√ Kecantikan Wanita Sebuah Ujian Ataukah Rahmat?

Seiring dengan perkembangan zaman banyak sekali wanita-wanita yang hanya memikirkan akan kecantikan fisiknya saja, bahkan banyak wanita yang telah lupa bahwa kecantikan luar hanyalah sebuah cerminan.

Terkadang kita juga terlalu bangga dengan apa yang menempel pada diri kita, sehingga mulai mengabaikan tentang batas-batas kodrat sebagai seorang wanita.

Banyak sekali yang meremehkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh syari’at, demi mengejar yang namanya modis, padahal kata-kata modis ini adalah salah satu gaya hidup seorang wanita non-muslim yang memang sengaja menawarkan gemerlapnya dunia untuk mengecoh gaya kehidupan wanita muslim.

Percayalah, bahwa untuk menjadi bunga yang dirindukan syurga tidak butuh harga mahal, tidak perlu modis segala macam. Allah tidak memandang bagaimana kita menata kecantikan fisik kita, Tetapi Allah melihat segala upaya yang kita lakukan untuk mempercantik hati.


"Menjaga Kehormatan Diri Adalah Sesuatu Yang Paling Sulit Dalam Menata Hati"

Hal pertama yang paling sulit dalam memulai menata hati ialah siapnya kita dalam menjaga kehormatan diri.

Kita bertanggung jawab penuh untuk tetap menjaga dengan baik bagaimana kehormatan diri kita agar tetap terjaga sempurna. Karena mahkota termahal seorang wanita ialah ketika ia mampu menjaganya dengan baik dan terus menyadari bahwa fisik dan hiasan fisik lainnya adalah amanah tuhan.

"Kecantikan Fisik Terkadang Menjadi Petaka Bagi Yang Melihat"

Percaya atau tidak, bahwa kecantikan seorang wanita adalah racun yang paling berbahaya bagi yang melihatnya, sebab kecantikan wanita adalah syetan yang nampak, khususnya bagi kaum laki-laki.

Terjaga sesempurna apapun kecantikan seorang wanita jika tidak benar-benar dari hati menjaganya, maka ia akan mengundang kemaksiatan mata seorang laki-laki yang melihatnya. Dari mata turun kehati, dan dari hati naik kefikiran.

Iya.. kalimat tersebut mungkin telah mewakili pembahasan ini, sehingga banyak sekali kemaksiatan besar yang terjadi dimulai dari kemaksiatan kecil yang hanya dari mata kemudian naik ke fikiran.

Kecantikan Seorang Wanita Sebuah Ujian Ataukah Rahmat?

Sebagai seorang perempuan harus pandai dalam menela'ah, apakah kecantikan fisik yang telah diberikan tuhan kepada kita sebagai rahmat ataukah sebuah ujian.

Caranya, kita harus selalu menyadari dan terus menjaga setiap tingkah dan langkah kita setiap saat, agar kecantikan yang kita miliki tetap terbungkus oleh rahmat sang illahi.

Jika kita renungkan, terkadang kita diuji oleh tuhan melalui kecantikan fisik yang kita punya, dengan tanpa disengaja telah berlaku sombong dan pamer diri, atau merasa paling cantik dari yang lain sehingga merasa bangga ketika di perhatikan oleh laki-laki.

"Ingatlah, Hati Yang Cantik Bukan Berasal Dari Genetika"

Dan hal yang paling perlu kita ingat adalah kecantikan hati bukanlah berasal dari keturunan nenek moyang atau bapak ibu kita, Dan kecantikan hati juga tidak bisa dibeli oleh harta. Akan tetapi, kecantikan hati bisa kita dapatkan dari hasil melatih diri kita agar tetap terhormat membawanya dengan baik.

Jika ada pribahasa yang mengatakan “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonn-ya” hal itu tidak berlaku pada semua keadaan.

Jika kita kaji lagi, bisa jadi dibawah pohon terdapat sungai yang airnya sangat deras, sehingga buah yang jatuh tersebut akan terhanyut oleh derasnya air sungai dan menjauhi pohonnya.

Ingat, hati yang cantik bukanlah dari keturunan. Tetapi hasil dari melatihnya dengan terus menanamkan nilai-nilai baik dan terpuji.

"Cantik Fisik Bisa Dibeli, Tetapi Cantik Hati Hanya Bisa Didapat Dengan Dilatih"

Sekarang ini, banyak sekali toko-toko kecantikan yang menawarkan berbagai product-product andalan untuk bisa mempercantik diri, tetapi tidak ada yang menawarkan untuk bisa menjamin hati menjadi cantik dan bersih.

Cara terbaik mempercantik hati kita adalah selalu menjaga kehormatan diri kita, dan menyadari bahwa kecantikan itu milik allah. Kita hanya diberikan amanah untuk menjaganya dengan baik.

penulis :

0 Response to "√ Kecantikan Wanita Sebuah Ujian Ataukah Rahmat?"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2