√ Cara Melatih Anak Patuh Pada Orang Tua

Ketika anak tidak mau patuh, biasanya sebagian orang tua akan merasakan kehabisan cara untuk mengendalikannya. Terlebih lagi ketika orang tua dalam kondisi kelelahan seperti selesai membereskan rumah ataupun baru saja pulang dari tempat kerja.

Harapan setiap orang tua tentunya agar anak bisa patuh, namun ketika anak susah diberikan arahan dan tidak mau patuh, pada akhirnya orang tua lebih memilih untuk bertindak kasar pada mereka. Meskipun hal ini sebuah ancaman agar anak menjadi patuh namun cara tersebut tidaklah efektif untuk membuat anak patuh.

Sebuah ancaman pada anak, meskipun saat itu bisa membuat anak patuh, tetapi cara ini hanya efektif untuk sesaat saja, dan tidak berlaku untuk jangka panjang.

Tindakan ancaman yang diberikan kepada anak, bisa dianggap sebuah kewajaran olehnya, sehingga anak akan kembali mengabaikannya. Dampaknya, Orang tua harus terus meningkatkan atau memberikan ancaman yang “lebih keras” dibandingkan dengan ancaman sebelumnya, sehingga akan terus berlanjut hingga tidak ada habisnya.

Bukan itu saja, anak yang selalu mendapatkan ancaman akan cenderung terbiasa dengan mendapatkan sebuah ancaman terlebih dahulu barulah dia mau melakukan sesuatu. Akibatnya orang tua membuat didikan yang tidak tepat, karena anak tidak mempunyai rasa tanggung jawab bahkan berpengaruh pada kebiasaan ancaman tersebut.

Maka cara seperti apakah agar anak bisa patuh pada orang tua?


Cara Melatih Anak Patuh Pada Orang Tua Sejak Usia Dini

1. Memberikan sebuah Pilihan
Memberikan sebuah pilihan adalah suatu hal terbaik agar anak bisa bertanggung jawab akan pilihan yang ia pilih.

Buatlah sebuah pilihan yang anak bisa dengan mudah untuk memahaminya.
Misalnya : “Bereskanlah mainannya agar kamu mempunyai waktu untuk menonton televisi sebelum tidur, atau Kamu bisa membereskan mainanmu nanti tetapi tidak akan menonton televisi sama sekali”

2. Memberikan Batasan
Sebuah batasan yang ditujukan kepada anak, hendaklah tidak terlalu memberatkan anak. Akan tetapi batasan itu haruslah bersikap tegas dan jelas.

Misalnya : “Ibu 30 menit lagi akan pergi ke rumah Nenek. Kalau kamu mandi dan segera berpakaian kamu bisa ikut dengan ibu. Akan tetapi jika kamu belum siap ketika ibu akan berangkat, kamu tidak akan ikut dengan ibu dan akan tetap tinggal dirumah”.

3. Menetapkan Sebuah Aturan
Membuat sebuah aturan adalah hal yang paling baik agar kita tidak harus mengancam pada anak.

Sebuah aturan yang dibuat hendaknya aturan yang telah disepakati sejak awal. Sampaikanlah aturan tersebut dengan jelas. Dan pastikan aturan itu dapat di pahami oleh anak, apa yang menjadi tugas atau kewajiabannya dan konsekuensi apakah jika dia melanggarnya.

Misalnya : Kita membuat sebuah aturan bahwa pukul delapan anak harus siap-siap tidur. jika tidak, maka konsekuensinya dia akan terlambat untuk bangun pagi agar bisa bersiap-siap melalukan kegiatan.

Setelah aturan dibuat mungkin anak akan bersikap lalai untuk menjalankanya. Akan tetapi tidak perlu khawatir, kita hanya perlu mengingatkan akan peraturan yang telah dibuat

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2