√ Kenali Ciri-Ciri Anak Hiperaktif Usia 4-5 Tahun Dan Cara Mengatasinya ..

Ciri Khas anak-anak pada umumnya ialah, mereka memang membutuhkan ruang lebih banyak untuk bisa bergerak kesana kemari. Semua ini dilakukannya karena anak memiliki energi yang luar biasa untuk bisa mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Perlu bunda ingat, anak-anak yang aktif berbeda dengan anak hiperaktif. Apalagi pada anak yang berusia 4-5 tahun mereka sedang berada dalam fase otonomi yaitu, merasa dirinya mempunyai kemampuan energi lebih untuk melakukan berbagai macam hal. Itulah kenapa aktivitas gerak anak sangat luar biasa, seolah-olah ia tidak pernah kenal rasa lelah.


Apa ciri-ciri Anak Hiperaktif?
Ada banyak kriteria tentang menunjukan ciri-ciri khas anak hiperaktif. Semua tanda ataupun simtom ini sudah memiliki landasan khusus medis tersendiri.

Ciri khas Anak hiperaktif pada umumnya ia akan menunjukan suatu kondisi yang membuat ia sendiri tidak mampu mengendalikan perilakunya. Aktivitas anak hiperaktif ini-pun melebihi batas rata-rata teman se-usianya.

Kesulitan-kesulitan yang seringkali dialami oleh anak hiperaktif ini ialah:
- Anak merasa Kesulitan untuk memusatkan perhatiannya.
- Aktivitas fisik Anak berlebihan.
- Bereaksi secara cepat tanpa pikir panjang atau impulsif.

Pada umumnya, Anak dengan ADHD (Attention Deficit and Hiperactivity Disorder) ini biasanya seringkali menunjukkan perilaku hiperaktif. Selain itu, Anak ADHD juga tampak mudah gelisah, emosinya selalu meledak-ledak, sulit sekali untuk duduk tenang, ia banyak bicara, dan juga sulit untuk fokus.

Jika perilaku anak benar-benar membuat bunda sampai kewalahan, sebaiknya bawalah ia ke dokter ataupun psikolog. Gunanya, untuk memastikan apakah anak hiperaktif ataukah justru indikasi dari ADHD. Maka, cara penanganannya juga berbeda.

Untuk Anak ADHD selain diberikan resep obat, ia juga akan mendapatkan beberapa terapi perilaku. Akan tetapi, jika anak bunda tidak terindikasi oleh ADHD, namun anak cenderung lebih aktif daripada anak se-usianya, bunda bisa melakukan beberapa cara untuk membantu ia mengendalikan perilakunya tersebut.

Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
Bunda bisa mencoba beberapa cara berikut ini untuk mengatasi anak usia 4-5 tahun yang mengalami hiperaktif.

1. Jauhkanlah anak dari gangguan
Hal kecil apapun terkadang bisa membuat konsentrasi anak mudah beralih. Sangat Penting agar bunda bisa menciptakan suasana yang nyaman dirumah, khususnya ketika anak sedang fokus mengerjakan sesuatu.

Namun ingat, jangan sampai bunda memaksakan anak untuk tetap duduk tenang, yang ada justru ia akan semakin gelisah.

Untuk mencegahnya, bunda bisa mengurangi intensitas gangguan disekitarnya. Sebagai Contohnya, ketika anak hendak belajar, posisikanlah ia ditempat yang jauh dari pintu ataupun jendela. Hindari TV ataupun sumber suara lainnya yang bisa berpotensi menimbulkan suara-suara bising.

2. Buatkan jadwal rutin
Anak yang mengalami hiperaktif sebenarnya membutuhkan perintah yang jelas, pola hidup yang terstruktur, dan juga rutin. Pada umumnya, ia akan cenderung lebih cepat cemas saat ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan berikutnya.

Dengan hal demikian, membuatkan jadwal rutin di lingkungan keluarga bisa melatih otak anak untuk bisa menerima sesuatu yang terstruktur dan juga sistematis. Tentu, hal Ini bisa membuat anak menjadi lebih tenang dan juga fokus mengerjakan sesuatu.

3. Berikan Peraturan Yang jelas dan konsisten
Sama halnya dengan rutinitas terjadwal, penerapan peraturan pun demikian. Anak yang mengalami hiperaktif perlu adanya suatu peraturan yang jelas dan konsisten, tidak berubah-ubah, dan berbeda-beda dari hari pertama ke hari lainnya.

Bunda juga bisa memberikannya sistem reward and punishment jika hal itu dirasa memang perlu. Tidak harus memberinya suatu hadiah sebagai reward, tetapi bisa juga dengan memberinya suatu pujian ataupun pelukan saat ia berhasil melakukan instruksinya dengan tepat.

4. Tetap Sabar
Ya, sabar adalah kunci utama mendidik anak. Meskipun ia seringkali membuat orangtua kesal, akan tetapi saat ia sedang mengekspresikan emosinya secara langsung, bunda juga jangan meresponnya dengan cara emosi serupa.

Tetaplah tenang dan sabar, usahakanlah tidak membentak anak, serta tidak menghukumnya secara fisik.

Ketika bunda sedang melatih anak untuk bersikap tenang dan tidak bersikap agresif, jadi jangan sampai bunda menjadi contoh untuk menguatkan perilakunya tersebut.

Tetap tenangkanlah lebih dulu jika bunda sedikit terpancing emosi dengan perilaku anak. Sebaiknya Jauhi anak saat bunda tengah meluapkan emosinya.

Setelah dirasa bunda bisa lebih  tenang, barulah dekati anak dan peluklah dia secara perlahan-lahan agar anak juga lebih tenang.

5. Selalu Cek apa yang dikonsumsi oleh anak
Sebaiknya Bunda juga selalu cek, apakah asupan gizi pada anak sudah seimbang?

Pastikanlah tubuh anak sudah memperoleh nutrisi yang seimbang dari buah-buahan, sayur-sayuran, karbohidrat, protein, dan juga lemak dalam jumlah yang cukup sesuai se-usianya.

Usahakan juga untuk mengurangi konsumsi makanan yang berbentuk kemasan ataupun makanan olahan secara berlebihan pada anak. Umumnya, kedua jenis makanan ini mengandung banyak gula yang cukup tinggi.

Gula sendiri merupakan karbohidrat sederhana yang mudah diserap oleh tubuh, akan tetapi, kadar gula darah juga bisa naik turun dengan cepat didalam tubuh.

Penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba bisa mengakibatkan anak menjadi rewel, seperti kekurangan energi dan merasa lapar.  inilah yang bisa membuat perilaku anak dan mood-nya menjadi tidak stabil.

Demikian 5 cara mengatasi anak hiperaktif untuk usia 4 tahun dan 5 tahun.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Kenali Ciri-Ciri Anak Hiperaktif Usia 4-5 Tahun Dan Cara Mengatasinya .."

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2