√ Janganlah Membohongi Perasaanmu, Jujurlah Dengan Diri Sendiri

Cinta ialah anugerah dari yang maha kuasa. Cinta bisa memberikan energi luar biasa untuk para penikmatnya. Cinta membuat perasaan seseorang menjadi dilema dengan keadaan, entah ia harus menerimanya atau bisa jadi menolak kehadirannya.

Tidak jarang, banyak orang yang memilih untuk berbohong tentang kondisi hati yang dialaminya. Saat hati dan mulut memiliki pandangan berbeda soal cinta, saat itulah terkadang seseorang dilemma karenanya.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang mimilih untuk melawan kata hatinya, entah dikarenakan ego, takut, menunggu saat waktunya tepat bahkan hal lainnya. Padahal, tidak ada salahnya saat kita memilih berdamai dengan perasaan kita sendiri dan mencoba agar bisa mengikuti kata hati. Bagi kamu yang masih memilih untuk mencoba terus membohongi perasaanmu, maka jujurlah.


1. Jujurlah, supaya kamu tidak menyesalinya
Tidak sedikit orang yang akhirnya merasa menyesal karena ia berbohong tentang perasaannya. Membohongi perasaan diri sendiri bisa berakibat penyesalan untuk selamanya. Tidak ada salahnya jika memilih untuk mengungkapkan apa yang ada dan dirasa di dalam hati, bukan berarti bahwa apa yang kita coba untuk utarakan dari hati menjadi sebuah kebenaran mutlak, akan tetapi hal ini menjadi suatu bentuk kejujuran terhadap diri kita sendiri.

Hal ini juga bukan berarti menjadi perkara bahwa semuanya akan sesuai atau tidak dengan keinginan hati kita, tetapi hal ini tentang apa yang kita katakana sebenarnya, yang dimaksudkan agar tidak terjadi penyesalan pada kemudian hari. Tidak maukan ketika kamu merasa menyesal pada akhirnya, hingga timbul sebuah ungkapan bahwa nasi telah menjadi bubur. Jadi, agar hal ini tidak terjadi, mending jujurlah pada diri sendiri.

2. Jujurlah, karena hatimu itu bukanlah milik orang lain
Terkadang saat orang membohongi perasaan dirinya karena mendengar omongan orang lain. Orang yang takut saat mengambil sikap atau keputusan dikarenakan ia takut mendengar omongan dari orang-orang. Ingatlah bahwa yang paling berhak untuk mengambil keputusan ialah dirimu sendiri. Orang lain tentu saja boleh memberikan pandangan padamu terhadap posisimu terhadap hal yang kamu hadapi, akan tetapi mereka tidak mempunyai hal untuk mengatur hidupmu.

Hidup itu bisa diibaratkan permainan sepak bola, dimana yang menjadi penonton ataupun komentator pastilah lebih hebat untuk menilai permainan dibandingkan dengan pemainnya sendiri. Tapi, sehebat-hebatnya seorang komentator maupun penonton sepak bola, mereka hanya bisa berkomentar, belum tentu dalam permainan mereka hebat atau mampu untuk bermain sepak bola.

Begitupun dengan hidup dan hatimu, meskipun sangat banyak orang berkomentar dari luar, yang lebih tau dan lebih mengerti kondisi hatimu sesungguhnya ialah dirimu sendiri. Percayalah serta beranilah untuk mengambil dalam mengambil sikap sesuai nuranimu, janganlah pernah merasa risau akan penilaian dari orang disekitarmu atau orang lain. Ingat, hatimu hanyalah milik dirimu bukan milik orang lain.

3. Jujurlah, karena hati bisa saja menunggu untuk disambut
Saat kamu mencoba untuk membohongi perasaanmu dengan berbagai alasan tertentu, kamu harus tahu bisa saja diapun melakukan hal yang serupa, yaitu membohongi perasaanya.

Kalian bisa berada dalam situasi yang serupa, akan tetapi diantara kalian tidak ada yang mengungkapkan apa yang dirasakan dalam hati masing-masing, dan jika sudah seperti itu, tentu saja satu sama lain akan saling menunggu.

Akan terasa sesak ketika kamu akhirnya tahu bahwa yang sebenarnya diapun menyimpan sebuah perasaan yang serupa denganmu. Jadi, jika hal ini tidak mau terjadi, akan lebih baik ketika kamu mengungkapkannya. Yakinlah bahwa perasaan dia juga menunggu agar hatinya diambil oleh dirimu.

4. Jujurlah, sebagai sikap percaya diri
 Orang yang memilih untuk berbohong akan perasaan di hatinya merupakan orang yang memilki sikap ragu serta tidak perya diri akan pilihan dan keputusannya. Sikap jujur pada pilihan hati merupakan sikap percaya diri, entah apapun hasilnya nanti.

Saat kita jujur hal ini menunjukkan bahwa kita memilki sikap berani dalam menyatakan sikap serta pilihan hati dengan terbuka. Ketika orang memilki sikap percaya diri dan tidak ragu untuk bersikap, diapun yakin akan pilihan apapun yang ia ambil, merupakan keputusan terbaik untuknya.

Rasa percaya diri pun menunjukkan bahwa kamu telah dewasa dalam emosional. Kamupun telah paham bahwa segala sesuatu akan ada konsekuensinya terlepas dari sikap apapun yang kamu ambil.

5. Jujurlah, karena waktu tak bisa menunggu
Tidak sedikit orang yang memilih tidak langsung mengungkapkan isi hatinya karena ia menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkanya. Orang akan mencoba untuk mengulur-ulur waktu hingga ia berani untuk melawan atas kobohongan yang ada pada perasaannya. Namun, perlu diingat bahwa waktu takkan bisa diputar ulang, waktu itu tidak bisa diputar ulang kapanpun kita mau layaknya rekaman lagu.

Waktu tidak bisa menunggu sampai kapan kamu siap, ia terus berjalan dan tidak bisa dihentikan olehmu bahkan oleh siapapun itu. Tidak sedikit orang yang akhirnya menyesal karena ia menunggu waktu yang dirasa tepat.

Tidak sedikit pula yang akhirnya ditinggal menikah oleh pujaan hatinya dikarenakan alasan ia menunggu waktu yang tepat. Jadi, janganlah terlalu banyak untuk menunggu, karena bisa saja penantianmu akan berakhir menjadi sebuah duka yang berakhir luka.

6. Jujurlah, agar akhirnya berdamai dengan keadaan
Jika saat ini kamu masih berbohong akan perasaanmu tentu kamu diliputi dengan perasaan dilema, bingung akan pilihan yang harus kamu tentukan akankah mengatakan yang sejujurnya atau tidak. Ketika kondisi hatimu seperti itu tentu tidak baik jika kamu mendiamkannya terlalu lama. Cobalah renungkan dan tanyakan pada dirimu, apa yang sebenarnya kamu inginkan oleh hatimu itu.

Berhentilah mempermainkan perasaan hatimu sendiri, jadilah seorang pribadi yang tangguh yang tak takut untuk mengungkapkan perasaan sebenarnya. Jangan pernah lari dan takut untuk menghadapi kegalauanmu. Berdamailah dengan hatimu, maka dirimu akan berdaman dengan keadaan yang kamu hadapi.

Tentu saja pada akhirnya. Ketika sudah berbicara tentang jodoh, ini merupakan ranah Tuhan Yang Maha Kuasa. Tapi, sebagai seorang insan manusia, kitapun harus terus berusaha dan berdoa terlepas apapun hasilnya nanti dibawa happy aja yaa.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Janganlah Membohongi Perasaanmu, Jujurlah Dengan Diri Sendiri"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2