√ Cara Mendeteksi Anak Berbohong Dan Mencegahnya Sedini Mungkin ...

Anak-anak pada umumnya akan terlihat polos dan juga jujur, sehingga Pikiran anak-anak akan terlihat bersih dari segala kebohongan dan tindakan curang lainnya.

Tetapi siapa sangka, kebanyakan dari mereka ternyata lebih memulai kebohongannya sejak ia masih anak-anak.

Misalnya, Berawal dari kebohongan kecil yang di anggap oleh orangtua sebagai tindakan yang masih bisa dimaklumi, ternyata justru akan membawa kebiasaan buruk tersebut hingga ia dewasa nanti. Umumnya, Mereka akan terbiasa dengan melegalkan kebohongan sebagai jalan keluarnya.

Ada beberapa alasan kenapa seorang anak sering berbohong. Misalnya, di sebabkan karena anak memiliki ketakutan tertentu, ingin menunjukan suatu kehebatan yang ada pada dirinya, ataupun bisa juga karena anak meniru tingkah laku orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, mengidentifikasi kebohongan pada anak adalah tindakan yang memang cukup sulit. Sehingga orangtua seringkali tidak menyadari bahwa ia sedang berbohong.


Mengatasi Anak Suka Berbohong Dan Pencegahan Yang Bisa Dilakukan OrangTua
Agar  bunda tidak terlambat menangani kebiasaan buruk anak, berikut langkah cerdas yang bisa bunda terapkan untuk membongkar kebohongan anak.

1. Hindarilah interogasi yang berlebihan
Meskipun bunda sudah mengetahui bahwa anak telah berbohong, hindarilah tindakan menginterogasi secara berlebihan. Jangan sampai bunda memaksakan secara langsung untuk mengakui kebohongan anak saat itu juga. Namun lebih baiknya lagi jika bunda menyiapkan bukti, sebelum menyuruh anak untuk mengakuinya.

Cara seperti ini memang sangat baik agar anak mengetahui caranya tentang berprasangka dengan menyiapkan bukti.

Selain itu, Interogasi yang berlebihan juga bisa membuat anak merasa tertekan dan juga takut. Bukannya jera, justru anak akan tergerak dan memaksakan mengelak dan melakukan kebohongan berikutnya.

2. Tanyakanlah secara berulang-ulang
Ketika bunda melakukan sebuah interogasi pada anak, hindarilah menggunakan nada bicara yang kasar.

Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu tentang kebohongannya secara bertahap dan berulang-ulang. Dari situlah bunda bisa mengamati bagaimana cara anak menjawab pertanyaan bunda.

Umumnya, Orang yang berbohong lebih cenderung memberikan jawaban panjang dan juga berbelit-belit, atau berbeda dengan sikap sebelumnya.

3. Amati ekspresi wajahnya
Selanjutnya, amati ekspresi wajahnya, khususnya pada bagian mata, sebab ekspresi mata bisa dilihat ketika seseorang berbohong dan menyembunyikan sesuatu.

Pada bagian mata inilah bunda bisa jadikan patokan untuk mendeteksi adanya kebohongan pada seseorang. Saat bunda melakukan sebuah interogasi, amatilah bagaimana wajahnya ketika menanggapi pertanyaan.misalnya Apakah ia lebih banyak menundukan kepala atau membuang muka, lalu pada bagian matanya membalas tatapan bunda atau tidak.

Umumnya, Seseorang yang berbohong lebih cenderung menghindari adu tatapan mata dan wajah dengan lawan bicaranya.

Kemudian Ia lebih memilih untuk menundukan kepala dan membuang muka, agar ekspresi asli wajahnya tidak diketahui. Jika anak bunda sudah menunjukan ekspresi yang seperti ini, pancing ia untuk lebih dalam lagi dengan ucapan “adek/kakak, kok lagi diajak ngomong gak berani lihat mata bunda? Kenapa?.

4. Pancing anak dengan cerita
Hal Ini juga bisa menjadi cara yang ampuh untuk membuat anak mengakuinya. Anak-anak selain suka berbohong ia juga masih mudah untuk dibohongi. Misalnya, Ungkapkanlah kebohongannya tersebut dengan cerita bohong yang bisa meyakinkan anak.

Misalnya, Buatlah cerita seperti berikut ini: “Kemarin anak teman bunda ada yang berbohong. Dia ngakunya dapat nilai 10, padahal aslinya dapat nilai 5. Tapi pas ketahuan, ibunya gak marah. Karena ibunya merasa sayang sama dia. Jadi dia janji dehh, tidak akan berbohong lagi. Soalnya kalau di bohong bikin ibunya sedih, dan menandakan kalau dia tidak sayang sama ibunya. Kalau kamu bagaimana adek/kakak, apakah sayang sama bunda??.

Padahal, realitanya bunda tidak memiliki teman yang baru saja dibohongi oleh anaknya. Akan tetapi dengan cerita tersebut maka bisa membuat anak merasa bersalah dengan sendirinya, dan tidak merasa takut untuk mengakuinya.

Lain halnya jika bunda memilih jalan untuk memarahinya ataupun menegur anak secara tegas. Justru Perlakuan bohong ini bisa saja membuat anak untuk kembali melakukan kebohongan di lain waktu.

5. Kenalilah penyebabnya
Setelah bunda melakukan pendekatan secara personal, bunda juga tetap harus mencari tahu apa penyebab kebohongannya tersebut. Sekalipun anak sudah berani mengakui dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Sebab jika bunda mengetahui apa penyebabnya, maka bisa diantisipasi secepat mungkin agar kebohongan tersebut tidak terulang kembali.

Misalnya, Bisa jadi penyebab kebohongannya tersebut adalah pola asuh bunda yang sering membuat anak merasa takut ataupun merasa banyak dituntut. Kemungkinan besar lainnya, anak mempunyai masalah dengan teman-temannya di sekolah ataupun meniru kebiasaan buruk orang lain.

6. Hindarilah melanggar janji pada anak
Anak tidak akan melakukan suatu tindakan kebohongan jika orangtua mengajarkannya dengan kejujuran. Jadi, sangatlah penting mengajarkan anak untuk tetap bersikap jujur dengan cara memberikan panutan yang baik, misalnya orangtuanya tidak pernah melanggar janjinya meskipun dengan anak kecil.

Misalnya lagi, ketika anak mendekati ulangan, bunda atau ayah menjanjikan kepada anak akan membelikannya suatu hadiah jika anak mendapat nilai terbaik, namun ketika anak menyanggupi syarat tersebut malah orangtua tidak memberikan hadiah yang ia janjikan.

Hal Ini justru akan membuat anak merasa kecewa dan menganggap jika kebohongan adalah suatu hal yang wajar untuk dilakukan karena orangtuanya sendirilah yang melanggar perjanjian yang disepakati sebelumnya.

Kebiasaan anak berbohong biasanya dimulai meniru dari orang-orang terdekatnya. Jadi pastikanlah bahwa orang terdekatnya menjauhkan kebiasaan berbohong pada anak, entah itu keluarga ataupun lingkungannya, tentu agar anak tumbuh menjadi orang yang jujur.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2