√ Agar Anak Bisa Menulis Dengan Baik, Ajarkan 15 Cara Melatih Motorik Halus Berikut ini ...

Tidak sedikit dari orang tua yang menginginkan anaknya bisa menulis secepatnya. Akan tetapi, terkadang kemampuan anak kurang dipersiapkan dengan baik.

Beberapa diantaranya anak sudah mengenal bentuk-bentuk huruf dengan baik, akan tetapi jika kemampuan motorik halusnya tidak terlatih dengan baik, maka cara anak memegang pensilpun akan terlihat sangat kaku.


Terdapat beberapa kegiatan yang bisa dilakukan oleh anak untuk melatih motorik halusnya agar otot-otot jari menjadi kuat, otot-otot tangannya juga bisa berfungsi dengan baik, dan anakpun bisa menggerakan jari-jarinya dengan lentur.

Berikut dibawah ini kegiatan atau cara melatih motorik halus pada anak:

1. Belajar Menggunting kertas
Sebelum kegiatan ini dimulai, suatu hal yang paling pertama dilakukan yaitu mengajarkan pada anak bagaimanakah cara memegang gunting yang baik dan benar.

Cara memegang gunting dengan benar ialah jari telunjuk dan ibu jari masuk kedalam kedua lubang yang ada pada gunting. Posisikan jari telunjuk berada dibagian luar, hal ini dikarenakan agar posisi tersebut stabil ketika gunting digerakkan.

Sedangkan untuk kedua jari lainnya menekuk kebagian atau kearah telapak tangan. Posisi yang benar ketika memegang gunting akan membantu pada proses penguatan otot-otot jari jemari.

2. Belajar Melipat kertas
Kegiatan melipat ini bertujuan agar bisa menguatkan otot-otot pada telapak tangan dan jari jemari tangan, terutama ketika anak mulai melipat dan menekan lipatan tersebut. Kegiatan ini bisa dimulai dengan sebuah lipatan sederhana, misalnya melipat bangun datar, membuat buku, membuat amplop, membuat sapu tangan, dan hal lainnya.

3. Memutarkan Koin
Ajarkanlah anak untuk bermain memutarkan koin. salah satunya bisa dalam bentuk kompetisi, ketika ada anak yang koinnya berputar lebih lama maka ia adalah pemenangnya.

Selain itu, bisa juga mengajak anak untuk memutarkan koin diatas meja. Sehingga ketika ada anak yang bisa memutarkan koin di atas meja tanpa terjatuh atau keluar dari meja anak akan mendapatkan sebuah reward.

Dengan adanya hal ini, akan memacu anak untuk memutarkan koin dengan sekencang-kecangnya. Maka, melalui aktivitas ini dapat melenturkan otot-otot kecil pada jari tangan anak.

4. Membuat hubungan dari sebuah titik-titik
Kegiatan ini adalah kegiatan yang biasanya menjadi favorit dikalangan anak-anak. Pada saat pembelajaran bisa mengajak anak untuk menghubungkan titik yang satu dengan titik yang lain berdasarkan urutan yang benar (biasanya urutan titik ini berdasarkan huruf atau nomor), yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah bentuk yang dapat menyerupai berbagai benda, hewan ataupun hal lainnya.

Melalui kegiatan ini jemari tangan anak akan terlatih begitupun otot lengan anak. Ketika melakukan kegiatan ini, usahakan anak melakukannya di atas meja, supaya otot pada lengan anak bisa bekerja lebih fleksibel.

5. Kegiatan Menjiplak
Sebelum kegiatan menjiplak ini dilakukan, buatlah sebuah bentuk yang sederhana sebagai permulaan pada sebuah kertas karton misalnya bentuk buah jeruk, apel, bintang atau hal lainnya. Setelah itu, mintalah anak untuk menggambar mengikuti pola jiplakan yang telah disiapkan. Kemudian, mintalah anak untuk menghiasi dengan gambar lain atau bisa juga memintanya untuk mewarnainya.

6. Kegiatan Meronce
Kelenturan dan kekuatan dari otot jari jempol, jari telunjuk dan jari tengah amatlah penting untuk anak agar bisa memegang pensil dengan cara yang benar. Kegiatan ini bisa membantu agar menguatkan ketiga jari tersebut. Contoh kegiatan meronce salah satunya ialah mengajak anak untuk memasukan manik-manik pada sebuah benang yang bisa dibuat menjadi sebuah gelang ataupun kalung.

7. Kegiatan Menempel
Kegiatan menempel ini bisa kita kombinasikan dengan kegiatan menggunting. Pada saat pembelajaran mintalah anak menggunting pola yang telah dibuat kemudian dilanjutkan dengan menempelkannya pada sehelai kertas. Bisa juga setelah ditempel hasil tersebut dihias dan diberi warna-warni.

