√ Cara Efektif Melatih Anak Tidur Sendiri Di Kamarnya

Membiasakan anak supaya tidur sendiri tentu saja bukan perkara yang mudah. Sebab, di usia anak-anak seringkali merasa ketakutan saat datangnya jam tidur. Hal ini bisa disebabkan oleh pikiran-pikiran yang buruk, merasa ketakutan, suka mengompol, hingga gangguan sleepwalking di malam hari.

Akan tetapi, membiasakan anak untuk tidur sendiri memang perlu dilakukan sejak usia dini. Selain untuk melatih kemandirian pada anak, tentu saja supaya memberikan ruang privat bagi anggota keluarga yang lain.

Masalah anak sulit tidur sendiri seringkali dialami oleh jutaan orangtua di seluruh dunia. Tak heran, jika para orang tua mencari cara untuk bisa melatih anak supaya tidur sendiri. Salah satu panduan yang cukup populler untuk mengajarkan anak tidur secara mandiri ialah karangan ferber.



Tips Mengajarkan Anak Bisa Tidur Sendiri Di Kamarnya

Apa sajakah panduan yang diajarkan oleh Ferber pada orang tua di seluruh dunia? Simak berikut ini:

1. Sleep Association
Apakah Sleep Association itu?

Menurut para ahli, asosiasi tidur merupakan salah satu cara yang dapat menyebabkan anak tidur dengan nyenyak sepanjang malam.

Umumnya, Asosiasi tidur ini berkaitan dengan suatu benda yang biasanya digunakan oleh anak saat ia tidur di malam hari. Misalnya saja seperti anak terbiasa memeluk boneka kesayangannya sebelum beranjak tidur, atau terbiasa dengan perilaku tertidur di lengan bunda.

Akan tetapi yang jadi masalahnya ialah ketika asosiasi tidur ini berhubungan dengan ketergantungan orangtua ataupun orang lain. Misalnya, Saat anak terbangun di malam hari, ada kemungkinan sang anak akan merasa kesulitan untuk tidur kembali tanpa adanya peranan dari orang tuanya. Nah, di sinilah pelatihan dengan metode Ferber akan kita mulai.

2. Melatih Anak Dengan Self-Soothing
konsep dasar dari metode Ferber ialah membuat anak mampu mengatasi tidurnya ketika terbangun di malam hari atau bisa menenangkan dirinya sendiri saat rasa kantuk di malam hari alias "self-soothing".

Pendekatan ini bisa bunda lakukan dengan cara meninggalkan anak sendirian di kasurnya saat ia sudah mulai mengantuk.

Jika anak mulai menangis, bunda bisa menenangkannya sejenak dengan interval waktu secara bertahap, misalnya, seper-tiga, 5 menit atau 10 menit dengan waktu “kunjungan” yang singkat yaitu satu ataupun dua menit saja.

Metode Ferber ini bisa berhasil jika bunda melakukannya secara konsisten, setidaknya dalam waktu empat malam berturut-turut.

Hasil dari 19 penelitian yang dilakukan pasca pendekatan ini, American Academy Sleep Medicine membuahkan hasil dengan perubahan yang signifikan yaitu Anak-anak atau bayi cenderung tidak banyak terbangun di malam hari.

Namun perlu bunda ingat, meskipun metode ini terbukti efektif, akan tetapi mungkin bisa saja tidak efektif untuk anak yang lain.

Yang pastinya, metode yang diajarkan oleh Ferber ini bukan berarti membiarkan anak menangis sepanjang malam, akan tetapi mengajarkanya untuk tetap merasa aman meskipun ia tidur sendirian di dalam kamarnya.

Bagaimana, bunda? Semoga informasi ini bisa membantu bunda untuk mengatasi masalah tidur yang dialami oleh anak ya.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2