√ Mengetahui Gejala Bruxisme Menggertakan Gigi Pada Anak-Anak Ketika Tidur

Saat ini, banyak suatu kondisi kesehatan yang seringkali luput dari perhatian, Salah satunya ialah menyangkut tentang kesehatan gigi dan mulut, karena memang letaknya yang tersembunyi dan gejalanya juga tidak nampak jelas.

Coba bunda perhatikan, pada saat anak bunda terlelap tidur. Sebagian besar, orang didunia ini tidur dengan menggertakan giginya tanpa disadarinya.
Apakah anak bunda juga mengalaminya?

Jika iya, itu artinya anak anda sedang mengalami suatu permasalahan kesehatan yang disebut dengan bruxisme.


Menurut para ahli, kebiasaan menggertakan gigi yang seringkali terjadi pada anak di usia 3,5 tahun sampai 6 tahun ini sebenarnya belum jelas penyebabnya.

Namun kebanyakan dari anak penderita bruxisme ini tidak menyadari keadaanya hingga terjadinya komplikasi.

Lantas, berbahayakah kondisi bruxisme ini bagi kesehatan anak?

Gejala Bruxisme pada Anak-anak
Anak-anak yang mengalami suatu kondisi bruxisme bisa dilihat dengan adanya gejala-gejala berikut ini:

- Mengalami kondisi kesulitan makan karena giginya merasakan sakit saat mengunyah.
- Seringkali mengeluh karena merasakan  sakit pada rahang, telinga dan sekitar area wajah secara keseluruhan.
- terdengar suara gertakan-gertakan Gigi saat mereka tidur.
- Mengalami rasa sakit dibagian kening dalam jangka waktu yang lama.
- Gigi menjadi sangat sensitif.

Dilansir dari parenting.firstcry.com, meskipun hal ini belum diketahui secara pasti penyebabnya, Namun kebiasaan-kebiasaan anak menggertakan gigi bisa jadi dipicu oleh adanya beberapa hal berikut ini:

Kegelisahan
Kebiasaan-kebiasaan menggertakan gigi saat tidur seringkali dikait-kaitkan dengan kondisi emosi negatif, seperti stress, mengalami depresi yang berkaitan dengan adanya mekanisme koping.

Mekanisme koping ialah suatu kondisi untuk menahan ketegangan yang mengancam pertahanan dirinya.
.
Tumbuh gigi
Menggertakan gigi pada usia balita dan anak-anak seringkali dikait-kaitkan dengan adanya proses tumbuh gigi.

Biasanya mereka akan lebih cenderung melakukan kebiasaan ini karena dirasa bisa membantunya meringankan rasa sakit ketika akan tumbuh gigi baru.

Maloklusi
Maloklusi ialah suatu kondisi saat gigi tumbuh secara berdesakan, tumpang tindih ataupun bengkok.

Penelitian telah menunjukan adanya kaitan yang cukup erat antara maloklusi dan juga bruxisme. dengan adanya temuan ini, bahwa sekitar 12,70 persen anak-anak memiliki kedua kondisi yang berkaitan dengan maloklusi dan bruxisme.

Cacing kremi
Dalam Sebuah penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan ini ada kaitanya antara cacing kremi dan bruxisme.

Kebiasaan ini juga bisa disimpulkan, bahwa parasit di dalam usus telah melepaskan racun yang menyebabkan timbulnya rasa gugup dan juga kecemasan, sehingga bisa menyebabkan seorang anak sering menggertakan gigi.

Alergi
Para peneliti juga telah menduga, bahwa hal ini ada hubunganya antara alergi dan juga bruxisme. Anak-anak akan melakukan menggertakan gigi mereka untuk meringankan rasa tak nyaman pada saat terjadinya iritasi pada telinga dibagian dalam.

Dampak Bruxisme pada Kesehatan Anak
Kebiasaan-kebiasaan menggertakan gigi, meskipun seringkali dilakukan tanpa disadari ternyata bisa berdampak negatif yang tidak bisa dianggap sepele Seperti masalah gigi mudah patah, menjadi longgar, bahkan bisa terlepas.

Selain itu pada daerah pulpa gigi bisa menjadi terbuka sehingga dapat menyebabkan terjadinya pulpitis, gangguan pada rahang dan juga telinga, sehingga beberapa anak akan merasakan sakit dibagian rahang yang disebut sebagai gangguan sendi temporomandibular.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bruxisme pada anak yaitu :

- Gunakan pelindung mulut pada saat anak tidur di malam hari.
- mengajaknya melakukan kegiatan berolahraga untuk mengurangi rasa kecemasan.
- biasakanlah anak anda mengkonsumsi makanan sehat yang banyak mengandung kalsium dan magnesium untuk membantu fungsi sistem saraf dengan baik.

Meskipun demikian, sebagian besar kasus, kondisi bruxisme seperti ini sebenarnya tidak membutuhkan penanganan secara khusus, sebab akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan anak anda.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2