√ Penilaian Buruk Orang Tua Di Mata Anak

Menjadi orang tua yang baik memang tidaklah mudah. Sebagai ayah dan ibu dalam masa perkembangan anak haruslah memberikan sebuah contoh serta menerapkan pola asuh yang baik kepada anak-anaknya.

Tidak jarang orang tua yang memiliki hubungan buruk dengan anak, akibat penanganan orang tua yang tidak hati-hati.
Maka, anak akan merasa takut ketika bertemu dengan orang tuanya, Sehingga anak akan menghindar menjalin hubungan dengan orang tua.

Seperti apakah penilaian buruk orang tua dimata seorang anak? Berikut ciri-cirinya :



1. Tidak dapat menghargai hasil kerja keras anak.
Seorang anak akan merasa kecewa kepada orang tuanya, ketika kerja keras yang telah mereka lakukan dan dihasilkan tidak dihargai, terlebih lagi oleh kedua orang tuanya.

Jadi sebagai orang tua, alangkah lebih baiknya jika kita bisa menghargai serta memberikan sedikit perhatian terhadap hal yang telah dilakukan oleh anak.

Dengan memberikan sedikit perhatian dan meninggalkan kesibukan kita sesaat, akan dapat memberikan dorongan mental yang positif dalam diri anak untuk melakukan hal yang lebih baik lagi.

2. Membuat batasan ruang gerak bagi anak.
Membuat batasan ruang gerak pada anak dapat diartikan dalam berbagai hal, misalnya melarang anak untuk bermain dengan teman-temannya, melarang anak untuk memakan makanan yang ia sukai, dan berbagai hal lainnya.

Sebagai orang tua yang baik, tidaklah harus membatasi ruang gerak pada anak. Dengan memberikan sebuah kebebasan kepada anak untuk bermain ataupun melakukan segala sesuatu, akan membuat anak belajar untuk membedakan dengan sendirinya hal-hal yang menurutnya baik ataupun buruk.

3. Tidak meminta pendapat dari anak.
Sebagian orang tua beranggapan bahwa ketika mereka meminta pendapat kepada anak merupakan hal yang tak seharusnya mereka lakukan, karena dalam pandangan orang tua anak belum berhak memutuskan sesuatu hal dikarenakan umur mereka yang masih muda.

Tetapi, ketika kita meminta pendapat pada anak. Anak akan merasa bahwa dirinya begitu penting, serta akan tertanam rasa tanggung jawab dalam dirinya.

4. Tidak menjadi seorang sahabat bagi anak.
Sebagai orang tua bukan berarti harus bersikap kaku dengan anak-anaknya. Berbicaralah layaknya seorang sahabat yang akan membantu membangun kepercayaan diri pada anak. Sebab, Kedekatan kita dengan anak, akan membuat anak mudah terbuka dengan berbagai hal, salah satunya masalah yang ia hadapi.

Mereka akan memilih menceritakan masalah tersebut kepada kita dari pada kepada teman-temannya. Selain itu, jika diperlukan kita juga bisa menceritakan masalah yang sedang kita alami. Dan dengan tidak terduga kita akan mendapatkan sebuah solusi dari pemikiran anak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

5. Selalu memarahi ataupun mencaci-maki.
Kesalahan orang tua yang sering dilakukan adalah menasehati anak dengan cara memarahi hingga mencaci maki anak. Karena dalam pikiran kita, ketika memarahi anak akan membuat anak tidak mengulang kesalahannya. Akan tetapi, tahukah bunda? bahwa telalu sering memarahi anak akan mengikis rasa hormat anak kepada orang tuanya.

6. Mengkritik anak.
Rasa malu dalam diri anak akan terasa, ketika kita mengkritiknya di depan orang banyak. Ingatlah, perilaku seperti ini menimbulkan dampak negatif dalam diri anak.

Ketika anak cenderung besikap kasar saat beranjak dewasa, maka hal itu merupakan sebuah gambaran kekerasan yang selalu dia lihat pada masa tumbuh kembangnya.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2