√ Usia Anak Yang Tepat Untuk Belajar Calistung (Membaca, Menulis Dan Berhitung)

Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya menjadi pintar dan berprestasi dalam pendidikan. Dan pastinya setiap Orangtua juga akan merasa senang bila anaknya tersebut bisa calistung sejak kecil.

Apa itu calistung?
Calistung ialah singkatan dari membaca, menulis, dan berhitung. Calistung ini merupakan kegiatan anak-anak dalam belajar mengenal huruf dan angka.

Tak heran, banyak orangtua yang menyekolahkan dan memaksa anaknya harus bisa calistung saat duduk di pra sekolah. Apalagi di beberapa Sekolah Dasar (SD) mensyaratkan anak-anak yang akan masuk ke SD harus bisa membaca, namun ternyata hal itu sangatlah tidak baik bagi kondisi anak.


Menurut yuwanita eka seorang pengajar di Taman Bermain Pelangi, mendorong anak untuk belajar calistung bisa mengganggu perkembangannya, bahkan orangtua bisa melewatkan masa-masa perkembangan anak yang seharusnya penuh warna dengan bermain.

Tahapan kemampuan anak dalam belajar calistung bukanlah keterampilan yang mudah dikuasai oleh anak. Namun terdapat keterampilan-keterampilan pendahuluan yang harus dimiliki oleh anak untuk bisa belajar calistung sebagai modal utama menapaki pendidikan selanjutnya.

Untuk Keterampilan pendahuluan, diberikan pada masa golden age yaitu usia 0–6 tahun. Pada masa inilah sebenarnya otak anak sangat mudah menyerap informasi yang ia lihat dan dipelajari.

Yuwanita juga mengatakan, untuk anak yang usianya 2–3 tahun, anak bisa mengikuti kelas toddler. Di kelas toddler 2 tahun inilah anak-anak akan diajarkan bagaimana caranya untuk bersosialisasi, bermain, dan memang konsep toddler ini belum untuk belajar calistung.

Sedangkan dikelas berikutnya, yaitu usia anak 3 tahun, anak-anak akan diperkenalkan dengan warna, angka 1 - 5, bentuk-bentuk datar, bentuk segitiga, dan sebagainya.

Kemudian pada saat anak berusia 4 tahun, ia sudah mulai masuk Taman Kanak-kanak (TK) A serta masih diperkenalkan dengan nama-nama kendaraan transportasi, bagian tubuh, nama, kesehatan, pantai, laut dan lain sebagainya. Setahun kemudian, yaitu di TK B, metode belajarnya juga tidak jauh beda dengan TK A. Namun pada tingkat kesulitannya yang berbeda.

Jadi anak-anak yang berusia 0–6 tahun ini akan diajarkan cara bermain dengan teman-temannya agar memiliki keterampilan bersosialisasi agar tidak pemalu Ketika bertemu dengan teman-temannya, sehingga anak akan menjadi riang dan tidak diam, lalu menangis.

Usia Mengajarkan Anak Calistung
Jika masa keemasan anak sudah dilewati, barulah anak akan masuk ke tahapan perkembangan kemampuan belajar calistung.

1. Usia Belajar Anak Membaca
Melihat gambar merupakan cara membaca yang paling sederhana, ketika anak berusia 3–5 tahun pun, anak diharapkan sudah memiliki ketertarikan dalam melihat gambar, simbol, atau logo yang ada disekitarnya. oleh sebab itu, Anak membutuhkan media buku bergambar.

Pada usia anak 4–6 tahun, anak baru mulai diharapkan mampu membaca gambar, simbol, atau logo. Misalnya seperti melihat gambar iklan di pinggir jalan atau melihat logo di supermarket. Sedangkan untuk membaca pola ini diharapkan mulai dikuasai oleh anak pada usia 5–7 tahun.

Selain mengenali bentuk-bentuk dan pola, anak juga harus bisa memegang buku dengan baik dan benar serta dianjurkan mampu membalikkan kehalaman selanjutnya. Keterampilan ini sangat berhubungan erat dengan perkembangan motorik anak.

2. Belajar Menulis
Jauh sebelum anak bisa memegang pensil dengan baik dan benar, ia perlu belajar untuk memegang benda dengan telunjuk dan ibu jari atau melatih anak menggunting kertas untuk melatih otot jari agar semakin kuat.

Selanjutnya Ia juga perlu mengetahui bahwa tulisan itu memiliki arti, dan bisa dikembangkan dengan memperlihatkan berbagai buku yang menarik.

3. Belajar Berhitung
Anak-anak juga perlu memahami konsep berhitung bahwa satu untuk satu benda (one-to-one correspondence), jadi sebelum mengajarkan anak menghitung satu-dua-tiga, sebaiknya ajarkan anak untuk bisa membagikan satu benda untuk satu orang atau bisa menggunakan permainan yang menarik.

Seperti yang disebutkan di atas, mengenali simbol termasuk bentuk angka yang diharapkan jika anak sudah berusia 4–6 tahun.

Jadi, usia berapakah anak boleh belajar membaca, menulis dan berhitung?

Menurut psikolog anak, Ana Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi, calistung bisa diajarkan pada anak saat usia 7-8 tahun. Namun, apabila anak sudah terlihat mampu dan lulus dalam pra-calistung, orangtua boleh mengajarkannya sejak usia anak 5-6 tahun. Sebab di usia inilah anak-anak sudah mencapai kematangan sensorik dan motorik. Dan Pada waktu itulah, anak-anak sudah benar-benar siap untuk menulis dan membaca.

Namun Jika ada anak lain yang bisa membaca dan menulis pada usia 4 tahun dan 5 tahun. Sementara anak bunda belum bisa membaca dan menulis. jangan khawatir, semua anak pasti bisa membaca dan menulis, hanya saja waktunya yang berbeda-beda. sebab, perkembangan tiap anak berbeda pula.

Jangan memaksa anak belajar membaca terlalu dini. Apabila terus dipaksakan bisa membaca dan menulis pada saat anak belum siap, maka akan memiliki pengalaman yang buruk serta muncul penolakan untuk belajar.

Namun jika anak bunda sudah sangat tertarik dengan membaca dan menulis di usia 5 atau 6 tahun, maka bunda bisa mengajarkannya dengan metode yang sederhana di sesuaikan dengan usia anak serta melihat batasan-batasannya, tentu agar anak tidak terbebani yang bisa berdampak pada minat anak dalam belajarnya.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Usia Anak Yang Tepat Untuk Belajar Calistung (Membaca, Menulis Dan Berhitung)"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2