtua memang terasa menyebalkan. 

Sebab, selain tidak bisa merasakan kebebasan seperti yang diinginkannya, pengembangan soft skill pada anak juga akan terhambat apabila setiap orang tua menerapkan aturan yang ketat bagi setiap anak untuk bisa menggali potensi yang dimilikinya.

Dan pastinya kamu juga akan berfikir apa si penyebab orang tua menjadi over protektif terhadap anaknya?

Setiap yang dilkakukan oleh orang tua terhadap anaknya tentu ada maksud dan motif didalamnya.

Sebagai orangtua, mereka pasti memiliki motif dan alasan tersendiri dibalik sifat protektif dan posesifnya yang mereka terapkan pada anaknya. 

Namun kebanyakan anak justru selalu menangggapi tindakan orangtuanya dengan pikiran yang salah dan bermacam-macam.

Orangtua Akan Posesif Dan Over Protektif Ketika Mendapati Anak Perempuannya Sudah Mulai Melawan-Nya

Setiap orangtua tentu akan merasa sakit hati dan khawatir ketika melihat putrinya sudah mulai melawannya. 

Hal ini biasanya terjadi pada wanita yang sedang menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, jika tak direstui oleh orangtua seorang anak terkadang lupa dengan kewajibannya untuk menghormati orangtuanya.

Ia lupa bahwa sikap melawan orangtua adalah sesuatu yang dibenci Allah, ia lupa bahwa ridha Allah adalah ridha ayah dan ibunya. 

Tak jarang seorang anak lebih memilih keegoisannya dan melawan kedua orangtuanya demi memperjuangkan cinta yang menurutnya adalah segalanya.

Orangtua Akan Posesif Dan Over Protektif Ketika Melihat Pergaulan Anaknya

Orangtua akan merasa khawatir ketika melihat pergaulannya hanya akan merusak aqidahnya. 

Orangtua juga akan khawatir dengan pergaulan di zaman sekarang yang jauh dari kesan islami.

Maka bukan hal yang mudah bagi orangtua ketika melihat pergaulan putrinya sering berkumpul dengan teman-temannya saat berada diluar rumah, apalagi ketika melihat penampilannya yang jauh dari syariat agama.

Orangtua Akan Posesif Dan Over Protektif Ketika Anak Perempuannya Sering Keluar Malam Dan Pulang Larut Malam

Orangtua yang bersikap demikian biasanya terjadi kepada anak-anak perempuan yang seringkali ada acara diluar bersama teman-temannya hingga larut malam.

Kabanyakan anak sekarang lupa akan waktunya, terkadang tidak ada bedanya antara siang dan malam.

Tentu hal ini membuat orangtua merasa khawatir, karena takut terjadi fitnah yang akan membuat masa depan anaknya hancur akibat perbuatan yang tak terduga. Meskipun alasan keluarnya seorang anak untuk mengerjakan sesuatu yang penting menyangkut pelajaran disekolah.

Tetapi kemungkinan itu hanya sebuah alasan seorang anak terhadap orang tuanya demi mendapat tiket keluar rumah diwaktu malam. 

Itulah sebabnya kekhawatiran orangtua berubah posesif dan over protektif terhadap anaknya.

Orangtua Akan Posesif Dan Over Protektif Ketika Melihat Kasus-Kasus Wanita Yang Sering Tampil Di Televisi

Orangtua juga akan merasa terenyuh saat melihat bermacam kejadian atau berita yang di tayangkan di televisi. Karena sekarang banyak sekali kasus-kasus yang buruk terhadap masa depan anak perempuan.

Oleh sebab itulah orangtua akan bersikap posesif dan over proatektif kepada anaknya hanya untuk memperingati agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak diinginkan yang sudah banyak wanita lain alami.

Orangtua Akan Posesif Dan Over Protektif Ketika Melihat Kesalahan Yang Pernah Dilakukan Oleh Anaknya

Sudah diakui oleh kebanyakan Orangtua, anak adalah segala-galanya. 

Orangtua juga selalu memberikan kasih sayang secara maksimal pada setiap anaknya, dan itu melebihi dari hubungan lain apapun.

Oleh sebab itu ketika melihat anaknya pernah melakukan sebuah kesalahan orangtua akan lebih mawas diri. 

Orangtua tidak ingin masalah yang disebabkan oleh kesalahan anaknya tempo hari kembali terulang.

Terlebih lagi untuk anak perempuannya, orangtua akan selalu lebih posesif dan protektif ketika melihat anaknya sudah mulai dewasa. Takut ia salah jalan dan lupa akan batasan dan kehormatannya.

Penulis Oleh :

Buka Komentar
Tutup Komentar

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2