√ Cara Mendidik Anak agar Bisa Mandiri Sejak Usia Dini

Sejak anak lahir hingga tumbuh dewasa, tentunya akan tinggal bersama orang tuanya terlebih dahulu, akan tetapi bukan berarti mereka harus terus bergantung kepada kedua orang tua.

Siapa sih orang tua yang tidak menginginkan anaknya tumbuh mandiri?
Sebab, dengan kemandirian yang tertanam pada diri anak, tentunya akan siap menghadapi tantangan dimasa depan yang jauh lebih berat dari apa yang dia jalani sekarang ini.

Yuk Bunda, marilah didik anak kita menjadi lebih mandiri dengan hal-hal berikut :


1. Memberikan Tanggung Jawab dan Kepercayaan
Perkenalkan dengan perlahan bahwa anak harus bisa bertanggung jawab dengan sesuatu yang telah dia perbuat, dan berilah kepercayaan pada mereka.

Pada awal-awal perkenalan janganlah terlalu memberikan tekanan kepada mereka, cukup dengan ucapan yang halus tanpa adanya bentakan ataupun paksaan.

Misalnya yang saya alami disekolah, saya memberikan tanggung jawab dan kepercayaan kepada anak ketika mereka selesai memainkan APE dalam dengan membereskan mainan itu sendiri dan menyimpannnya kembali pada tempatnya. Meski kelihatannya seperti hal sepele dan sederhana, namun bagi anak kegiatan tersebut membuat mereka belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.

2. Libatkan Anak dalam Berbagai Kegiatan
Pada masa pertumbuhan anak, mereka akan mencari figure teladan yang dijadikan contoh bagi dirinya.
Maka ajaklah anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan ringan tetapi memiiliki sebuah hasil. Misalnya saja seperti membersihkan kelas bersama ataupun membereskan mainan bersama serta hal-hal yang lainnya.

Dengan mengajak anak untuk membereskan mainan yang telah mereka mainkan, hal ini akan tertanam dalam diri anak jika mereka telah melakukan sesuatu hal dan mereka harus membereskannya kembali.
Meski kegiatan ini terlihat sederhana, akan tetapi bagi anak mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.

3. Membiarkan mencoba Hal Baru
Kemandirian dari anak dapat terlihat ketika mereka mampu berpikir secara mandiri, memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi.

Maka kita sebagai orang tua biarkanlah anak mencoba berbagai hal. Percobaan yang dilakukan oleh anak tidak jarang mereka menemukan suatu kesalahan dan janganlah kita menghukum anak ketika mereka gagal, sebab tak semua kesalahan yang telah dilakukan oleh anak kita harus menghukumnya.

Ketika mereka membuat kesalahan bimbinglah mereka dengan perlahan dengan penuh kesabaran agar anak merasa nyaman.

Jangan lupa untuk memberikan pujian saat anak kita mencoba hal baru setelah mereka berhasil ataupun  gagal, karena semua itu butuh proses bunda. Kelak kita dapat melihat hasil proses mereka dan menjadi kebanggaan bagi diri kita.

4. Memberikan penghargaan atas pencapaiannya.
Ketika mendidik anak menjadi mandiri, jangan lupa untuk memberikan pujian kepada anak atas pencapaiannya. Misalnya ketika saya melihat anak didik saya bisa memakai kaos kaki dan sepatu sendiri, maka saya memberikan pujian atas pencapaiannya.
Tapi ingatlah bunda berikanlah pujian ketika anak berhasil melakukan hal positif agar anak mempunyai kepercayaan akan dirinya sendiri.

5. Izinkanlah anak untuk bermain dengan teman sebayanya.
Seorang anak tidak akan terus berada dalam lingkungan orang tuanya dia juga harus bisa menghadapi tantangan masa depan yang akan dia lalui yang harus bisa dia selesaikan dengan sendrinya. Sebab, Anak kita harus bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekolah, ataupun likungan sekitar tempat tinggalnya.

Dengan bersosialisasi dengan teman sebaya-Nya, Maka perkembangan sosial emosional anak akan terlatih Dan anak akan belajar berkompromi, saling menghargai satu sama lain, menyelesaikan masalah dan sebagainya.

Itulah cara yang bisa bunda lakukan ketika mendidik anak agar berkembang menjadi anak yang mandiri. Bunda, pasti bisa! Semangat.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2