√ 5 Cara Mengatasi Anak Hiperaktif, Lakukan Cara Berikut ini ...

Mempunyai anak yang ceria dan juga aktif merupakan dambaan setiap orangtua. Akan tetapi, ternyata ada beberapa anak yang berlebihan dalam hal ini, yang biasa kita sebut dengan hiperaktif.

Kebanyakan dari orangtua akan menyangka dengan tegas saat si kecil terindikasi dengan perilaku hiperaktif. Nah, di ruangdiary.com ini akan mengajak bunda untuk memahami lebih dalam tentang hiperaktif ini.

Karena Kurangnya pengetahuan tentang anak hiperaktif, membuat bunda kesulitan menangani anak hiperaktif ini. Umumnya, Mereka ingin melakukan satu kegiatan dan juga kegiatan yang lainnya lagi, bahkan tanpa jeda, seolah-olah energi mereka tidak ada habisnya.

Anak yang hiperaktif lebih cenderung tidak bisa duduk diam untuk mendengarkan pesan ataupun perkataan dari orangtua ataupun orang lain. Tentunya, Mereka juga lebih impulsif.

Mungkin saja bunda akan menganggap hiperaktif ini sangat buruk bagi si Anak. Namun cobalah bunda berpikir ulang.

Sebenarnya, Anak yang berperilaku hiperaktif hanya butuh lebih banyak perhatian dari orangtua-nya ataupun orang-orang di sekitarnya.

Selain itu, bunda juga harus bisa bersabar dan mencari cara untuk menyalurkan energi mereka yang meluap-luap. Untuk itu, butuh suatu keterlibatan tubuh dan juga pikiran si kecil.


Cara Mengatasi Anak Hiperaktif Dengan Baik Dan Benar

1. Menyalurkan energi
Ketika Bunda mencari cara untuk melampiaskan energi anak yang hiperaktif memang tidaklah mudah. Akan tetapi, bunda bisa mencari kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti berlari dan juga bermain yang membutuhkan aktifitas banyak menggerakan tubuh.

Selain itu, bunda juga bisa mendaftarkan si kecil pada kelas-kelas bermain agar membantu mereka menghabiskan energinya dan membuat pikiran mereka lebih tenang.

Selain itu, Bunda juga bisa memberikan activity box, untuk membantu ia lebih fokus bermain dengan itu. Tentu hal Ini jauh lebih baik ketimbang bermain gadget, sebab, activity box bisa membantu mengasah keterampilan dan juga meningkatkan daya ingat pada Anak.

Owya, bunda juga bisa membuat mainan ini sendiri ataupun membelinya, yang tersedia untuk anak dari usia 2 sampai 12 tahun.

2. Bicara dengan anak dengan sederhana
Perhatian bunda sangatlah dibutuhkan dalam menangani anak yang berperilaku hiperaktif.

Berikanlah perhatian sepenuhnya, dan juga selalu mendengarkan apa yang mereka ungkapkan. Bunda juga bisa mempelajari minat mereka, dan bahkan kekhawatiran apa yang sedang mereka rasakan.

Mintalah kepada mereka untuk belajar membuat daftar tugas. Sebaiknya, Bicaralah secara sederhana, untuk memastikan jika si-Anak akan paham dengan uraian dan instruksi yang bunda berikan.

3. Bantu Anak untuk mengelola emosinya
Anak-anak yang hiperaktif kebanyakan mereka akan sulit menangani perasaan-Nya. Kemarahan, kesedihan, dan juga kekhawatiran membuat mereka merasa bingung.

Untuk itu, Bunda harus bisa membantu mereka dalam hal ini. Bunda bisa memberikan gambaran, atau bisa menjelaskan secara mudah, apa yang baik dan apa yang buruk untuk mereka.

4. Buatlah mereka merasakan tenang
Untuk mengatasi anak hiperaktif agar bisa tenang memang sangatlah sulit.

Sebaiknya, Bunda harus membatasi screen time mereka. Bawalah anak untuk berjalan-jalan ke ruangan yang lebih terbuka dan hijau.

Selain itu,Bunda Juga harus  bisa tenang untuk bisa membuat anak hiperaktif menjadi lebih tenang. bulatkan tekad bunda untuk menenangkan si Anak, dan giringlah energi mereka untuk digunakan dengan cara yang baik dan melatih keterampilan.

5. Melakukan terapi perilaku
Bunda bisa mencoba memberikan hadiah kepada si Anak saat ia menunjukan perilaku yang baik, bisa konsisten dengan rutinitasnya, dan biarkanlah mereka mengetahui apa yang bunda dan orang-orang harapkan dari dia.

Cara terbaik untuk mengatasi anak yang hiperaktif ialah dengan cara melibatkan tubuh dan juga pikiran mereka untuk menyalurkan energinya.

Bunda harus ingat,  bahwa menonton televisi ataupun bermain hp, atau video game bukanlah cara yang baik untuk menyalurkan energinya. Sebaiknya berikanlah si Anak dengan perhatian penuh, dan juga terus dampingi mereka untuk membuat energinya menjadi hal-hal yang baik.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2