√ Trik Cara Melarang Anak Dengan Baik Dan Tepat, Agar Anak Tidak Menangis ...

Anak balita sebenarnya tidak menyukai dengan kata-kata larangan dari siapapun, baik orangtuanya ataupun orang lain. misalnya seperti ucapan "jangan " ataupun "tidak". Sebab usia anak balita memang memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi, rasa ingin tetap bereksplorasi, dan cenderung ingin mengetahui apa yang ada di sekitarnya.

Semakin bunda melarangnya maka semakin ia penasaran dan tidak mau mengindahkan larangan tersebut, bahkan lebih cenderung sengaja akan melakukan hal-hal yang dilarangnya.

Penelitian di university of texas juga telah menunjukan "bahwa semakin banyaknya larangan yang diterima oleh anak, maka bisa memengaruhi sikap anak selanjutnya, bahkan mereka akan terus mencobanya kembali. Selain itu, Anak juga akan semakin terus melakukan perbuatan yang dilarang oleh siapapun termasuk orangtuanya, sehingga anak akan tetap menirunya dikemudian hari".

Ironisnya, anak-anak yang sering menerima ucapan larangan tersebut, ia lebih cenderung memiliki kemampuan bahasa yang sangat kurang jika dibandingkan dengan anak-anak lainnya yang sering menerima kalimat positif. Oleh sebab itu, orangtua perlu mempelajari cara melarang anak dengan baik dan tepat.


Ungkapan Cara Melarang Anak Yang Baik Dan Tepat Tanpa Harus Anak Menangis
Berikut dibawah ini cara yang bisa bunda terapkan untuk melarang anak dan memberikan pemahaman yang baik pada anak.

1. Gunakanlah kalimat lain selain kata " jangan" Dan "Tidak"
Salah satu cara untuk melarang anak ialah dengan mengganti kata-kata larangan "jangan" dan "tidak" dengan kalimat yang lebih positif. Misalnya, perkataan berikut ini "Jangan mengambil makanan yang sudah jatuh, itu sudah kotor", Namun lebih baiknya bunda gunakan perkataan seperti ini "Ayoo kita ambil makanan lagi dirumah, masih banyak buat adek kok"

Selanjutnya, apabila balita terus merengek meminta permen ketika diajak belanja, perkataan "Tidak boleh makan permen sebelum makan malam, nanti perutnya sakit" namun cobalah gunakan kalimat berikut ini "Adek harus makan malam dulu yaa"

Ketika anak sudah makan, umumnya ia akan mengurungkan niatnya untuk makan permen karena merasa sudah kenyang.

2. Ajarkanlah anak dengan rasa tanggung jawab sejak ia masih kecil
Sebagai contohnya, apabila anak bermain-main dengan gelas minuman kemudian ia menumpahkannya, sebaiknya berikanlah kain lap dan mintalah kepada anak untuk membersihkan air tumpahannya tersebut. Misal "adek tolong Lap airnya yang tumpah yaa.."

Dengan cara seperti ini, maka kita tidak ada kata melarangnya ketika anak bermain lebih lanjut, namun poin positifnya justru melatih anak agar ia bertanggung jawab atas perbuatannya.

3. Berikanlah suatu pilihan
Ketika bunda melarang anak makan sesuatu, namun anak tetap ingin memakan apa yang ia inginkan, Cara melarang anak yang tepat ialah bunda jangan menjawab "ya" ataupun "tidak" kepada anak, namun berikanlah suatu pilihan lain ketika menjawab permintaannya.

Misalnya, apabila anak meminta permen, namun bunda tidak menyetujuinya berikanlah suatu pilihan dengan menawarkan pilihan lain misalnya dengan katakan "buah atau roti?, ini jauh lebih enak, cobain deh"

Dari poin ini, anak akan belajar bahwa orangtua menolaknya tidak secara langsung, namun dengan suatu pilihan yang lebih positif ketimbang mengatakan "jangan" ataupun "tidak"

4. Berikanlah alasan-Nya
Cara melarang anak yang baik dan tepat ialah dengan memberikan suatu penjelasan mengapa permintaannya tersebut tidak dikabulkan. Meskipun anak belum  bisa memahami sepenuhnya, namun hal ini merupakan suatu proses belajar yang baik dan bisa melatih jalan pikirannya.

Sebagai contohnya, anak bunda menangis merengek di tempat umum meminta sesuatu. Jelaskanlah dengan baik dan tetap netral jangan sampai malu ataupun marah, namun katakanlah pada anak "bahwa perilakunya bisa mengganggu orang lain di sekitarnya Dan adek bisa di jauhi teman-temannya kalau menangis, nanti engga ada temannya"

Meskipun, mungkin saja anak tetap tidak mau menuruti orangtua, setidaknya anak mulai menangkap apa perkataan orangtua sehingga proses belajar anak untuk memikirkan lingkungannya sudah masuk kedalam pemikiran anak, dan anak akan mulai melatih bertoleransi terhadap orang lain.

5. Boleh berkata "tidak" dan "jangan" hanya dalam keadaan terpaksa
Dalam kondisi tertentu, terkadang orangtua terpaksa harus berkata "tidak" dan "jangan", terutama apabila kondisinya memang terdesak misalnya anak bermain yang dapat membahayakannya.

Ucapan " jangan" atau "tidak" jangan sampai menggunakan emosional akan tetapi harus tegas, sehingga anak akan tahu bahwa larangan ini adalah serius.

Jangan Lupa Bahasa tubuh juga sangat penting agar anak mengetahui bahwa orangtua juga benar-benar melarangnya.

6. Hindarilah permintaan anak
Sebelum anak meminta sesuatu yang tidak di ijinkan, sebaiknya antisipasilah agar anak tidak teringat untuk memintanya.

Sebagai contohnya, orangtua tidak akan membelikan mainan anak di toko, sebaiknya ketika melewati toko tersebut alihkanlah perhatiannya, misalnya saja sambil bertanya kepada anak " coba lihat lampu-lampu menarik di sebelah sana".

Itulah cara yang tepat dan baik ketika bunda akan melarang anak, agar ia tumbuh menjadi anak yang bisa memahami apa itu larangan dan cara meluapkanya dengan baik untuknya.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Trik Cara Melarang Anak Dengan Baik Dan Tepat, Agar Anak Tidak Menangis ..."

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2