√ Cara Mengajarkan Anak Sopan Santun Di Usia Pra-Remaja

Saat Anak menginjak usia remaja biasanya akan bertindak tanpa berfikir panjang. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu bimbingan yang lebih intens dari orang tua-nya sebagai bekal untuk menghadapi dimasa yang akan datang.

Masalah anak tersebut biasanya akan muncul karena sudah mulai melebarkan pergaulanya di lingkungan masyarakat.

Meskipun ayah dan bunda sudah mendidiknya sopan santun sejak kecil, tetapi pendidikan tersebut harus selalu berlanjut untuk mengingatkan bahwa dengan bersosialisasi itu ada aturannya.


Cara Mendidik Anak Sopan Santun Di Usia Pra-Remaja

1. Jadilah pendengar yang baik
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, anak usia pra-remaja seringkali melakukan suatu tindakan tanpa berfikir panjang. Anak-anak akan mudah tersulut emosional dan tindakan kebablasan ketika melakukan sesuatu jika tidak mempunyai kontrol yang baik.

Nada bicaranya seringkali meninggi saat memberitahu ataupun menjawab pertanyaan.

Jadi, bunda dan ayah harus selalu mengajarkan kepada anak, sebaiknya anak selalu mendengarkan pendapat ataupun ucapan orang lain terlebih dahulu sebelum menjawab maupun berkomentar.

2. Ajarkan One at a time
Sikap anak yang tidak sabaran dan ingin menyelesaikan sesuatu dengan cepat menjadi salah satu karakteristik khas pada anak usia pra-remaja. Namun akibatnya dari terburu-buru ini, biasanya pekerjaan apapun yang dilakukan banyak salahnya.

Tentu saja, hal ini bisa berdampak kurang baik saat anak mulai bersosialisasi di lingkungan. Maka dari itu, sebaiknya bunda dan ayah selalu melatih anak untuk melakukan pekerjaan dengan fokus dan juga penuh kehati-hatian.

3. Ajarkan Untuk Bersikap tenang
Rasa gerogi ataupun takut saat menghadapi sesuatu bisa membuat anak menjadi terlihat kurang sopan. Misalnya saja, saat anak menggerakkan kaki, tangan ataupun tubuh yang lain secara berlebihan sebagai pengalih rasa gugupnya.

Nah, untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan ini saat gerogi ataupun gugup maka Ajarkanlah anak bunda untuk bersikap lebih tenang dengan cara mengatur nafas saat mulai merasakan gerogi supaya detak jantungnya lebih teratur.

4. Menatap lawan bicara
Di poin ini seharusnya sudah diajarkan oleh setiap orang tua sejak kecil. Tetapi biasanya, orang tua juga mulai melupakan saat anak mulai beranjak remaja.

Seharusnya anak juga perlu diajarkan bagaimana cara untuk tetap bersikap tenang saat berbicara dengan teman-temanya ataupun dengan orang yang lebih tua, terlebih lagi pada keluarga terdekat seperti orang tuanya, paman, kakek, ataupun neneknya.

5. Ajarkan bahasa
Sejak anak kecil, biasakan untuk mengajarkan berbicara dengan tatanan bahasa yang baik, benar dan mudah dimengerti.

Pada umumnya, anak akan mulai berkomunikasi dengan gaya bahasa sendiri saat mengobrol dengan temannya. Selain itu, Wajahnya juga lebih ekspresif.

Lain halnya ketika anak berkomunikasi dengan orang yang lebih dewasa. Sebaiknya, Anak juga harus tetap diajarkan untuk memilih tatanan bahasa yang benar ketika bicara dengan teman sebaya ataupun orang yang lebih dewasa.

Pada dasarnya, ada 2 hal yang sangat penting yang harus diingat oleh bunda dan ayah saat membimbing anak usia pra-remaja supaya memiliki tata bahasa krama yang baik.

Sebab, ketika anak memasuki usia remaja, maka anak akan lebih pandai melakukan counter back atau membalikan apa saja yang dikatakan oleh orang tuanya. Misalnya, bunda menasihati anak ketika ia berkata kurang sopan, maka anak bisa saja membalikan fakta tersebut karena mungkin cara bunda menasihatinya juga kurang tepat.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2