√ Cara Mengatasi Anak Malas Belajar Mengaji, Berikut Tips Caranya ....

Pada Saat ini, sudah banyak dari orangtua yang telah memprogramkan anak-anaknya untuk pintar dalam mengaji, bahkan sejak usia dini banyak dari orangtua yang mencari tempat belajar atau menambah jam belajar anak-anaknya dalam kegiatan mengaji.

Bahkan pada saat liburan sekolah, banyak dari orangtua yang tetap ingin menambah jam belajar mengaji untuk anak di berbagai musholla dan juga TPA/TPQ.

Sungguh sangat membahagiakan para orangtua apabila anak-anaknya yang masih kecil sudah bisa melafalkan dan melantunkan ayat-ayat suci Al Quran dengan baik dan fasih.

Akan tetapi, tidak semua anak mau belajar mengaji karena mereka beranggapan jika belajar mengaji terasa sangat sulit. Dan terkadang orangtua juga tidak bisa berbuat banyak saat anak-anaknya sudah diikut sertakan dalam belajar mengaji namun si kecil tidak mau belajar mengaji.


Mengatasi Anak Tidak Mau Belajar Mengaji

Apabila anak bunda mengalami kesulitan untuk belajar mengaji, ada beberapa tips dan cara untuk mengatasi anak yang sulit belajar mengaji tersebut, diantaranya ialah:

1. Waktu Belajar Mengaji
Poin yang pertama, gunakanlah waktu belajar yang sesuai untuk anak bunda, sehingga mereka akan terbiasa dengan waktu belajar mengaji saat sudah waktunya untuk belajar mengaji.

Namun sebaiknya bunda harus memberitahukan kepada anak jika waktu untuk belajar mengaji dimulai hari dan jam yang sudah ditetapkan, apabila anak bunda tidak setuju dengan waktu yang sudah ditentukan, berikanlah pilihan kepada  anak untuk menentukan waktunya.

Selain waktu yang telah ditentukan untuk belajar mengaji, informasikan juga kepada anak bunda tentang waktu-waktu yang bisa digunakan oleh sang anak selain belajar mengaji. Misalnya waktu untuk bermain, waktu untuk mandi, waktu untuk istirahat, dan waktu untuk bebas tanpa adanya belajar dan waktu-waktu yang lain-Nya.

Selain itu, Bunda jangan pernah membatasi waktu anak secara ketat, aturlah waktunya secara fleksibel dan perlahan agar anak mau belajar dengan baik.

2. Jelaskan Kepada anak Kenapa Harus Mengaji
Banyak sekali para orangtua yang menginginkan anak-anaknya pandai dalam mengaji, namun banyak juga yang tidak memberikan penjelasan kepada anak-anaknya kenapa ia harus bisa mengaji?

Padahal jika bunda Memberikan penjelasan kepada anak, maka mereka akan memahami dan mengikuti apa yang di inginkan oleh kedua orangtuanya.

3. Al-Qur'an Always Everyday
Ketika anak-anak terbiasa dengan mendengarkan ayat-ayat Al-Quran setiap hari, maka akan memudahkan setiap anak terbiasa dengan bacaan Al Quran, dan tentunya mereka pasti ingin tahu caranya untuk membaca Al Quran. Dan dari sinilah mereka akan memulai untuk bisa belajar mengaji.

Akan tetapi, ketika ingin anak-anak merasa penasaran dengan ayat-ayat Al Quran yang didengarkan, jangan pernah memperdengarkan anak-anak dengan lagu-lagu yang lainnya secara bersamaan, sebab nantinya anak tidak akan konsentrasi saat mendengarkan bacaan ayat alquran.

4. Disiplin dan Konsisten
Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak-anaknya dalam hal apapun tentunya akan menghasilkan apa yang diajarkan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Begitu juga dengan hal mengaji, dengan membiasakan anak dan selalu konsisten mengajarkan anak untuk mengaji, tentunya akan membuat anak lebih mudah untuk belajar mengaji.

Akan tetapi saat anak bunda sedang tidak mood untuk belajar mengaji, lakukanlah beberapa perubahan ketika mengajari anak untuk belajar mengaji, sebaiknya jangan monoton ataupun membosankan. Misalnya bunda bisa menggunakan alat bantu berupa gambar yang menarik ataupun layar bergerak.

5.Sabar
Jangan pernah bosan untuk mengajari anak untuk belajar mengaji.

Apabila anak bunda sedang semangat-semangatnya untuk belajar mengaji, akan tetapi orangtua sedang tidak mood memberikan pelajaran mengaji, sebaiknya jangan biarkan rasa malas pada diri orangtua menjadi penghambat semangat anak. Sebab, apabila sang anak tidak mendapatkan respon baik dari apa yang diinginkannya, maka saat itu juga si anak mulai enggan untuk belajar mengaji.

Tetap Bersabarlah apabila anak bunda sangat lama menangkap pelajaran yang bunda berikan. Apabila anak bunda belum lancar-lancar dalam hal mengaji, jangan pernah marah, jangan pula malas. Tanggung jawab sebagai orangtua selain memberikan nafkah juga wajib memberikan ilmu yang bermanfaat untuk anak-anaknya, jadi tetaplah untuk bersabar.

6. Berikanlah Rewards atau Hadiah
Berikanlah apresiasi yang menarik terhadap apa yang telah dilakukan oleh anak, Sekecil apapun itu jika berhasil dilakukan oleh seorang anak, hargailah atas apa yang sudah di capainya. Berikan juga suatu kebanggaan yang mendalam pada diri anak. Dengan begitu, maka anak bunda akan merasakan bangga dan selalu bersemangat untuk terus melakukannya lagi.

7. Keteladanan Orang Tua
Bunda dan Ayah menginginkan anak untuk belajar mengaji secara otomatis tanpa harus disuruh?... Mengajilah!!

Selain anaknya supaya bisa mengaji, Orangtua juga harus bisa mengaji jika ingin anak-anaknya juga bisa mengaji. Sebab anak-anak pasti akan meniru dengan sendirinya apabila melihat orangtua-Nya juga mengaji.

Jadi janganlah heran pada saat anak bertanya ketika disuruh untuk mengaji dengan menjawab seperti ini, "bunda dan ayah kok tidak mengaji?", atau "Ayah, Bunda, ajari Sasa ngaji donk yah, bunda..", atau "Ayah Bunda, sasa inginnya belajar mengaji sama ayah dan bunda..."

Apabila anak bunda sudah pandai menjawab dan meminta seperti hal tersebut, sedangkan orangtua tidak tahu atau bahkan tidak pernah mengaji, jangan heran jika anak tetap tidak mau belajar mengaji ataupun ogah-ogahan dalam hal belajar mengaji.

Jadi, ketika melatih dan mengajarkan anak untuk berbuat hal-hal yang baik tentu menjadi sesuatu hal yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Sebab pembentukan karakter pada diri anak hingga mereka dewasa nanti ialah berasal dari kebiasaan-kebiasaan yang baik pula yang telah dilakukan sejak dini.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2