√ Cara Menghadapi Anak Yang Berkemauan Keras

Dalam diri seorang anak pasti ia mempunyai kemauan, bahkan sebagian besar anak-anak ingin kemauannya terus dipenuhi oleh orang tuanya dan ia tidak mau mengalah.

Kemauan keras yang seperti ini akan berdampak pada perkembangan anak ketika sudah dewasa nanti.
Ketika kemauannya terus saja dipenuhi, maka anak kita tidak akan pernah belajar apa itu pengendalian diri.

Meskipun kita merasa kasihan kepada anak ketika dia menginginkan sesuatu dan tidak kita kabulkan, tetapi kekecewaan dalam diri anak tersebut akan membuat lebih kuat dan tegar menghadapi kehidupan di masa yang akan datang.

Cara Menghadapi Anak Yang Berkeinginan Keras
Cara seperti apakah yang dapat kita lakukan untuk menghadapi anak yang berkemauan keras? Yuk simak beberapa poin berikut ini :



1. Memberikan Pilihan
Biasakan mendidik anak dengan memberikan sebuah pilihan. Dengan adanya sebuah pilihan yang kita tawarkan pada anak, dia akan merasa suatu hal yang dia lakukan berdasarkan kemauannya sendiri.  Misalnya kita pergi berbelanja bersama dengan anak dan dia melihat benda yang dia suka. Katakanlah “Jika kamu ingin membeli benda tersebut. Kamu mau pilih warna merah muda atau biru?”

2. Menunjukan rasa Empati
Ketika anak anda mempunyai kemauan keras setelah mengutarakan keinginannya, dia akan berusaha sekuat tenaga agar hal itu terwujud. Daripada kita menentangnya, akan lebih baik jika kita memberikan sebuah empati dan memahami perasaanya. Misalnya anak kita ingin membawa mainan besar keacara makan malam bersama kerabat. Anda bisa mengatakan.  “Wahh, pasti senang bisa memainkannya ya. Tetapi kita akan mengobrol dan meramah tamah, jadi nanti kamu tidak dapat memainkannya. Jika kamu mau membawa mainan bawalah yang berukuran kecil agar bisa dimainkan selama perjalanan nanti".

3. Biarkanlah Belajar Sendiri
Memberitahu anak yang mempunyai kemauan yang keras tidaklah mudah. Hal terbaik yang dapat dilakukan ialah membiarkan mereka mengalaminya sendiri. Misalnya anda mengatakan pada anak untuk tidak bersepeda setelah hujan karena jalanan lebih icin, bergelombang dan becek sehingga rawan tergelincir. Dia bisa beragumen bahwa dia akan lebih cepat sampai ketika menaiki sepeda dan dia akan berhati-hati menjalankannya.
Daripada kita berdebat, biarkanlah anak belajar dan mengalami sendiri kesulitan yang dia hadapi ketika mengayuh sepeda dijalanan setelah hujan reda. Akan tetapi tetap perhatikan keselamatan anak kita ya bun.

4. Dengarkan dan Lihatlah dari sudut pandangnya
Orang tua pasti merasa selalu tahu yang terbaik untuk anaknya walaupun itu merupakan kesalahan yang paling sering dilakukan. Pandangan anak-anak berkemauan keras, tidak ada yang lebih tahu mereka ketimbang dirinya sendiri. Misalnya kita dapat mendengar pendapatnya, daripada kita memaksakan pendapat kita pada anak. Dengan begitu anda akan paham apa keinginan dan alasannya.

5. Tidak Cepat-cepat Menawarkan Bantuan
Anda mungkin merasa geregetan dan tidak sabar ketika melihat anak tidak segera melakukan hal yang anda perintahkan dan dia malah asyik melakukan hal lain. Misalnya saja ketika anda menyuruhnya untuk naik ketempat tidur tetapi anak malah asyik bermain dan belum membereskan mainannya.

Tahanlah diri anda untuk tidak mengomel ataupun terlalu cepat menawarkan bantuan. Anak yang mempunyai kemampuan yang keras lebih suka bertanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan.

Anak akan melakukannya sendiri. Dukunglah dia ketika sedang membereskan mainan-nya dengan mengatakan “Wah, bunda lihat kamu sedang membereskan mainan sebelum tidur. Hebat ya anak bunda sudah mandiri! Sekarang apa ada yang masih ingin kamu lakukan?”. Maka anak-anak akan merasa lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan diri mereka sendiri.

6. Memberlakukan Rutinitas dan Aturan
Dengan adanya sebuah rutinitas dan aturan bagi anak akan membuat mereka bisa tertib. Ketika tidak ada aturan mereka akan bertindak sewenang-wenang dan sesuka hatinya. MIsalnya anda membuat aturan mematikan lampu rumah pada pukul 9 malam ketimbang segera menyuruhnya untuk tidur. Anda tidak perlu khawatir anak tidak akan mengikutinya, karena pada dasarnya anak yang berkemauan keras adalah anak yang bertanggung jawab.

7. Disiplinkan anak lewat Hubungan bukan Hukuman
Didunia ini anak yang berkemauan keras adalah orang yang tidak mudah setuju akan sesuatu hal. Sebuah hukuman hanya akan meningkatkan resistensi pada anak.

Anak adalah orang yang tidak bisa kita ancam, Jadi bagaimanakah cara kita mendisiplinkan anak? Melalui kedekatan. Bangunlah sebuah hubungan penuh dukungan kepada mereka. Ketika anak merasa nyaman, maka anak-anak akan setuju untuk melakukan hal yang ingin anda inginkan.

Hubungan yang dekat antara orang tua dan anak adalah suatu hal yang paling mereka inginkan. Pada saat anda menghukum anak dan bahkan sering anda lakukan, maka anda semakin merusak hubungan hangat antara anda dengan anak.

Itulah cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi anak yang berkemauan keras. Bagaimana dengan anak anda? Apakah mereka seperti itu? Hal seperti apakah yang biasa anda lakukan, yuk sharing pengalamannya dikolom komentar ya.. ^^

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2