√ Cara Mengatasi Persaingan Antar Saudara (Kakak-Adik Yang Selalu Bertengkar)

Memiliki saudara kandung merupakan salah satu anugerah yang membahagiakan orang tua.
Selain hal itu, Memiliki saudara sejak kecil bisa saja kita berbagi berbagai macam hal. Mulai dari barang ataupun mainan, hingga pada perhatian orang tua.

Tidak dipungkiri, jika kehadiran saudara kandung bisa menjadi salah satu teman terbaik, namun bisa saja menjadi musuh dalam kehidupan mereka, apalagi jika diantara mereka sudah mulai bersaing satu sama lain.

Banyak hal yang sering terjadi dalam kehidupan bunda yaitu persaingan antar saudara terlihat sejak bunda mengandung anak yang kedua.

Umumnya, Kehadiran calon adik membuat anak pertama seringkali meminta perhatian lebih dari kedua orangtua-nya.

Kemudian setelah si Adik telah lahir dan tumbuh bersama, mereka akan mulai terlihat memperebutkan berbagai macam hal, seperti memperebutkan mainan, memperebutkan perhatian dari kedua orang tua, dan lain sebagainya.


Penyebab Persaingan Antar Saudara, Adik Kakak Yang Sering Bertengkar

Hidup bersama dalam satu rumah, tidak menjamin dalam hubungan antar saudara akan selalu hangat.
Dalam suatu persaingan antar saudara pada umumnya dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya:

- Mempunyai Rasa iri / cemburu.
- Faktor Lingkungan sekitar yang selalu membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain-Nya.
- Perilaku dan kemampuan beradaptasi anak, Perkembangan terhadap rasa individualitas.
- Faktor orang tua dalam menyelesaikan konflik keluarga.
.
Sebenarnya, Cara orang tua saat menghadapi situasi anak sedang berkonflik antara yang satu dengan yang lainnya akan membentuk pondasi dalam hubungan mereka.
.
Pada umumnya, sejak kecil anak-anak harus dibiasakan untuk belajar kompromi, bernegosiasi, serta mengendalikan amarahnya saat mereka mendapati situasi yang tidak di inginkan.

Bagaimana Sikap Orang Tua Untuk Menghadapi Persaingan mereka?

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua untuk bisa menghadapi anak yang selalu bersaing dengan saudaranya, seperti:

1. Orang Tua Tidak ikut terlibat setiap konflik kecil diantara mereka, dan Ajarkanlah anak bunda untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri meskipun masih dalam pantauan orang tua.

2. Selalu pantau ucapan dan bahasa yang digunakan oleh anak-anak. sebisa mungkin bunda mencari tahu sumbernya jika anak-anak sudah mulai menggunakan kata-kata kasar ataupun yang bersifat mem-bully satu sama lain.

3. Orang tua harus bisa bersikap adil, dan jangan sampai memihak salah satu diantara mereka.

4. Pada Saat anak bunda terlibat konflik, tak ada salahnya jika bunda/ayah memisahkan mereka sampai keduanya telah tenang. Terkadang dengan memisahkan mereka dari yang lain akan memberi mereka waktu untuk bisa berfikir.

5. Sebagai Orang Tua Jangan pernah membandingkan salah satu anak diantara mereka, Sebab setiap anak memiliki kemampuan, kepribadian, bakat dan juga sifat yang berbeda-beda.

Perlakukan semua anak bunda secara adil dan sama. Misalnya, pada saat anak bunda ingin bermain dengan mainan jenis yang sama, ajarkanlah mereka untuk belajar bergiliran atau jika tidak mau bergiliran, simpanlah mainan tersebut sampai mereka setuju untuk berbagi.

6. Jika anak-anak Bunda memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda sediakanlah waktu untuk memenuhi kebutuhan keduanya. Selain hal tersebut, pastikanlah anak bunda bisa bersosialiasi dan juga menghabiskan waktu bersama. Misalnya saja dengan cara merencanakan acara jalan-jalan bersama-sama, liburan, menonton hiburan dan banyak hal lainnya yang bisa bunda lakukan bersama untuk meredakan persaingan mereka.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2