√ 12 Cara Agar Anak Bisa Menulis Dengan Rapi Dan Tepat

Anak-anak yang baru saja dikenalkan dengan huruf dan angka, sebaiknya terus dibiasakan untuk dilatih mengenal dan menulis huruf.

Pada saat bunda mengajarkan anak agar bisa menulis, membaca dan mengenal huruf, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan anak terlebih dahulu.

Umumnya, mengenalkan bentuk huruf abjad merupakan langkah awal yang harus didahulukan pada saat bunda akan mengajarkan si kecil membaca.

Setelah anak mengenal semua huruf dan angka, barulah anak bisa dilatih untuk mengeja dan membaca.

Bagaimanakah cara mengajarkan anak agar bisa menulis dengan baik, rapi dan benar?

Namun sebelum bunda membaca tips dibawah ini sebaiknya bunda baca dulu tips berikut ini >> 18 Cara Mengajarkan Anak Bisa Menulis Dengan Baik Dan Benar

Namun jika bunda sudah membacanya, lanjut ke tips dibawah ini.


Cara Melatih Anak Bisa Menulis Rapi, Benar, Dan Tepat
Berikut dibawah ini cara mengajari anak bisa menulis dengan rapi, benar dan tepat yang bisa bunda lakukan dirumah.

1. Perhatikan cara anak memegang pensil
Ketika anak memegang pensil hendaknya harus di perhatikan, sebab hal ini sangat berpengaruh pada kenyamanan dan kemudahan bagi si anak ketika belajar menulis.

Apabila cara memegangnya salah dan tidak tepat, maka bisa membuat  tangan dan jari-jari si kecil merasa tidak nyaman dan bisa saja tangannya merasa sakit saat berlatih menulis.

Jadi sangat penting untuk bunda perhatikan saat anak memegang pensil. Selain itu bunda juga bisa memberikan contoh cara memegang pensil yang baik dan tepat pada anak.

2. Mulailah Membentuk Huruf ataupun Angka
Setelah anak sudah bisa memegang pensil dengan tepat dan benar. Selanjutnya latihlah anak untuk menulis huruf atau angka satu persatu.

Misalnya, Dimulai dengan menuliskan huruf A (huruf A besar dan a kecil) sebanyak-banyaknya sampai anak terbiasa dan bisa menulisnya dalam bentuk huruf A, a. Sebelum anak mampu menulis huruf A, jangan buru-buru menyuruh anak untuk menuliskan huruf-huruf selanjutnya.

Jika huruf A sudah hafal, Lakukanlah langkah seperti ini untuk semua huruf Abjad dan angka.

3. Berikan pensil berwarna
Anak-anak sangat menyukai pensil berkarakter dan juga warna-warni yang menarik dan mencolok. Maka dari itu, berikanlah kebebasan pada anak untuk menulis huruf ataupun angka menggunakan warna yang ia sukai.

Tentu saja, orang tua harus memfasilitasi anak dengan berbagai pensil warna-warni dan peralatan belajar lainnya yang bisa membuat anak tertarik untuk tetap belajar.

Tips ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengajari anak yang tidak fokus ketika menulis. Tentu, dengan pensil berwarna bisa menarik perhatiannya

4. Perhatikan cara anak membentuk huruf
Selanjutnya, Lihatlah bagaimana anak bunda membentuk huruf A besar, dan a kecil. Jika cara anak menulisnya kurang tepat berikanlah contoh secara perlahan-lahan bagaimana memulai membentuk huruf A besar dan a kecil tersebut.

Apabila anak lebih menyukai mengenal dan menulis huruf menggunakan media gambar, maka lakukanlah pelatihan menggunakan huruf-huruf A terlebih dulu sampai anak hafal.

5. Merangkaikan huruf
Setelah anak bunda bisa menuliskan semua huruf-huruf dengan bentuk yang sempurna, selanjutnya mulailah melatih anak merangkaikan huruf dan angka dalam bentuk kata yang paling mudah dan ia sukai terlebih dahulu.

Misal, anak bunda menyukai bola, Ajarkanlah anak untuk menuliskan kata bola dari huruf besar dan juga huruf kecil (BOLA, bola). Namun sebelumnya, bunda harus mengajarkan anak mengeja terlebih dulu agar anak memahaminya. Lakukan cara ini secara perlahan-lahan hingga anak benar-benar bisa memahaminya.

6. Latihan di buku tulis
Selanjutnya, apabila anak sudah bisa mengenal huruf dan mengeja, mintalah kepada anak untuk berlatih menulis dalam buku tulis.

Mintalah kepada anak untuk menulisnya dengan tepat di atas garis dan tidak boleh keluar dari garis buku. Teruslah memberikan latihan pada anak hingga tulisannya benar-benar terlihat rapi.

7. Latih setiap hari
Agar anak bunda bisa menulis huruf dan angka dengan cepat dan benar, maka harus dilatih setiap hari. Hal ini tentu saja bisa meningkatkan kemampuan anak dalam menulis dan merapikan tulisannya.

8. Mintalah kepada anak untuk menghasilkan tulisan yang rapi
Apabila anak sudah lancar menulis, mintalah kepada anak untuk bisa merapikan tulisannya. Berikan juga contoh tulisan yang bagus, rapi dan enak dibaca, sehingga anak bunda bisa memahami bagaimana bentuk tulisan yang rapi.

9. Semangati anak dengan hadiah
Salah satu cara memotivasi anak yang bisa bunda lakukan ialah, dengan memberikan hadiah apabila ia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Berikanlah hadiah yang sudah di janjikan saat anak sudah berhasil menghasilkan tulisan yang tepat dan benar-benar rapi.

Selain itu, bunda juga bisa melakukan dalam sebuah permainan lomba bersama teman se-usianya agar anak bunda lebih semangat untuk mendapatkan hadiah.

10. Berikanlah penilaian untuk kerapihan tulisannya
Tidak hanya guru disekolah saja yang harus memberikan nilai tulisan anak. namun, bunda juga harus bisa memberikan penilaian tulisan anak yang sudah kita berikan tugasnya. Sehingga anak akan mengetahui mana tulisan yang bagus dan mana yang tidak.

Umumnya, Setiap anak tentu saja tidak ingin mendapatkan nilai yang jelek. Setiap penilaian bagus yang diperoleh anak berikanlah pujian agar ia terus bersemangat untuk belajar.

11. Perhatikanlah waktu belajarnya
Ingat, Jangan terus-terusan menyuruh anak belajar dan belajar. sebab, anak akan merasakan jenuh karena tidak ada waktu untuk bermain.

Bermain merupakan langkah cara yang baik untuk menghilangkan rasa kejenuhan dan kebosanan yang ada pada mereka. Dan tentu saja anak-anak sangat membutuhkan hal itu.

12. Ajari anak dengan sabar
Sangat beruntung apabila anak bisa menangkap pelajaran dengan cepat dan tepat. Namun bagi anak yang kurang konsentrasi dalam belajar tentu membutuhkan waktu yang cukup lama.

Oleh sebab itu, orang tua harus tetap sabar dan jangan sampai memarahinya apabila anak belum bisa menerima pelatihan dirumah.

Apabila bunda terus memaksanya, maka bisa membuat anak semakin tertekan setiap ia akan belajar dengan orangtua. Dan tentu saja, Hal ini justru bisa membuat anak menjadi semakin sulit untuk memahami pelajaran yang kita berikan.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2