√ Cara Mengatasi Perilaku Anak Yang Nakal, Lakukan Tips Berikut ini ...

Salah satu perilaku anak yang seringkali membuat pusing orangtua ataupun orang lain ialah, ketika ia mengganggu teman-temannya disekolah ataupun saudaranya dirumah.

Ketika orangtua membiarkan perilaku tersebut, maka bisa jadi anak kita akan dikucilkan oleh orang lain dan juga  teman-temannya dengan sebutan Anak Nakal.



Cara Mengatasi Anak Nakal Yang Bisa Bunda Lakukan Di Rumah

1. berikanlah contoh yang baik.
Usia anak-anak pada umumnya akan melakukan seperti apa yang ia lihat, serta lebih cenderung meniru berbagai kegiatan yang telah di lihat-Nya.

Oleh sebab itu, sebaiknya orang tua tetap memberikan contoh yang baik bagi anak-anaknya. Selain itu, Jadilah orang tua yang bisa membuat anak nakal tersebut menjadi perilaku anak yang baik sesuai yang kita harapkan, Dengan cara  memberikan contoh yang bisa membuat perilaku anak menjadi berkembang kearah yang positif, dengan begitu si anak akan meniru serta mempraktekan apa yang ia lihat.

2. Janganlah berteriak dihadapan anak.
Teriakan yang kita lakukan dihadapan anak biasanya membuat anak merasa tertekan.

Sebaiknya orang tua tetap menggunakan nada bicara yang lembut agar mereka mau mendengarkan perkataan yang kita sampaikan. Jika memang dalam keadaan terpaksa untuk berteriak di hadapan mereka, pastikanlah bahwa teriakan tersebut bersifat menegur dan tidak membuat anak membenci kita.

Pada umumnya, anak-anak yang mendapati dirinya sering diteriaki dan sering dimarahi, maka tekanan yang ada dalam dirinya bisa berakibat tertanamnya rasa benci dihatinya.

3. Membuat Kesepakatan
Buatlah sebuah kesepakatan antara orang tua dan anak yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Setelah kesepakatan dibuat, pastikanlah kesepakatan itu bisa dijalani sebaik mungkin. Dan Hal penting yang harus diperhatikan ketika membuat kesepakatan ialah berikanlah sebuah kesempatan kepada anak untuk bisa mengungkapkan keinginannya, setelah itu barulah kita membuat anak agar bisa menerima dan melakukan hal yang kita inginkan.

4. Tidak mengucapkan anak nakal
Setiap ucapan yang kita katakan, akan melekat pada pola pikir anak. Dengan begitu, anak akan termotivasi oleh pola pikirnya akibat ucapan kita. Yang pada akhirnya, anak merasa bahwa kelakuan dirinya sesuai yang kita ucapkan, dan akan sulit untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

5. Tunjukkan sikap Tegas dan Konsisten
Setelah kita mengucapkan sesuatu kepada anak, sebaiknya bersikaplah sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Jangan sampai apa yang kita lakukan bertolak belakang dengan apa yang telah kita ucapkan.

Dengan sikap kita yang tidak tegas ataupun tidak konsisten dengan apa yang pernah kita ucapkan, hal ini akan berdampak pada anak. Umumnya, Anak akan mempunyai keyakinan dalam dirinya, bahwa ketika anak mengucapkan sesuatu dan tidak melaksanakannya maka dianggapnya tidak apa-apa.

Maka marilah kita tunjukkan sikap tegas dan juga konsisten untuk mengajarkan kepada anak agar bertanggung jawab dengan apa yang telah mereka ucapkan.

6. Jangan Menggunakan Kekerasan.
Didikan yang menggunakan kekerasan kepada anak, bukanlah sebuah solusi untuk menghadapi mereka.

Kekerasan tersebut justru akan membuat mereka semakin liar dan bahkan bisa semakin berani untuk melawan. Perlakuan kekerasan seperti memukul ataupun mencubit akan berdampak pada masa pertumbuhan anak, terutama pertumbuhan mental pada diri anak. Sehingga anak tersebut akan melakukan hal yang sama pada orang lain ataupun teman-temannya.

7. Memahami Anak.
Salah satu cara yang bisa dilakukan bunda adalah dengan melakukan pendekatan untuk memahami anak.

Kita yang sebagai orang tua harus mau mendengarkan dengan baik apa yang mereka ucapkan, agar nantinya si anak juga mau mendengarkan ucapan orang tua ataupun ucapan orang lain terhadapnya.

Ketika anak berbuat nakal, sebaiknya berbicaralah dengan baik, bahwa ada hal lain yang lebih membahagiakan selain menjadi anak nakal, yaitu menjadi anak yang suka melakukan kebaikkan.

8. Memberikan Apresiasi.
Seorang anak akan merasa senang ketika mereka melakukan kebaikan, dan kebaikkannya tersebut dihargai oleh orang tua ataupun orang lain.

Meskipun Kebaikkan anak kecil dan tidak berdampak besar, cobalah memberikan sebuah apresiasi kepadanya. Dengan begitu, anak bisa lebih memahami bahwa kebaikkan yang telah mereka lakukan dapat berbuah manis.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2