√ 7 Langkah Melatih Kecerdasan Sosial Anak Agar Mudah Bergaul

Bunda tentunya dulu pernah merasakan, seperti apa uniknya pertemanan saat bunda berada di usia dini.

Biasanya, beberapa anak ada yang mudah sekali untuk berbaur dengan anak-anak yang lain disekolahnya. Namun, ada juga anak yang mengalami kesulitan untuk mencari teman yang memiliki minat sama.

Beberapa anak ada yang memiliki teman erat untuk berbagi dalam keadaan apapun, namun ada juga anak yang merasakan kesulitan untuk menemukan teman dekat di sekolahnya.


Cara Mengajarkan Anak pandai Bersosialisasi Di Lingkungan

Berikut ini ada 7 langkah penting yang bisa bunda lakukan untuk membantu meningkatkan keterampilan si kecil untuk bersosialisasi di sekolah ataupun dilingkunganya, sehingga si kecil bisa menghadapi tantangan yang sedang ia alami kedepan-Nya.

1. Dengarkanlah masalah anak yang sedang dihadapinya dengan teman-teman-Nya.
Pada masa-masa ini, si kecil tentunya mengalami saat-saat di mana ia akan bermasalah dengan beberapa teman sebayanya.

Sekecil apapun masalahnya yang sedang ia hadapi, sebaiknya bunda jangan sampai menyepelekan masalah yang sedang dialami oleh anak. Jangan pula mengecilkan kemampuan dengan mengejek "masa iya kamu tidak mampu menyelesaikan masalah sekecil ini"

Bunda juga tidak akan dapat menyelesaikan masalah si anak, apabila bunda langsung mengaturnya untuk melakukan hal-hal lain-Nya.

Jadi, bunda harus benar-benar mendengarkan apa perasaan yang sedang ia hadapi. Kemudian bunda  harus bisa membantu anak untuk memecahkan masalahnya secara bersama-sama.

2. Jangan berpihak, jika Si kecil bertengkar dengan teman-Nya
Masalah Pertengkaran dan perdebatan tentu saja akan muncul dalam sebuah pertemanan. Jika hal ini terjadi pada anak bunda, bunda perlu mendengarkan perasaaan-Nya dan harus bisa ber-Empati pada apa yang sedang ia rasakan.

Namun dalam keadaan seperti itu, tahan diri bunda untuk menyalahkan temannya.

Jika bunda mendapati ternyata anak bunda-lah yang bersalah, cobalah mengajaknya untuk membayangkan, bagaimana sudut pandang dari temannya itu, tanpa harus langsung menyalahkan maupun  menyudutkan anak bunda sendiri.

3. Bantulah si kecil untuk belajar menyatakan perasaan tanpa harus dengan amarah
Membentak temannya sendiri karena merasa kesal bisa saja terjadi pada setiap Anak. Entah bunda sadari atau tidak, sebenarnya Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi kita semua yang merupakan orang tuanya.

Jadi, saat itu si kecil sangat membutuhkan bunda untuk membimbingnya serta melatihnya. Misalnya sikecil berteriak kesal kepada temannya karena ia dan teman lainnya selalu diatur-atur.

Dalam hal ini bunda bisa menasehatinya, misalnya dengan berkata "bunda tahu kalau kamu kesal sekali sama fania. Tapi, dibandingkan kamu marah-marah seperti ini, sebaiknya kamu bicara dengan dia dan kasih tahu apa yang kamu inginkan dari si fania?"
.
4. Biasakanlah si kecil untuk bisa mengenali perasaanya dan mau mengungkapkannya dengan baik
Ketika anak bunda bermasalah dan merasa sedih karena disakiti oleh teman-nya, Bunda tentunya bisa dengan mudahnya mengatakan kepada si anak untuk meninggalkan temannya itu, karena berfikir masih banyak teman yang lainnya.

Akan tetapi, hal ini justru tidak akan membantu si Anak dalam perkembanganya. Dengan mengatakan kepada si kecil ntuk meninggalkan temanya itu, sama saja bunda mengabaikan perasaan si Anak dan membiarkan terperangkap dalam kenangan kemarahan.

Ber-Empatilah kepada si Anak untuk bisa merasakan apa yang sedang ia rasakan saat kecewa dan marah. Dengan memberikan solusi dan menenangkanya.

5. Belajar mengatasi teman-Nya yang bossy
Semua anak-anak tentunya bersikeras agar keinginannya bisa terpenuhi, Namun sekaligus ingin supaya teman-temannya tetap bermain dengannya.

Jika hal ini terjadi pada anak bunda, dan bersikap egois terhadap teman-temanya, bunda harus bertanya kepadanya, "mau pilih yang mana, main sendirian, atau kamu mengalah sedikit tapi Winna mau main bersama kamu?"

Nah, jika bunda melihat teman sepermainan-nya yang justru mengalami bossy, bunda bisa membantu si kecil untuk berkata "Aku sebenernya ingin main bersama kamu, Winna. tapi dari tadi-kan kita main boneka terus, dan aku bosan. Bisa nggak kita bermain yang lainnya?"

6. Cari cara untuk membantu si Kecil
Bunda juga harus bisa memperhatikan si kecil saat ia sedang bermain dengan teman-temannya. Dan Lihatlah apa yang salah. Baik dari temannya, ataupun dari anak bunda sendiri.

Jika saat bermain ada suatu masalah, misalnya sampai melibatkan fisik, atau ada salah satu dari mereka yang tidak mau mendengarkan teman yang lain, cobalah bunda cari jalan keluar untuk mengatasinya.

Dengan bermain boneka dan bermain role play bisa menjadi salah satu alternatif cara untuk membantu si Anak. Jadikan boneka tersebut sebagai teman-temannya, dan tirulah situasi yang sedang dihadapi oleh si Anak sambil membuat suara-suara bonekan yang lucu, dan selesaikanlah masalah yang sedang dihadapi di sana.

Selain mainan boneka, buku juga salah satu alternatif untuk membantu anak menyelesaikan masalah sosialnya. yang harus bunda lakukan ialah tetap mendukung si anak, alih-alih berusaha "memperbaiki" si Anak dan teman-temanya.

7. Bunda harus bersikap sensitif terhadap tanda-tanda dari orang tua yang lain.
Bunda juga harus mau mendengarkan pendapat bunda yang lainnya. Misalnya, jika bunda lain mengatakan bahwa Anak bunda memukul anaknya. Maka bunda jangan langsung merasa malu, akan tetapi bantulah posisikan anak bunda tersebut, bagaimana perasaannya jika si kecil berada di posisi anak yang ia pukul?
Bantulah anak bunda untuk mencari kata-kata yang cocok untuk meminta maaf.

Setelah itu, evaluasi masalahnya dan bantulah si kecil agar bisa mengendalikan dirinya jika hal seperti itu terjadi lagi. Tegaskan pada si kecil, bahwa ia harus mau bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Ajarkanlah dengan baik secara pelan-pelan agar si kecil mengerti apa yang di inginkan oleh bunda tanpa memarahi si kecil.

Selain itu, bunda juga harus mencari tahu sumber pokok masalahnya. Apakah si kecil sering menonton acara TV yang mengandung kekerasan? Bermain Game Action? Atau justeru bunda sendiri yang selalu bersikap keras terhadapnya?
Cobalah untuk bisa mengevaluasi dan memperbaiki hal ini.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2