8. Memainkan Playdough
Dengan adanya media Playdough dapat dijadikan sebuah permanian. Permaian ini terkesan anak lebih bebas untuk mengekspresikan imajinasinya dengan membuat berbagai bentuk benda-benda . Permainan ini bisa diberikan ketika jam istirahat.

9. Kegiatan Menyobek Kertas
Kegiatan ini bisa dimulai dengan meminta pada anak untuk menyobek-nyobek kertas yang diberikan padanya menjadi sobekan-sobekan kecil. Untuk kertas yang diberikan bisa berupa koran ataupun kertas yang sudah tidak terpakai lagi.

10. Menggambar bentuk dan mewarnainya
Kegiatan ini adalah kegiatan favorit bagi setiap anak-anak. Dalam kegiatan menggambar pada saat pembelajaran arahkanlah anak ataupun membiarkan anak menggambar sesuai imajinasinya, setelah itu mintalah anak untuk mewarnainya. Ketika anak telah selesai menggambar dan mewarnainya ataupun ketika ia sedang mengerjakan tugasnya mari ajaklah anak untuk tanya jawab seputar gambar yang dibuatnya. Dengan bertanya pada anak, akan membuat terkejut akan penjelasan yang disampaikan oleh anak. Bisa dimulai dengan pertanyaan sederhana “Wahh, gambarnya bagusnya. Kira-kira ini gambar apa ya?”

11. Memecahkan gelembung-gelembung plastik
Gelembung disini adalah gelembung plastik dari pembungkus barang-barang yang mudah pecah belah. Akan tetapi, untuk kegiatan pembelajaran bisa juga membelinya di toko-toko plastik ataupun kardus. Dalam kegiatan ini memintalah anak untuk memecahkan gelembung satu persatu secara berurutan dengan mengunakan jari-jari yang berbeda.

12. Memindahkan sebuah benda dengan bantuan jepitan jemuran
Dengan menggunakan jepitan jemuran mintalah anak untuk memindahkan benda dari tempat satu ke tempat lainnya. Agar benda yang disediakan dapat berpindah, biasanya benda yang disediakan lebih kecil dari penjepit jemuran itu. Salah satu contohnya bisa mengunakan pengampus, pensil, ataupun benda lainnya.

13. Memasangkan sendiri tali sepatu
Agar pembelajaran ini menjadi hal menarik, jadikanlah pembelajaran ini menjadi sebuah kompetisi. Mintalah siswa berbaris menjadi dua barisan yang saling berhadapan. Setiap anak haruslah dapat memasukan tali sepatu itu kemudian mengeluarkannya kembali dan berlanjut ke lubang yang lainnya.

14. Bermain menjadi penjahit
Permainan ini dapat dilakukan dengan membentuk sepasang baju ataupun celana yang mempunyai ukuran yang sama, kemudian baju dan celana tersebut diberikan lubang-lubang di dekat tepinya. Perhatikan bunda letak lubang kedua pasang baju ataupun celana tersebut haruslah sama. Ketika sudah siap, bunda bisa meminta anak untuk menyatukannya dengan seutas benang.

15. Menyusun kepingan puzzle atau balok
Permainan ini biasanya banyak dijual di toko-toko mainan. Permainan ini memang sangat umum dimainkan di paud/tk/ra dan bahkan menjadi permainan yang wajib dimiliki oleh setiap sekolah. Ketika media balok atau puzzle telah tersedia mintalah anak untuk menyusunnya.

Untuk media puzzle diharapkan anak dapat menyusunnya hingga membentuk sebuah gambar dan untuk balok mintalah anak untuk menyusun sesuai imajinasinya. tak jarang ada anak yang meski hanya diberikan beberapa buah balok tetapi ketika ditanya dia bisa menjawab yang ini rumah, ini mobil, ini tempat jualan dan sebagainya. Ketika anak yang mempunyai balok dengan jumlah yang banyak, biasanya anak membuat menara, gedung-gedung bertingkat dan sebagainya.

Kegiatan diatas dapat dilakukan secara bergiliran satu sama lain sehingga anak tidak mudah bosan. Dengan mengajarkan aktivitas diatas akan membuat otot-otot jari jemari, lengan, serta motorik halus anak terlatih dengan baik.

Tidak perlu memaksakan anak untuk bisa menulis ketika kemampuan motorik halusnya belum bekerja dan terlatih. Kegiatan motorik halus diatas tidak hanya bisa dilakukan disekolah akan tetapi bisa dilakukan dirumah agar orang tua bisa membantu melatih perkembangan motorik halus pada anak.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Agar Anak Bisa Menulis Dengan Baik, Ajarkan 15 Cara Melatih Motorik Halus Berikut ini ..."

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2