√ Anak Tidak Bisa Diam? Bisa Jadi Anak Memiliki Kecerdasan Kinestetik, Simak Ulasannya Berikut ini ...

Apakah anak bunda termasuk anak yang tidak bisa diam ketika disuruh duduk? Dan Apakah anak bunda sangat aktif bergerak jika dibandingkan dengan anak lainnya? (Namun dalam penjelasan ini berbeda dengan anak hiperaktif yaa).

Jika anak bunda termasuk anak yang aktif bisa jadi memiliki kercedasan kinestetik. Sebab, anak yang seperti ini sangat membutuhkan gerakan-gerakan dalam mempelajari segala hal, termasuk berupa sentuhan, ataupun biasa disebut dengan taktil.

Apabila anak bunda memiliki kecerdasan kinestetik, jangan harap anak-anak yang seperti ini bisa mengalami kemajuan pesat apabila dengan gaya belajar menatap buku dan menghafalkan isi kalimat demi kalimat seperti yang diterapkan dikelas pada umum-Nya.

Suasana kelas yang dirancang agar anak-anak bisa duduk diam, bisa mendengarkan, bisa memperhatikan, dan bisa berkonsentrasi, bisa jadi merupakan suatu hambatan bagi anak kinestetik ini (taktil).

sayangnya, anak-anak yang tidak bisa fokus atau tidak bisa konsentrasi diruang kelas seringkali diberi label anak hiperaktif, ADD, ataupun ADHD.


Tahukah bunda, bahwa keaktifan anak bisa saja terjadi karena ia memiliki kecerdasan kinestetik yang tinggi?

Berikut dibawah ini fakta penting tentang kecerdasan anak kinestetik atau taktil yang harus bunda ketahui:

1. Kenali kecerdasan kinestetik atau taktil
Kecerdasan kinestetik ialah suatu kemampuan anak menggunakan ketangkasan tubuhnya untuk mengekspresikan ide dan juga perasaannya untuk menggunakan keterampilan tangan untuk mengubah ataupun menciptakan sesuatu.

Menurut Thomas seorang ahli pendidikan dari Amerika, hal ini di sebabkan karena anak memiliki kemampuan fisik yang cukup tinggi. misalnya seperti koordinasi, keseimbangannya, keterampilannya, kekuatannya, kelenturan, dan juga kecepatan-Nya.

Sedangkan menurut Howard Gardner, seorang ahli psikologi dan perkembangan manusia dari Harvard University, kecerdasan kinestetik muncul pada saat seseorang mampu melakukan gerakan-gerakan yang sangat baik, misalnya seperti berlari, menari, ataupun menciptakan sesuatu seperti seni dan kerajinan tangan.

Dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences, ia mengatakan bahwa kecerdasan kinestetik ini ialah salah satu dari delapan kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang.

2. Ciri-ciri anak memiliki kecerdasan kinestetik
Pada umumnya, anak-anak yang memiliki kecerdasan kinestetik akan menunjukan beberapa perilaku tertentu dengan gaya belajar seperti berikut ini:

A. Anak dengan kecerdasan kinestetik harus banyak bergerak dan melakukan aktivitas
Pada umumnya, anak akan selalu menggerak-gerakan kakinya, suka melompat-lompat, mengetukan jemari, dan juga tidak bisa duduk diam. Sebab mereka hanya bisa belajar  melalui gerakan-gerakan tubuh dan sentuhan.

B. Anak dengan kecerdasan kinestetik memiliki ingatan yang hebat
Anak bisa belajar dengan cepat dan memiliki daya ingatan yang kuat apabila mereka melakukannya dengan gerakan-gerakan. Secara umum, anak dengan kecerdasan kinestetik seringkali memiliki bakat dalam aktivitas fisiknya.

Anak yang memiliki kecerdasan kinestetik juga akan tampil menonjol dalam kegiatan olahraga lari, renang, menari, dan juga pada kegiatan olahraga lainnya.

