√ Akibat Buruk Anak Di Berikan Kebebasan (Free Control)

Pada umumnya, setiap orangtua tentunya memiliki gaya pengasuhan yang berbeda-beda, setiap 'rumah' memiliki aturan yang tidak sama. Ada orangtua yang menerapkan aturan yang ketat dan disiplin pada anak-anaknya, namun ada juga orangtua yang membatasi setiap gerak-gerik anak-anaknya karena dikhawatirkan lepas dari pengawasan-Nya.

Namun di sisi lain, ada juga orangtua yang justru memberikan kebebasan penuh pada anak-anaknya, entah itu karena faktor kesibukan orangtuanya ataupun memang penerapan pola pengasuhan yang dipilihnya.

Dilingkungan sudah banyak kita lihat dampak negatif dari orangtua terlalu mengekang dan menerapkan pola aturan yang sangat ketat pada anak-anaknya, sehingga anak akan memiliki perilaku suka berbohong, bandel ataupun nakal karena anak sudah terbiasa menentang dan mencari celah demi melawan aturan dari orangtua-Nya.

Lantas, bagaimanakah dengan pola asuh anak yang mempunyai kebebasan penuh, sehingga orangtua-nya cenderung lepas kontrol?

Alih-alih ingin memberikan kebebasan pada anaknya tentang perkembangannya, nyatanya anak harus tetap diberikan kontrol dan pantauan agar tidak terjadi hal-hal berikut ini:

Dampak Buruk Free Control Terhadap Didikan Anak



1. Anak tidak memiliki aturan perilaku
Semua Anak perlu memiliki aturan dalam kehidupan-nya, termasuk pada perilaku-Nya.

Orangtua yang tidak memberikan didikan tentang batasan dan aturan dalam kehidupan anak, justru akan membuat anak tersebut hidup dalam ketidakpastian dan tidak akan memiliki kendali.

Batasan dan aturan memang sangatlah penting untuk disampaikan kepada anak sejak usia dini, agar anak mengetahui dan sadar bahwa segala tindakan apapun harus di pertanggung jawabkan atas perilaku mereka.

2. Bisa terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat
Penting sekali orangtua harus tetap memantau perkembangan sosial dan emosional anak, terutama di masa-masa anak jelang remaja.

Pantauan orangtua akan membantu anak mengembangkan keterampilan interpersonalnya. Tanpa adanya panduan dari orangtua, anak tidak akan memiliki 'standart' dalam berprinsip dan bersikap di lingkungan sosial-Nya.
.
Panduan keterampilan ini meliputi bagaimana cara anak berinteraksi dengan orang-orang dalam lingkungan sosialnya dengan baik, tatakrama, dan aturan dalam perkembangannya, sebaiknya orangtua tetap mengajarkan kepada anak tentang pentingnya mencari teman yang baik agar anak tidak terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat di masa depan.

3. Berisiko bisa melakukan perbuatan Negatif
Anak-anak yang lepas dari kontrol orangtuanya sangat berpotensi melakukan perilaku anti sosial.

Banyak perilaku negatif yang bisa dilakukan oleh anak akibat orangtua lalai dalam pengawasan-Nya yang menerapkan pola lepas kontrol. Tidak heran jika dikemudian hari anak-anak akan hidup dalam perilaku yang salah dan bisa berisiko melakukan berbagai macam tindakan melawan hukum dan mengganggu masyarakat.

Perilaku-perilaku negatif dalam masyarakat yang biasanya dilakukan oleh anak-anak pra remaja ialah terlibat dalam perkelah!an antar Geng, Suka Mencuri, Merusak fasilitas umum dan tindakan buruk yang lainnya. Umumnya hal ini bisa terjadi karena anak merasa dibebaskan dan tidak mengetahui arti tanggung jawab serta sebab-akibat dari perilaku-Nya.

Psikolog juga telah mengatakan 'Sebagian anak akan merasa, dengan ia dibebaskan, maka orangtua tidak memperhatikan dan menyayanginya sehingga anak akan melakukan tindakan-tindakan diluar nalar demi menarik perhatian orangtua dan orang dewasa lain-Nya.

Baca juga:
>> Dampak Buruk OrangTua Sering Memarahi Anak, Inilah 8 Akibatnya Yang Akan Terjadi Pada Psikis Anak

>> Dampak Buruk OrangTua Memukul Anak, Simak Penjelasan Ahli Psikolog Tentang Kejiwaan Dan Mental Anak

4. Anak tidak mengenal DISIPLIN
Orangtua adalah panutan penting dalam kehidupan anak. Telah terbukti apabila orangtua selalu melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya, maka ia akan memiliki pengaruh besar dalam kehidupannya dikemudian hari.

Phyllish Heath Ph.D., dalam bukunya yang berjudul Parent-Child Relations, telah menuliskan bahwa anak-anak yang hidup tanpa adanya pengawasan dari orangtuanya, ia akan cenderung menjadi anak tidak disiplin yang salah satu akibatnya membuat mereka menjadi gagal dalam bidang akademik.

Itulah beberapa hal yang bisa bunda pelajari tentang pentingnya melakukan suatu pengawasan terhadap anak, terutama saat anak memasuki usia remaja. Tanpa adanya maksud untuk mengekang, sejatinya setiap anak akan merasa aman apabila orangtua ikut berperan dalam kehidupannya, sampai anak mencapai usia yang matang dan dewasa untuk bisa mengambil keputusan dalam hidup.

"Jangan biarkan anak tumbuh besar sendirian tanpa adanya nilai-nilai penting dalam kehidupannya"

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2