√ Jangan Mudah Memvonis Kesalahan Orang Lain, Jika Kamu Tidak Tahu Alasan-Nya

Menghakimi orang lain dengan berbuat adil amatlah sukar, kita seringkali menghakimi orang lain dengan mulut kita tanpa mengetahui keadaan yang sebenarnya, sehingga semua akan muncul gosip yang merugikan orang tersebut.

Bukan kebaikan yang akan kita dapatkan apabila mulut kita mudah menvonis kesalahan orang lain, malahan prasangka negatif akan tertarik ke diri kita, pahala ibadah yang selama ini kita kerjakan akan terbagi ke orang lain yang kita bicarakan tersebut, dan akhirnya hidup kita menjadi mudah gelisah dan tidak tentram.


"Jangan Mudah Memvonis Orang Lain Masuk Neraka, Karena Urusan Neraka Bukanlah Urusanmu, Belum Tentu Juga Surga Menjadi Tempatmu"

Apabila pikiranmu selalu di selimuti untuk menilai kekurangan dan kesalahan-kesalahan orang lain setiap hari, maka tidak ada lagi ruang dipikiranmu untuk menilai kekurangan diri sendiri, Pada akhirnya hatimu menjadi gelap tanpa cahaya, tidak ada lagi waktu bagimu untuk meningkatkan kualitas diri karena sibuk menilai kesalahan-kesalahan orang lain setiap hari.

Ketahuilah, bahwasannya membicarakan keburukan orang lain adalah sesuatu yang sangat merugi, sebab energimu akan terkuras sia-sia jika selalu membicarakan aib orang lain.

"Lisan Bisa Menembus Apa Yang Tidak Bisa Ditembus Oleh Pandangan"

Lisan itu bisa menembus apa yang tidak bisa di tembus oleh pandangan mata kita, tanpa kita sadari terkadang celotehan kita mampu membuat hati seseorang menjadi luka yang teramat dalam.

Seseorang bisa dikatakan baik apabila tindakannya bisa di jaga, mampu mengendalikan lisannya sebelum terucap, dan selalu berprasangka baik terhadap sesama.

"Sindiran Adalah Kepedulian Yang Tertunda"

Orang yang benar-benar peduli terhadapmu ia tidak akan membiarkanmu hidup dalam kesalahan yang berkelanjutan.

Ia tidak akan menunda untuk memberitahukan letak kesalahanmu, bukan malah berbicara lantang menyindir sesuka hati dihadapan orang lain.

"Hendaknya Berusaha Untuk Tidak Berbicara Kotor Terhadap Orang Lain, Karena Kata 'Maaf' Saja Tidak Cukup Memperbaiki Semuanya"

Kita telah di anugerahi otak dan hati oleh Allah agar kita bisa berfikir sebelum bertindak, dengan maksud agar kita bisa berfikir mengenai akibat dari tindakan yang kita lakukan. Salah satunya ialah menjaga lisan kita untuk tidak menyakiti hati orang lain, tidak berbicara kotor, ataupun ucapan buruk lainnya, karena menjaga lisan adalah tanggung jawab kita sebagai insan yang sudah diberikan otak dan hati oleh Allah.

Meminta maaf setelah kita menyakiti hati orang lain adalah jembatan untuk bisa memperbaikinya, tetapi kita tidak pernah tahu apakah dibawah jembatan tersebut terdapat sungai yang dangkal ataukah sangat dalam?

ketika kita mengucapkan kata "maaf" belum tentu bisa menyembuhkan luka yang sudah terjadi, karena kita tidak bisa mengukur seberapa dalamnya luka hatinya tersebut.

"Jangan Pernah Merasa Lebih Baik Dari Orang Lain"

Dan inilah salah satu faktor utama mengapa kita mudah memvonis dan menghakimi kesalahan orang lain sesuka hati, karena kita merasa lebih baik.

Apakah merasa lebih baik itu dilarang?

Tentu iya, merasa lebih baik memang tidak di perbolehkan, karena sifat tersebut dapat menghantarkan kita kepada sifat yang kurang baik seperti sombong, merasa diri kita lebih tinggi daripada orang lain, merasa lebih berwewenang dan merasa lebih baik dari orang lain. karena sifat seperti itulah yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Jangan Mudah Memvonis Kesalahan Orang Lain, Jika Kamu Tidak Tahu Alasan-Nya"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2