√ Dampak Buruk OrangTua Sering Memarahi Anak, Inilah 8 Akibatnya Yang Akan Terjadi Pada Psikis Anak

Seringkali anak selalu memancing emosi orangtua, terutama pada saat bunda sedang sibuk dengan pekerjaan-Nya. Atau seringkali tingkah laku anak yang tidak sesuai bisa saja dengan mudah membuat bunda atau ayah menjadi marah.

Namun tahukah bunda, jika memarahi anak bisa berdampak buruk terhadap psikologis anak?

Sebab, Baik buruknya perkembangan dan pertumbuhan anak sangatlah bergantung pada didikan orangtua-nya. Jika orangtua Sering memarahi anak, maka efek memarahi anak tersebut sebenarnya tidak selalu membuat anak menjadi lebih baik.


Dampak Buruk Orang Tua Sering Memarahi Anak
apa sajakah efek buruk jika terlalu sering memarahi anak? Dibawah ini kami rangkum efek buruknya jika sering memarahi anak.

1. Anak menjadi tidak percaya diri
Efek buruk jika orangtua terlalu sering memarahi anak ialah munculnya suatu perasaan takut salah, sehingga anak bunda tidak lagi memiliki rasa percaya diri untuk melakukan sesuatu.

Kemudian anak akan lebih memilih untuk berada di zona yang menurutnya aman dari amarah orangtuanya, yaitu dengan tidak melakukan apa-pun.

2. Anak menjadi egois dan keras kepala
Perilaku orangtua yang seringkali memarahi anaknya secara terus menerus ia akan menjadi lebih berdampak, yaitu anak bunda akan tumbuh menjadi orang yang egois dan juga keras kepala.

Umumnya, Anak akan berusaha untuk melindungi dirinya sendiri dan menghindari perasaan tersakiti dari omelan orangtuanya.

Sehingga anak bunda akan tumbuh menjadi pribadi yang hanya memikirkan dirinya sendiri, menjadi orang yang keras kepala, dan bahkan tidak bisa menerima masukan dari orang lain termasuk pada orang tuanya sendiri.

3. Menjadi pribadi yang suka menentang
Sering memarahi anak juga bisa menyebabkan anak ingin membela dirinya sendiri, yang kemudian ia akan memunculkan perilaku menentang. Kemudian Anak menjadi berani, bahkan berani berbicara dengan ucapan kasar dan menentang orangtuanya.

Umumnya anak akan memunculkan pemikiran baru, bahwa semua yang dikatakan oleh orangtuanya adalah salah dan harus ditentang. Yang pada akhirnya Anak bunda juga tidak mau lagi diatur dalam segala hal.

Sikap anak yang seperti ini muncul disebabkan karena akibat terlalu lelah dimarahi terus menerus. Sehingga akan muncul keinginan untuk bebas dari situasi yang tidak menyenangkan-Nya.

4. Menjadi pribadi yang introvert atau tertutup
Pada beberapa study kasus, orangtua yang terlalu sering memarahi anak bisa membuat anak mempunyai sikap introvert atau pribadi yang tertutup.

Dampaknya, Anak lebih suka diam, suka menyendiri, dan merasa bahwa dirinya tidak pernah melakukan sesuatu yang benar, karena sering dimarahi oleh orangtuanya.

Pada akhirnya Anak akan merasa bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan yang dapat membanggakan orangtuanya.

5. Mengakibatkan anak menjadi stres
Pada study kasus, Anak yang lemah lembut lebih cenderung memiliki respon yang berbeda. Semakin sering anak tersebut mendapatkan omelan dari orangtuanya, maka anak akan semakin mudah stres dan larut dalam kesedihannya.

Kondisi yang seperti ini bisa berefek buruk terhadap perkembangan psikisnya. Jika sudah parah, orangtua sebaiknya melakukan konsultasi dengan ahlinya. Sebab, Hal ini bisa menghambat pada perkembangannya kelak.

6. Meniru perilaku orangtua
Anak-anak tentu saja selalu melihat contoh dari kedua orangtuanya. Jika ia tumbuh dengan omelan, maka ia bukan tidak mungkin anak akan menirunya. Besar kemungkinan anak akan mempraktikannya kepada adiknya ataupun pada teman lingkungannya, baik di sekolah ataupun di sekitarnya.

7. Tumbuh menjadi anak yang pemarah
Akibat anak sering dimarahi menjadikan ia akan jenuh dan ingin keluar dari kondisi tersebut.

Umumnya, Anak akan berusaha memberontak dan mempertahankan dirinya dari amarah orangtuanya. Kemudian, ia akan menjadi pribadi yang pemarah dan sulit untuk diatur. Sehingga Anak lebih suka memilih berada diluar rumah karena merasa lebih nyaman dan aman dari omelan orang tuanya.

8. Menjadi pribadi yang pasif dan kurang inisiatif
Dampak yang terakhir, Anak menjadi pribadi yang pasif dan tidak memiliki inisiatif untuk kreativitasnya. Ia hanya melakukan apa yang dikatakan oleh orangtuanya. Karena terlalu sering mendapatkan omelan atau bentakan, maka anak akan merasa bahwa dirinya tidak pernah berbuat sesuatu yang benar dan seringkali merasa kebingungan apa yang harus dilakukannya sudah benar atau salah. Pada akhirnya anak akan lebih memilih untuk mengikuti apa kata orangtuanya agar tidak dimarahinya.
--------
Mendidik anak memang bukanlah suatu hal mudah, akan tetapi ada banyak cara untuk mendidik selain dengan tindakan memarahi anak.

Baca Selanjutnya:
>> 14 Dampak Buruk Jika Anak Keseringan Bermain Handphone / Smartphone
>> Ketahui, 5 Dampak Buruk Yang Akan Terjadi Jika Anak-Anak Keseringan Bermain Game

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Dampak Buruk OrangTua Sering Memarahi Anak, Inilah 8 Akibatnya Yang Akan Terjadi Pada Psikis Anak"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2