√ Cara Mengatasi Anak Pemalu, Terapkan 8 Poin Penting Berikut ini ...

Setiap anak tentunya dilahirkan dengan sikap yang berbeda-beda dengan segala keunikannya. ada beberapa anak yang mempunyai sikap pemalu, ada yang ramah, dan ada juga anak yang memiliki rasa percaya diri cukup tinggi.

Untuk itu, sangatlah penting untuk bisa menerima perbedaan dari sikap anak-anak kita, dan  tentunya jangan sampai orangtua membandingkan antara anak bunda dengan anak orang lain.


Namun bagaimanakah jika anak bunda merupakan anak yang pemalu? Dan Apa yang harus dilakukan?

Cara Mengatasi Anak Pemalu Agar Percaya Diri
Berikut dibawah ini cara mengatasi Anak  Pemalu yang bisa bunda terapkan pada anak.

1. Jangan pernah memberikan label pada anak
Sebaiknya, bunda Jangan pernah memanggil anak dengan sebutan ‘pemalu’ di depan orang lain. Secara tidak langsung, anak akan merasakan ucapan itu adalah hal yang cukup negatif. Akan tetapi, Cobalah bunda membantu anak untuk menunjukan poin positifnya ketika ada orang lain yang menyebutkan sifat pemalunya.

Misalnya, dengan menjelaskan kepada orang lain bahwa anak bunda membutuhkan cukup waktu untuk berfikir dan memutuskan secara mandiri.

Yang perlu kita ketahui ialah bahwa Anak mungkin tidak terburu-buru untuk menangkap sudut pandang orang lain terhadapnya sebelum memberikan sudut pandangnya. Maka dari itu, bunda harus membantunya untuk tidak mengatakan bahwa anak bunda adalah "Pemalu"

2. Terimalah sifat anak dan tunjukan rasa cinta
Mulai sekarang identifikasi dan kenalilah bahwa anak bunda sangat sensitif dan tidak begitu terbuka.

Dan percayalah, hal ini merupakan salah satu bentuk berkah, sebab anak yang mempunyai sikap sensitif biasanya sangat perhatian, taat, dan juga lebih dewasa. Selain itu ia akan lebih berhati-hati dengan ucapannya.

Jangan sampai bunda marah ataupun malas mendidik anak hanya karena ia tidak mudah terbuka dengan orang lain.
Teruslah tunjukan rasa kasih sayang dalam bentuk pelukan ataupun ciuman kepada anak, dan beritahukan kepada anak secara berulang kali betapa bunda sangat menyayanginya. Hal Ini akan membuat anak merasakan nyaman untuk lebih terbuka dengan bunda dan pada akhirnya ia mau bersosialisasi dengan yang lain.

Sebaiknya bunda Jangan sampai tergoda untuk memberikan komentar tentang perilaku ataupun sifat anak.

Sebenarnya, Anak yang merasa diterima dan didukung, ia akan menjadi lebih kuat dan juga percaya diri. Terimalah anak apa adanya dengan menunjukan rasa kasih sayang dan dukungan kepadanya.

3. Rutin mengobrol dengan anak
Dengan rutin berbicara dengan anak dari waktu ke waktu, maka dapat memahami ketakutan dan rasa tidak aman yang di alami oleh anak.

Sehingga setelah bunda mengetahui permasalahan-Nya, bunda bisa memberikan saran yang dapat membantunya untuk meningkatkan rasa percaya diri pada mereka.

Mulai sekarang sering-seringlah untuk mengobrol dengan anak.

4. Menjadi contoh bagi anak
Dalam dunia pendidikan Tentu saja Anak akan melihat contoh dari orangtua-nya, oleh sebab itu bunda harus bisa memberikan contoh yang baik kepada anak.

Ketika bunda ingin memotivasi anak pemalu, dan ingin mengembangkan keterampilan sosialnya, bunda harus bisa mencontohkan sikap percaya diri agar anak terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Selain itu, berikanlah anak dengan dukungan dan juga dorongan. Saat bunda menunjukan bahwa dalam diri bunda juga memiliki kepercayaan, maka anak akan merasa lebih baik dan perlahan akan tumbuh rasa percaya dirinya tanpa kita sadari.

Contoh yang dapat kita terapkan misalnya, bunda bersikap ramah terhadap orang-orang di sekitarnya. Dan bunda juga bisa memperkenalkan diri kepada orang lain, membantu orang lain, memberikan pujian baik kepada anak orang lain ataupun anak bunda sendiri, dan bersikaplah terbuka.

Ingat, anak-anak akan selalu memperhatikan orangtuanya baik ataupun buruknya akan di cerna oleh anak.

5. Memberikan masukan kepada anak untuk memulai sebuah percakapan
Percakapan ataupun pertemanan seringkali dimulai dari sapaan kecil.

Ajarilah anak bunda dengan beberapa kalimat pembuka dasar untuk memberinya rasa percaya diri. Misalnya “assalamu alaikum, selamat pagi” atau “ Halo”

Cobalah memberikan pelatihan secara perlahan dan Jangan sampai memaksanya. Sebab, Untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak merupakan butuh proses dan juga waktu.

6. Identifikasi pemicu
Mulai sekarang bunda pikirkan situasi-situasi yang bisa membuat anak merasa tidak nyaman. Selanjutnya cari tahu keterampilan yang bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri pada anak.

Untuk mengatasinya, bunda bisa bermain peran bersama anak. Misalnya saja dengan membuat adegan pesta ulang tahun. Bunda bisa menggunakan adegan berupa boneka untuk dijadikan teman-temannya yang akan datang ke pesta ulang tahun-nya. Kemudian lakukanlah beberapa interaksi seperti menyapa teman, memberi kado, dan mengucapkan selamat ulang tahun.

7. Atur interaksi nyata
Setelah bunda bermain peran, aturlah interaksi dengan teman-temannya. Bunda bisa mendorong anak untuk berinteraksi dengan teman-temannya.

Sebaiknya bunda mengatur jadwal playdate atau mengundang teman dan saudara untuk berkunjung kerumah. Ingatlah, bunda harus mengundang temannya yang nyaman dengan anak, begitupun sebaliknya. Setelah anak berlatih dan lebih percaya diri, bunda bisa mencobanya dengan orang lain ataupun orang-orang sekitarnya.

8. Bangun minatnya
Selanjutnya, identifikasi apa yang ia sukai. Kemudian gunakanlah kesukaannya tersebut sebagai kunci untuk berinteraksi dengan anak. Misalnya, jika anak bunda suka dengan menggambar, ajaklah anak untuk bisa bergabung dengan kelas melukis, dengan begitu anak bunda bisa melakukan kesukaannya dengan anak lain yang memiliki hobi yang sama sehingga anak akan berinteraksi dengan anak-anak yang lainnya.

Selain menggambar, Olahraga juga dapat membantu anak untuk lebih terbuka. Misalnya seperti bermain badminton, sepak bola, ataupun permainan lainnya yang bersifat group dengan anak seusianya. Jika anak bunda bertemu dengan beberapa anak lainnya dengan minat yang sama, mereka cenderung lebih cepat terbuka dan percaya diri.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2