√ Inilah 5 Dampak Fatal Jika Anak Keseringan Bermain Game

Ada banyak sekali penelitian tentang dampak dan efek bermain game pada perkembangan anak-anak. Beberapa penelitian tersebut memang menunjukan hasil yang positif, akan tetapi ada juga penelitian yang menunjukan hasil sebaliknya.

Para Peneliti juga berargumen, bahwa saat si kecil suka main di konsol game portabel, laptop, tablet, ataupun smartphone, Dan sudah keseringan bermain game, maka pada dasarnya akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari.


Dampak Buruk Anak-Anak Sering Bermain Game

Di Bawah ini Ada Beberapa Poin Dampak Buruk Jika anak-anak keseringan Bermain game, yaitu:

1. Gangguan kesehatan
Tahukah Anda? Jika keseringan bermain game ternyata bisa memicu berbagai macam penyakit kronis?

Tanpa Anda sadari, bahwa bermain game termasuk ke dalam salah satu gaya hidup sedentari, sebab hal tersebut bisa membuat si kecil malas untuk bergerak.

Yaa, ketika si kecil bermain game, maka hanya mata dan tangan saja yang tetap fokus bekerja. Sementara bagian tubuh yang lainnya diam tidak bergerak.

Jika kebiasaan ini tetap dilakukan secara terus-menerus, maka anak anda rentan berisiko lebih tinggi terkena penyakit obesitas, melemahnya otot dan juga persendian, atau bisa juga mengalami penurunan penglihatan yang signifikan karena terkena sinar cahaya dari layar gadget yang digunakan.

Selain hal tersebut, si kecil juga rentan dengan risiko mengalami lebih banyak masalah tentang kesehatannya, apalagi jika kebiasaan buruk ini disertai dengan pola makan yang buruk.

Anda yang sebagai orang tua mungkin tidak akan merasakan langsung risiko dari gaya hidup sedentari ini. Pada umumnya, dampak dari kebiasaan buruk ini baru mulai terasa jika sudah bertahun-tahun setelah keseringan bermain game.

2. Penurunan prestasi di sekolah
Keseruan dalam bermain game sangat jauh berbeda dengan kegiatan sehari-hari yang dilalui oleh anak ketika menuntut ilmu di sekolah.

Yaa, jika di sekolah, pada umumnya anak-anak akan merasakan bosan dan tertekan, namun lain halnya ketika mereka sedang bermain game.

Apabila anak anda sudah dalam tahap keseringan bermain game, biasanya mereka akan melakukan segala cara untuk bisa bermain game.

Akibatnya, banyak anak-anak yang tidak fokus dengan pelajaran di kelas, malas untuk belajar, hingga berani bolos disekolah. Berbagai aktifitas tersebut, maka akan berujung pada penurunan prestasi anak di sekolah.

3. Sulit Bersosialisasi
Anak-anak yang sudah ketergantungan dengan game, maka akan cenderung lebih senang menghabiskan waktunya selama berjam-jam untuk menuntaskan misi dari game yang sedang dimainkannya itu.

Hal ini tentu saja akan berdampak buruk yang siginifikan pada perkembangan dan kehidupan sosial anak kelak. Biasanya, anak-anak akan lebih cenderung memilih berinteraksi secara digital daripada dunia nyata. Dalam istilah psikologisnya kondisi yang seperti ini disebut dengan asosial.

Asosial ialah salah satu disfungsi kepribadian yang ditandai dengan menarik diri dan menghindar terhadap interaksi sosial di lingkungan.
Orang yang terkena asosial biasanya cenderung tidak mempedulikan orang lain dan sibuk dengan dunia-nya sendiri.

Akibatnya, anak-anak yang asosial sering diam ketika diminta untuk memulai percakapan dan merasakan cepat bosan ketika diajak dipertemuan yang melibatkan interaksi dengan banyak orang.

4. Perilaku Menjadi agresif
Konten action yang banyak ditampilkan pada frame game bisa menyebabkan anak-anak berperilaku menjadi tidak sabaran, dan bahkan bisa berperilaku cukup agresif dalam kehidupan sehari-harinya. Mereka juga bisa lebih sering marah-marah dan mudah tersinggung ketika dilarang atau diminta untuk berhenti bermain game.

Hilangnya kendali pada anak, biasanya membuat anak-anak akan cenderung menomorsatukan gaming dalam hidupnya. Akibatnya, anak-anak akan melakukan berbagai  macam cara untuk bisa menuntaskan permainan-nya, tidak peduli atas konsekuensi dan risikonya. Akibatnya bisa berperilaku agresif terhadap orang lain.

5. Gangguan mental
Sikap yang sudah Ketergantungan untuk Bermain game, biasanya ditandai ketika anak sudah tidak mampu lagi untuk mengendalikan dirinya untuk berhenti bermain game. Akibatnya, anak-anak akan memiliki keinginan terus-terusan bermain game tanpa mengenal waktu.

Kabar buruknya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana memasukan ketergantungan bermain game sebagai salah satu kategori gangguan jiwa yang disebut dengan gaming disorder. Hal ini didasari atas fenomena meningkatnya pola ketergantungan dalam bermain game dari berbagai belahan dunia.

Rencananya, pola gaming disorder di usulkan akan dimasukan di bawah kategori besar yaitu “Gangguan mental, perilaku, dan juga gangguan perkembangan saraf".

Ini artinya, para pakar kesehatan di seluruh dunia telah menyetujui bahwa orang dewasa dan anak-anak yang ketergantungan dengan bermain game bisa mengakibatkan dampak buruk dalam pola kehidupannya.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ Inilah 5 Dampak Fatal Jika Anak Keseringan Bermain Game"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2