Biasanya, anak kinestetik memiliki gerakan-gerakan yang sangat terkoordinasi dan mempunyai naluri yang cukup bagus terkait tubuh mereka.

Sebagai contohnya, anak memiliki koordinasi tangan dan mata yang cukup baik dan luar biasa, serta reaksi yang sangat cepat.

3. Ciri-ciri anak dengan kecerdasan taktil
Sedangkan pada anak yang memiliki kecerdasan taktil, ia akan menunjukan beberapa perilaku tertentu dengan gaya belajar seperti berikut ini:

A. Anak taktil lebih cepat belajar menggunakan gerakan tangan
Alih-alih karena belajar melalui pergerakan seluruh tubuhnya, anak lebih cepat menguasai melalui pergerakan tangan-Nya.

B. Anak taktil belajar melalui sentuhan
Anak taktil akan lebih cepat belajar dari pengalamannya yang ia dapatkan dari jari jemarinya.

C. Anak taktil juga lebih cepat belajar dari aktivitas menggunakan tangannya
Salah satunya dalam hal ini ialah anak taktil lebih mudah menggunakan gerakan-gerakan tangan dalam mempelajari huruf. misalnya, ia akan lebih mudah mengerti dan memahami belajarnya jika sang pengajar memperagakan melalui gerakan tangan dalam menjabarkan huruf.

4. Apa yang harus Bunda lakukan agar anak berkembang maksimal?
Anak kinestetik dan taktil tentu akan mengalami kesulitan-kesulitan tertentu dalam belajarnya.

Berikut dibawah ini daftar kesulitan yang mereka hadapi, dan apa yang harus bunda lakukan baik disekolah maupun di rumah?

A. Anak tidak bisa duduk diam
Biarkanlah anak bergerak sesuka hati. Beberapa anak mungkin bisa lebih baik dalam belajarnya jika ia melakukan sambil berjalan-jalan ataupun menggerak-gerakan kaki. Bunda juga bisa ajak anak untuk bermain engklek untuk melatih gerakan-Nya.

Sedangkan jika di sekolah, bunda bisa memberikan pengertian kepada gurunya agar memperbolehkan Anak untuk menggoyangkan kaki, sesekali berdiri, ataupun boleh ditugaskan untuk menghapuskan papan tulis, yang terpenting selama kegiatannya tidak mengganggu aktifitas mengajar.

B. Mudah kehilangan minat
Apabila anak bunda sedang mengerjakan pekerjaan rumah, bagikanlah waktunya dalam rentang waktu yang singkat. Selipkan juga waktu istirahat di antaranya.

Misalnya lagi, ketika anak mengerjakan PR matematika, berikanlah ia istirahat untuk berjalan-jalan di halaman rumah, atau bermain lompat-lompatan, ataupun aktivitas fisik lain yang menjadi pilihan-Nya.

C. Mudah mengalami kesulitan jika mempelajari tahapan dan prosedur
Beri tahu kepada anak, apa tujuan akhir dari yang ia kerjakan. Kemudian, tunjukanlah langkah-langkah yang disarankan dan biarkanlah anak membayangkan untuk melakukan hal tersebut.

D. Perhatiannya mudah teralihkan
Selanjutnya, ciptakanlah tempat atau ruangan yang nyaman dan terpencil didalam rumah, sebagai tempatnya membuat mereka lebih fokus.

E. Mudah kesal
Saat anak bunda kesal dampingilah untuk bersama anak, jumlah waktu yang dibutuhkan untuk beristirahat bersama anak dan melakukan relaksasi.

Jika bunda merasa anak tidak bisa diam, jangan langsung memarahinya ataupun memberikan label sebagai anak hiperaktif atau anak yang tidak bisa diatur. Sebab, Bisa jadi ia memiliki kecerdasan kinestetik ataupun taktil yang tinggi.

Untuk memastikannya, bunda juga bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog anak.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2