√ Beratnya Tanggungan "Ijab Qobul" Setelah Terucap Kata "Sah"

Ijab qobul merupakan syarat penting dalam prosesi pernikahan kaum muslim. Karena sangat pentingnya Ijab Qobul tersebut, sehingga Allah SWT menggunakan istilah "miitsaqan gholiidhan" yang artinya perjanjian kuat, kokoh dan teguh.

Ijab qobul bukanlah sekedar ikrar semata dalam pernikahan melainkan ijab qabul memiliki makna yang sangat penting yakni sang suami akan menanggung seluruh dosa-dosa yang dilakukan oleh istrinya kelak. Dosa seperti apakah itu?

Dosa yang bisa saja dilakukan oleh seorang istri ialah: tidak menutup aurat, meninggalkan sholat dan lain-lain sebagainya. Semua yang berhubungan dengan istrinya kelak tidak lagi ditanggung oleh orang tuanya melainkan ditanggung oleh suaminya tersebut.

Jika seorang suami berhasil dalam mempertanggung jawabkan atas semua ikrarnya ketika ijab qobul yakni membina rumah tangga beserta anak-anaknya, maka Allah akan mengumpulkannya  kembali seluruh keluarganya di dalam syurga.


"Mengapa Bilang “Qabiltu” Saja Lama?"

Lumrah ketika prosesi ijab qobul itu terkesan cukup lama dan seorang mempelai laki-laki merasa deg-degkan ketika ijab qobul berlangsung, karena seorang suami itu di ibaratkan seperti nahkoda kapal yang harus siap berlayar arungi lautan kehidupan apapun yang terjadi.

Di ibaratkan seperti melakukan perjalanan yang sangat panjang maka sebelum memulainya tentu kita harus menyiapkan bekal yang cukup terlebih dahulu, kita juga harus tau bagaimana medannya yang akan di jalani, kita harus paham dan mengerti apa saja yang boleh dan tidak boleh selama perjalanan tersebut.

Pernikahan adalah petualangan yang sangat panjang, perjalanan yang harus di tempuh, banyak kerikil, rintangan dan cobaan, serta berbagai ujian yang akan menghadang di tengah perjalanan.

Sebelum memulai memang butuh bekal yang cukup, karena kita dituntut untuk selalu siap dan menerima apapun yang akan terjadi dalam bahtera rumah tangganya.

"Butuh Waktu Untuk Menepati Janji-janjinya Yang Pernah Terbait Dalam Ijab Qabul"

Kita tidak boleh banyak menuntut terhadap pasangan kita untuk berlaku sesuatu yang kita inginkan, karena apa yang telah kita berikan terhadapnya terkadang hanya melengkapi kekurangannya.

Pasangan di ciptakan untuk saling melengkapi bukan?, lalu kenapa kita harus sibuk-sibuk membandingkan apa yang sudah kita terima dengan apa yang sudah kita berikan terhadap pasangan kita. Kita bisa menjadi satu tatkala mampu meminimalisir keegoisan yang ada pada diri masing-masing.

"Berbeda Pendapat Bukan Berarti Melupakan Janji Ketika Ijab Qabul"

Saling beradu konsep dalam menata kehidupan berumah tangga itu hal biasa, Sebab istri adalah Seorang Wanita dan suami adalah Seorang Lelaki. Dan tentu selalu ada perbedaan pendapat.

"Ketidak Cocokan Dalam Berpendapat Bukan Alasan Untuk Mengubah Kata Sah Menjadi Tidak Sah"

Jangan jadikan kalimat Ketidak cocokan dalam berpendapat menjadi alasan untuk mengakhiri hubungan rumah tangga. Bukankah sebelum memulainya sudah saling berjanji dan berkomitmen untuk terus maju bersama-sama mengarungi bahtera rumah tangga?

Ungkapan ketidak cocokan sebenarnya hanyalah pembungkus kata "bosan", ketika sudah mulai jenuh dalam memperjuangkan keadaan.

"Pahamilah, Bahwa Wanita Lebih Egois Karena Di Ciptakan Dari Tulang Rusuk Yang Bengkok"

Wanita memang cenderung lebih egois dalam berumah tangga, itulah sebabnya mengapa seorang suami harus lebih pintar dalam menenangkan keadaan, bukan malah beradu ego dalam permasalahan.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan ialah kodrat seorang wanita, ia diciptakan dari tulang rusuk kiri dekat dengan jantung dan hati untuk di kasihi, dan dekat dengan lengan untuk di lindungi.

Memang benar, sangat sulit meluruskan sesuatu yang bengkok dengan sekali tindakan, ibarat seperti ranting yang bengkok ketika kita ingin meluruskannya maka membutuhkan waktu untuk menjadi seperti yang kita inginkan. Jikalau tidak sabar, maka ranting tersebut akan patah saat itu juga.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Beratnya Tanggungan "Ijab Qobul" Setelah Terucap Kata "Sah""

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2