√ Lebih Baik Masuk SD Lebih Cepat Ataukah Mengulang 1 Tahun Di TK ?

Ada Kalanya ketika orang tua terlalu semangat untuk memasukan anaknya kesekolah dasar. Serta sudah memilih-milih sekolah untuk anaknya, meskipun umurnya belum memasuki usia 7 tahun.

Ketika Anak didaftarkan ke sekolah TK pada saat umurnya masih 3,5 tahun ataupun 4 tahun. Dengan harapan agar anak dapat segera belajar calistung, bermain dengan teman-teman sebayanya, mulai berinteraksi dengan guru, dan hal-hal lainnya. Hasilnya ketika anak lulus dari TK, usia anak masih kurang dari 7 tahun.


Peraturan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan, setiap anak yang akan mendaftar ke sekolah dasar hendaklah telah mencapai usia 7 tahun atau minimal 6 tahun. Maka, ketika usia anak belum memasuki usia 7 tahun, terdapat dua pilihan, yaitu : memasukan anak ke SD lebih cepat ataukah menambah pembelajaran di TK selama 1 Tahun.

Jadi lebih baik pilih yang mana ya bund?

Menurut pendapat psikolog pendidikan Orissa Anggita Rinjani, orang tua mempunyai sebuah hak untuk memasukkan anaknya di sekolah SD swasta jika usia anak belum cukup. Karena kebanyakan SD swasta tidak memberikan sebuah aturan bahwa usia anak haruslah 7 tahun ketika mendaftar.

Akan tetapi, meskipun anda mempunyai cukup dana untuk bisa mendaftarkan anaknya ke sebuah SD swasta, masuk SD terlalu dini pada dasarnya bukanlah sebuah pilihan yang bijak. Orissa memberikan saran agar menunda terlebih dahulu.

“Lebih baik menunda sampai usia anak lebih matang. Lebih baik ketika anak-anak masuk SD usianya terlalu matang dari pada usia anak terlalu dini,” papar Orissa.

Terdapat beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan anak sudah siap masuk SD ataupun tidak. Bukan hanya soal akademik, akan tetapi kesiapan fisik motorik anak baik itu motorik kasar maupun motorik halus, selain itu juga aspek kognitif, sosial emosional, bahkan bahasa.

Hal apakah yang akan terjadi ketika anak belum siap akan tetapi sudah dipaksa untuk memasuki SD terlalu dini.

Orissa menambahkan : “Ketidakmatangan motorik pada anak akan memberi pengaruh pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Ketidakmatangan aspek sosial akan berdampak pada kemampuan anak untuk dapat berbagi dan bersikap mandiri. Serta akan terlihat bahwa anak yang belum siap untuk memasuki SD akan merasa kesulitan belajar ketika menginjak tingkatan SD akhir”.

Ketidaksiapan seorang anak masuk SD mungkin tidak akan terlihat saat ia masih belajar di kelas 1 atau 2. Akan tetapi seiring berjalannya waktu akan bertambahnya sebuah tuntutan akademik, dan barulah anak akan terlihat tidak mampu untuk dapat mengikuti pembelajaran.  Bisa jadi, ketika anak berada di kelas 4 SD, anak menjadi tidak semangat untuk berangkat sekolah.

“Akibat yang ditimbulkan dari ketidaksiapan anak ketika masuk SD itu terlihat dalam jangka panjang. Makin lama, sebuah tuntutan akademik makin tinggi. Anak yang masih belum siap untuk masuk SD akan malas serta tidak merasa enjoy,” jelas Orissa.

Maka Orissa menyarankan ketika anak belum mempunyai umur yang cukup untuk tidak masuk sekolah dasar, lebih baik ia mengulang dan lebih lama untuk belajar di jenjang pendidikan TK. Hal ini bukan berarti bahwa kita menambah 1 tahun di TK tanpa sebuah resiko, tetapi lebih mudah diatasi daripada ketika masuk SD terlalu dini.

Orissa menjelaskan : “Bisa jadi pada awalnya anak merasa bingung, ketika melihat teman-teman sekelasnya kok berbeda. Tapi tidak perlu khawatir, karena anak mempunyai kemampuan untuk beradaptasi. Masalah tersebut lebih bisa untuk diatasi daripada dampak yang akan ditimbulkan dalam jangka panjang ketika anak dimasukkan ke SD terlalu cepat”.

Maka Bagaimana bunda, anda lebih memilih yang mana? Apapun pilihan bunda, pilihlah yang terbaik untuk anak kedepannya.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Lebih Baik Masuk SD Lebih Cepat Ataukah Mengulang 1 Tahun Di TK ?"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2