√ Cara 'Sukses' Melatih Anak Ikut Puasa Di Bulan Suci Ramadhan

Anak kecil yang belum mengalami masa puber memang tidak diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Tetapi sebagai orangtua tentu tidak ada salahnya untuk mengenalkan ibadah puasa Ramadhan kepada Anak kita sejak usia dini. Dengan begitu, maka pada saat anak sudah mengalami puber, ia sudah bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Lalu, bagaimanakah cara melatih anak berpuasa untuk pertama kalinya?


Cara Melatih Anak Berpuasa Untuk Pertama Kali-Nya

Cara mengajarkan anak puasa sejak usia dini memang susah-susah gampang. Terkadang ada anak yang ingin berpuasa bersama anggota keluarga lainnya. Namun ada pula anak yang tidak ingin dilatih berpuasa.

Sebelum bunda melatih anak untuk berpuasa, sebaiknya berikan pengertian terlebih dahulu mengenai apa itu puasa dan mengapa mereka wajib menjalankannya. Setelah anak diberikan pengertian tersebut, maka anak menjadi lebih mudah untuk mengikuti ibadah puasa.

Berikut dibawah ini ada beberapa cara mengajarkan anak puasa untuk pertama kalinya:

1. Berikanlah Contoh Terlebih Dahulu

Ketika hendak melatih anak agar ikut berpuasa sebaiknya dimulai dengan cara memberikan contoh dulu. Sebab, Hal ini akan membuat anak lebih mudah untuk mempraktikkannya. Contohnya, tentu saja dari Anda sendiri dan lingkungan keluarga untuk menjalani ibadah puasa.

Saat lingkungan keluarga menjalankan ibadah puasa, pasti anak akan bertanya-tanya mengenai apa itu puasa, mengapa ibu, bapak, dan kakak tidak makan, dan lain sebagainya. Hal ini biasanya akan menimbulkan rasa penasaran pada diri anak, sehingga anak ingin mencobanya.

"ingat, di usia anak yang masih sangat muda, tentu bisa dengan mudah meniru perilaku seseorang di lingkungan sekitarnya".

2. Ingat, Jangan Memaksa Anak Untuk Berpuasa Penuh Atau Sesuai Keinginan Anda

Sebaiknya, berikanlah kelonggaran berpuasa untuk anak. Perlu bunda ingat juga "bahwa buah hati kita yang masih berusia dini masih dalam masa-masa pertumbuhan. Ia masih membutuhkan banyak nutrisi".

Selain daripada itu, anak kecil juga belum bisa mencari sendiri untuk mendapatkan sumber makanan dan minuman sejumlah yang ia butuhkan. Mengajarkan atau melatih dengan cara memaksa anak untuk berpuasa penuh atau puasa setiap hari bisa menimbulkan resiko kesehatan pada anak.

Sebaiknya mulailah mengajarkan anak untuk puasa dengan cara perlahan-lahan. Misalnya, Mulai dari puasa beberapa jam saja dalam satu hari kemudian tingkatkan lagi apabila anak sudah berhasil melewatinya.

Yang terpenting ialah, anak mengenal dulu apa itu puasa dan bagaimana cara untuk menjalankannya. Umumnya, Kemampuan anak untuk berpuasa lama-kelamaan akan meningkat dengan sendirinya karena sudah terlatih dalam menjalankan puasa.

3. Mintalah Kepada Anak Untuk Berpuasa Dari Makanan Tertentu Saja

Apabila anak sudah terbiasa dengan makan makanan tertentu atau makanan kesukaannya, mintalah kepada anak untuk menghindari makanan tersebut ketika berpuasa. Misalnya, jika anak suka makan cokelat dan permen, mintalah kepada anak untuk tidak memakannya selama jam puasa.

Dengan mengajarkan hal ini kepada anak ketika puasa juga bisa membantu menghilangkan kebiasaan buruk pada pola konsumsi anak. Selain tersebut, juga dapat membantu anak untuk lebih menahan keinginannya memakan cokelat dan permen.

4. Ajaklah Anak Untuk Melakukan Kegiatan Yang Menyenangkan

Supaya si kecil tidak merasa berat menjalankan hari-hari puasanya, sebaiknya ajaklah anak melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dalam ngabuburit.

Misalnya, ajaklah si kecil untuk membaca buku, menonton film kesukaannya, bermain permainan kesukaannya, dan lain-lain sebagainya. Ingat, hindari mengajak anak untuk bermain di luar rumah ketika cuaca panas atau melakukan kegiatan yang bisa membuat si kecil merasa haus dan kelelahan.

5. Berikanlah Penghargaan Kepada Anak Jika ia Telah Berhasil Menjalankan Ibadah Puasa

Melatih anak untuk ikut puasa memanglah sangat penting. Tetapi, memberikannya apresiasi juga tak kalah pentingnya.

Terlepas dari berapa jam anak menjalankan puasa atau berapa hari anak bisa mengikuti puasa, sebaiknya tetap berikanlah penghargaan kepada mereka. Sebab, Penghargaan ini tentu bisa menambah rasa semangat anak untuk ingin mengikuti atau menjalankan ibadah puasa lagi dan lagi.

Bunda tidak harus memberikannya hadiah, cukup dengan memujinya saja dan mengatakan bahwa ia adalah anak yang hebat. Dengan begitu, maka ia akan merasa senang dan semakin semangat menjalankan ibadah puasa.

Bunda juga bisa menyediakan makanan kesukaannya ketika waktunya berbuka. Hal ini bisa menjadi salah satu semangat anak untuk menjalankan ibadah puasa.

Tetapi, ingatlah untuk tetap memilihkan makanan sehat yang mengandung sumber nutrisi penting bagi kesehatannya. Jangan biasakan memberikan hadiah kepada anak dengan makanan-makanan yang manis-manis seperti permen, cokelat, dll. karena bisa membawa dampak yang buruk bagi kebiasaan makan-Nya.

penulis :

0 Response to "√ Cara 'Sukses' Melatih Anak Ikut Puasa Di Bulan Suci Ramadhan"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2