√ Penyebab Anak Tidak Bisa Diam Dan Terlihat Selalu Aktif

Setiap anak tentu saja memiliki fase perkembangan yang berbeda-beda dari yang satu dan anak yang lainnya.

Terkadang seringkali orangtua merasa kewalahan, dan marah saat anaknya tidak bisa diam. Terlebih lagi saat si Kecil suka berlari-larian di dalam rumah, berlarian di jalan terbuka, hingga kegiatan suka mengusili hewan peliharaan-Nya.

Apabila anak bunda seringkali tidak bisa diam, tentu bisa membuat orangtua merasa lelah dan stress sendiri karena memerlukan banyak energi ekstra untuk mengawasinya.

Sebelum memarahi anak karena tidak bisa diam, sebaiknya bunda perlu mengetahui berbagai macam faktor pemicu hal ini. Selain itu, Orangtua juga tidak boleh selalu memarahi anak, karena bisa menganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.


Untuk bunda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang penyebab anak tidak bisa diam ialah sebagai berikut:

1. Pemicu ADHD atau gangguan kinerja otak yang menyebabkan anak tidak bisa diam
Pemicu Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) ialah suatu gangguan pada kinerja otak anak yang bisa menyebabkan anak menjadi hiperaktif atau tidak bisa diam.

Gejala ADHD termasuk dalam kategori gangguan perilaku hiperaktif dan pemusatan perhatian yang seringkali sulit diketahui apabila anak-anak berusia kurang dari usia 3 tahun.

Namun perlu diketahui, bahwa anak dengan ADHD ini memiliki tanda-tanda yang bisa dipahami oleh orangtua.

Menurut penelitian Dr. Benz Vitiello dari National Institute of Mental Health, beberapa tanda-tanda dari ADHD ini harus diketahui agar keluarga dan orangtua bisa segera memberikan stimulasi khusus dan penanganan secara tepat terhadap perkembangannya.

Tanda-tanda ADHD yang terjadi pada anak antara lain:
- Anak memiliki kebiasaan begadang dimalam hari. Umumnya anak akan memiliki banyak masalah kualitas tidurnya, sehingga Ia seringkali terbangun ditengah malam hanya karena ingin terus bergerak.

- Seringkali melakukan kegiatan memanjat hingga melompat-lompat, sehingga membuat orangtua merasa kewalahan saat mengontrol anaknya ketika diminta untuk berhenti.

- Sulit sekali untuk bersosialisasi dengan oranglain termasuk teman-teman se-usianya karena banyak bergerak tanpa henti.

Itulah beberapa tanda umum yang bisa membuat anak selalu terlihat aktif, tidak bisa diam dan sangat lincah bergerak. Untuk hal ini sebaiknya penanganannya lebih khusus.

2. Pemicu penyakit hipertiroidisme
Berbeda dengan jenis penyakit fisik lainnya yang terkadang bisa membuat anak terlihat lesu dan kurang bersemangat. Namun penyakit fisik seperti Hipertiroidisme dan kelainan telinga bagian dalam bisa memicu gejala hiperaktif pada anak-anak.

Hipertiroidisme ialah salah satu kondisi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroksin.

Meskipun hal ini jarang terjadi pada anak-anak, namun hipertiroidisme ini bisa memicu anak seolah-olah tidak bisa diam dan terkadang dipenuhi oleh perasaan cemas.

Selain hal itu, apabila anak memiliki kelainan pada telinga bagian dalam bisa menyebabkan anak lebih aktif. Sebab, gangguan pendengaran pada telinga bisa memicu anak-anak ingin terus bergerak sesukanya.

3. Anak tidak bisa diam bisa menjadi salah satu tanda anak akan memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi
Kecerdasan kinestetik merupakan salah satu kemampuan anak menggunakan ketangkasan tubuhnya untuk mengekspresikan berbagai macam ide dan perasaannya. Bahkan anak kinestetik juga bisa menggunakan kecerdasannya melalui berbagai macam keterampilan tangan untuk mengubah ataupun menciptakan sesuatu.

Selain itu, anak juga akan selalu menggerak-gerakan kakinya, suka melompat-lompat, mengetukan jemari, sehingga anak ini lebih cenderung lebih senang bergerak dan tidak pernah bisa duduk diam.

Umumnya, anak dengan kecerdasan kinestetik ini butuh menyalurkan energi gerak yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak lain.

Jika bunda perhatikan, anak-anak dengan kecerdasan kinestetik tinggi terbiasa menciptakan sesuatu yang ia sukai dengan kemampuannya, misalnya menggunting ataupun menulis. Bahkan tanpa disadari tahapan perkembangan anak kinestetik bisa lebih cepat.

4. Adanya pengaruh dari zat adiktif pada makanan yang dikonsumsinya
Beberapa penelitian dan riset telah mengatakan, bahwa seseorang yang terlalu mengkonsumsi makanan dengan campuran zat adiktif bisa memicu pengidap ADHD lebih hiperaktif daripada sebelumnya. Beberapa zat adiktif ini di antaranya ialah pemanis, pewarna, dan bahan pengawet buatan.

Walaupun persentase anak hiperaktif cukup kecil setelah mengkonsumsi zat adiktif, namun sebaiknya bunda hindari apalagi makanan dengan zat adiktif ini bisa menurunkan kesehatan.

Itulah beberapa penyebab yang bisa memicu anak tidak bisa diam dan ingin terus bergerak seolah-olah tidak terkontrol. Jika bunda merasa terganggu dengan kondisi anak yang seperti ini, sebaiknya bunda tidak langsung memarahinya.

Sebagai orangtua, bunda juga bisa menyalurkan energi anak ke arah yang lebih positif dengan berbagai macam kegiatan baru dan juga menyenangkan. Dengan begitu maka tingkat keaktifan anak yang seolah-olah tidak bisa diam  bisa menjadi lebih terarah.

Selain hal itu, ada beberapa cara yang perlu bunda pelajari untuk menghadapi anak-anak yang tidak bisa diam seperti:

- Berusaha belajar lebih baik untuk bisa mengendalikan emosi diri sendiri.
- Mempelajari perilaku anak sesering mungkin dan perlu mencatat perubahan yang terjadi pada anak.
- Berbicara dengan keluarga ataupun orang-orang terdekat yang ikut dalam menjaga anak agar tidak mudah marah ketika anak sulit diam.

Itulah beberapa tips yang bisa bunda terapkan di rumah. Usahakanlah jangan sampai menganggap kalau kebiasaan anak yang tidak bisa diam tersebut menjadi sesuatu yang menjengkelkan.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2