√ Waspada, 8 Penyakit Yang Harus Di Hindari Seorang Guru

Semakin bertambahnya usia maka penyakit-penyakit juga mulai menjangkiti, termasuk pada seorang guru. Setidaknya ada beberapa penyakit yang apabila diderita oleh seorang guru maka mengurangi profesionalisme-Nya. Oleh karena itu, semua guru agar bisa mewaspadai jenis penyakit ini, yang apabila menyerang seorang guru maka bisa menghalanginya untuk menjadi guru profesional.

Untuk menjadi seorang guru profesional tentu membutuhkan kemauan, kemampuan dan juga keterampilan yang tinggi. Inilah penyakit-penyakit yang harus diwaspadai oleh guru:


1. Tipes = Tidak Punya Selera
Gejala dari penyakit ini ialah memberikan pelajaran selalu monoton, sehingga anak-anak didiknya seringkali mudah bosan dan malas untuk mengikuti pelajaran-Nya.

2. Mual = Mutu Amat Lemah
Kualitas guru yang kurang sehingga bisa berpengaruh pada hasil kegiatan belajar mengajarnya, meskipun seorang guru sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi pada peningkatan mutu.

3. Kudis = Kurang Disiplin
Bisa terlihat, selalu datang terlambat dan sebagainya. Seorang guru yang kurang disiplin bisa menyebabkan murid-muridnya melakukan hal yang sama.

4. TBC = Tidak Bisa Computer
Kemajuan teknologi komputer yang dapat dimanfaatkan sebagai penunjang kegiatan pembelajaran dan administrasi malah memilih cara-cara lama. Dengan alasan tidak bisa mengoperasikan komputer dan tidak ada waktu untuk belajar komputer.

5. Kram = Kurang Terampil
Ada beberapa media pembelajaran disekolah tidak terpakai malah dibiarkan sampai rusak. Seharusnya tetap dirawat agar bisa tetap dipakai ketika suatu saat dibutuhkan.

6. Asam Urat = Asal Sampaikan Materi Tapi Kurang Akurat
"Anak-anak silakan buka halaman 15, dibaca sampai halaman 20, lalu soal halaman 21 dikerjakan ya,,". Mungkin kurang lebihnya seperti itulah contohnya.

7. Lesu = Lemah Sumber
Hanya memiliki sedikit buku penunjang pembelajaran. Apalagi jika hanya mengandalkan buku LKS yang sebenarnya buku LKS ialah rangkuman materi dan kumpulan soal.

8. Diare = Di Kelas, Anak-Anak Remehkan
Bisa jadi karena guru hanya ceramah di depan kelas. Atau menganggapnya jika hubungan guru dan murid hanyalah sebatas antara mengajar materi kemudian selesai.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2