√ 5 Cara Agar Anak Laki-Laki Memiliki Kecerdasan Emosional, Supaya Tidak Pemarah

Banyak orangtua yang percaya bahwa anak laki-laki terlahir dengan kecerdasan emosi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan anak perempuan.

Sedikit saja tidak suka dengan omongan orang lain, anak laki-laki lebih cenderung mudah sekali untuk marah. Tak jarang, terkadang marahnya ini seringkali dilampiaskan secara berlebihan hingga memukul teman ataupun orang yang bersangkutan.

Setiap orangtua pasti tidak mau jika anak laki-lakinya tumbuh menjadi orang yang pemarah dan kasar perilakunya. Untuk itu anak laki-laki harus di ajarkan untuk bisa melawan stigma tersebut, agar anak laki-laki bisa memiliki kecerdasan emosional.

Apabila anak bunda adalah salah satu anak yang pemarah (atau bahkan suka memukul dan mem-buly temannya), maka bunda perlu mengetahui terlebih dulu alasannya anak melakukan hal demikian.

Umumnya anak laki-laki suka melampiaskan emosi buruknya hanya untuk menghindari rasa malunya, merasa terasing, atau bahkan karena di-buly oleh teman-temannya.

Karena takut dirinya dipermalukan atau dijahati oleh temannya, maka anak laki-laki bunda tumbuh menjadi sosok anak yang pemarah bahkan cenderung sangat sensitif terhadap perilaku orang lain.



Cara Agar Anak Tidak Pemarah (Atau Memiliki Kecerdasan Emosional)
Untuk mencegah hal ini, maka bunda harus bisa melakukan 5 cara berikut dibawah ini untuk membesarkan anak laki-laki memiliki kecerdasan untuk mengelola emosionalnya.

1. Lindungi emosinya
bertambahnya usia anak, semakin besar pula kebutuhan anak untuk mengeksplorasi apa yang ada di dalam dirinya sendiri.

berikanlah anak izin untuk bisa mengenal dirinya sendiri (self-awareness) dan Hormatilah apa yang akan anak rasakan, dan jangan sampai mendikte apa yang harus anak rasakan.

masa-masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak. Pada masa ini, mood anak bisa berubah dengan sangat cepat atau yang sering disebut dengan mood swing. Dan Itu memang suatu hal yang normal terjadi pada setiap anak.

Untuk itu, ciptakanlah lingkungan yang nyaman agar anak bunda bisa mengekspresikan kebutuhan emosionalnya tersebut, tanpa perlu merasa takut ataupun malu.

2. Berikanlah rasa tanggung jawab dan percaya diri
Remaja yang selalu diberikan kesempatan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, maka ia akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, punya rasa percaya diri, dan mampu bertanggung jawab di masa depannya.

Rasa percaya diri dan tanggung jawab inilah yang sangat dibutuhkan oleh setiap anak sebagai acuan dasar pembentukan jati diri yang positif pada remaja.

Apabila anak memiliki rasa percaya diri dan sikap tanggung jawab, maka ia akan tumbuh dengan berbagai penilaian positif dan rasa hormat pada orang lain.

3. Bentuklah kepekaan emosinya
Ajarkanlah pada anak, bahwa emosi yang ia tunjukan pada orang lain adalah sumber siapa diri kita yang sebenarnya.

Ajaklah anak untuk bisa mengenali dan mengelola emosi-emosi yang ia rasakan. Tujuannya agar anak mampu memperkaya perbendaharaan kata daripada meluapkan emosionalnya.

Setiap emosi buruk yang anak tunjukan, beritahukan dampaknya bagi tubuh dan kesehatan jiwa-Nya.

4. Ajarkan untuk mengenal kecerdasan emosi orang lain
Untuk tetap menjaga hubungan baik dengan teman-teman ataupun orang lain, maka sangatlah penting bagi anak untuk bisa mengenali kecerdasan emosionalnya pada orang lain.

Tidak hanya itu saja, anak juga perlu diajarkan bagaimana caranya untuk menghadapinya.

Namun sebelum anak memiliki kemampuan ini, anak bunda harus bisa peka terhadap perasaan orang lain. Selanjutnya ajarkan anak bagaimana caranya untuk mengantisipasi, mengenali, dan juga mengimbangi perasaan orang lain, baik itu temannya, keluarganya, dan bahkan orang yang tidak dikenal.

5. Berikanlah pengertian tentang kata 'cowok macho'
Ada beberapa anak yang suka membuat definisinya sendiri tentang arti dari jantan dan macho. Namun sayangnya, banyak sekali anak-anak yang salah menafsirkan kata macho tersebut dengan perbuatan suka berkelahi, bertengkar dan berani mem-buly teman maupun orang lain.

Untuk itu, beritahu kepada anak, bahwa di dunia ini masih ada banyak cara yang baik untuk tampil macho. Katakanlah bahwa Pria sejati itu bukanlah anak yang suka berkelahi, tetapi tampil sebagai anak yang bertanggung jawab dan memiliki kecerdasan emosi. Semakin baik sikap anak laki-laki, maka semakin macho pula ia dimata orang lain"

Namun untuk melatih anak di tahap ini, jangan paksa anak untuk bisa merasakan yang tidak ia rasakan. Cukup berikanlah contoh bagaimana cara pria sejati bersikap pada orang lain dan mengelola emosinya.

Dengan begitu, maka anak akan tumbuh menjadi anak yang peduli, anak bertanggung jawab, pemberani, Dan menjadi teman yang baik bagi semua orang.

Baca selanjutnya:
>> Dampak Buruk OrangTua Memukul Anak, Simak Penjelasan Ahli Psikolog Tentang Kejiwaan Dan Mental Anak
>> Dampak Buruk OrangTua Sering Memarahi Anak, Inilah 8 Akibatnya Yang Akan Terjadi Pada Psikis Anak
>> 4 Dampak Buruk Memukul Dan Menjewer Telinga Anak, Bunda Wajib Tau

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2