√ 3 Dampak Anak-Anak Sering Di Marahi OrangTua, Hindarilah Sebelum Terlambat ...

Terkadang orang tua bertindak tegas dengan cara marah-marah ketika menegur anak. Wajar apabila marahnya tersebut jika anak sudah bertingkah keterlaluan.

Namun apabila situasi kemarahan terus di lakukan setiap hari, justru bisa memberikan dampak yang sangat serius pada perkembangan anak. Dibawah ini ada beberapa dampak buruk apabila orang tua suka marah-marah pada anak:


1. Membuat anak merasa takut dan cemas
Kemarahan orang tua tanpa kendali adalah bentuk perilaku yang mengerikan bagi anak-anak.

Ketika anak selalu berfikir bahwa keluarga adalah tempat terbaik dan paling aman justru bisa menjadi kondisi yang mengerikan, tentu saja hal ini akan membuat anak merasa ketakutan dan merasa cemas.

Selain itu, anak-anak akan menjadi sangat berhati-hati dan takut untuk melakukan sesuatu. Bahkan dampaknya anak akan tumbuh menjadi pembohong karena demi mencari celah keluar dari amarah orangtuanya.

2. Anak akan mendapatkan gangguan mood
Kemarahan yang diterima oleh anak secara berulangkali tentu saja mereka juga akan mendapatkan gangguan mood. Anak-anak bisa menderita depresi, rasa bersalah, rasa sedih berkelanjutan, terasing, harga diri rendah, hingga pada ujung putus asa.

orangtua yang seringkali marah-marah pada anak juga bisa menyebabkan kurangnya rasa empati pada anak. Hal Ini justru bisa membuat anak mengalami gangguan mood yang serius.

3. Menjadi pribadi yang suka membantah
Alih-alih demi mendengarkan dan menurut pada perkataan orang tua. anak-anak yang terlalu sering dimarahi oleh orangtuanya justru bisa berpotensi menjadi anak yang suka membantah.

Anak-anak akan terus mengamati bagaimana cara orangtua mereka mengatasi rasa frustasi dan mencerminkan perilakunya saat anak berada di bawah tekanan. Bahkan ketika orangtua suka membentaknya, anak akan tumbuh menjadi anak yang agresif dan suka menentang.
----
Itulah 3 akibat yang sering di alami oleh anak apabila orangtua terlalu sering memarahi anak. Masih banyak cara lain yang bisa bunda lakukan apabila ingin menerapkan pendidikan dengan cara Tegas yaitu menerapkan pola time out, dan memberikan hukuman berupa hal-hal positif, misal menyuruh anak untuk membereskan kamarnya, atau memotong uang sakunya yang kemudian uang saku tersebut di tabung untuk keperluan anak.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2