√ 7 Cara Terapi Gagap Pada Anak Yang Bisa Di Lakukan Bunda Dirumah

Gagap atau stuttering merupakan salah satu masalah ketidaklancaran bicara dalam bentuk ucapan atau suatu masalah aliran kalimat yang dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Keluhan seperti gagap ini seringkali diikuti dengan adanya keluhan yang lainnya seperti mata berkedip-kedip, dahi berkerut-kerut, tangan mengepal, tremor ataupun bergerak tak terkendali.

Perilaku Gagap juga biasa terjadi pada anak-anak berusia 3-5 tahun dan akan normal kembali dalam kurun waktu 6 bulan sampai pada usia anak sekolah.

Akan tetapi, Sekitar 1% dari anak yang menderita gagap ada juga yang menetap sampai usia dewasa dan menjadi masalah dalam kehidupan mereka.

Perilaku Gagap biasa terjadi pada anak laki-laki dan juga perempuan, angka kejadiannya pun hampir sama.

Namun pada anak laki-laki, risiko terjadinya perilaku gagap permanen sekitar 3 hingga 4 kali lebih besar daripada anak perempuan.

Gejalanya juga bisa berupa gangguan pengucapan kata, atau berupa pengulangan sebagian kata ataupun seluruhnya. Misalnya seperti ucapan kata 'sa...sa..sa..sa..ya', pada pemanjangan pengucapan kalimat seperti 'ssssayaa', merupakan suatu hambatan bagian dari kata atau keragu-raguan untuk mengucapkan kata seperti 'saya mau makan'.

Sedangkan Gangguan aliran kalimat ialah suatu pengucapan kata terbata-bata pada sebagian kata ataupun seluruh kalimat dengan kumpulan gangguan pengucapan seperti 'ssssayya mau mmmmma...kan na..nasi goreng' atau terjadi pemanjangan suatu kalimat dengan adanya tambahan kalimat seperti 'mmmmmm' atau 'aaaaaa' diantara kata-kata.


Penyebab perilaku gagap sendiri belum sepenuhnya bisa dipahami, namun dapat diperkirakan jika gagap merupakan suatu gabungan antara faktor genetik dan juga lingkungan.

gangguan gagap diduga disebabkan oleh faktor genetik yang mewarisi sikap gagap dari anggota keluarganya.

Cara Terapi Anak Gagap Di Usia Dini
Apabila anak-anak sudah mengalami gejala seperti diatas pada usia 3-5 tahun, maka bunda harus mencurigai adanya indikasi gagap.

Lantas, apa yang harus bunda lakukan?

1. Melatih bicara tanpa terburu-buru
Terapi pertama yang bisa bunda lakukan ketika anaknya terindikasi adanya perilaku gagap bicara ialah dengan mengajaknya untuk berkomunikasi tanpa terburu-buru.

Ajaklah anak bunda untuk berbicara secara perlahan-lahan tapi pasti, kemudian berikanlah jeda beberapa detik setiap anak selesai berbicara, kemudian mulailah untuk meresponnya kembali.

Ritme pada kalimat perlahan-lahan ialah terapi bicara yang cukup efektif bagi anak-anak yang mengalami gagap.

2. Jadilah pendengar yang baik
Cara Yang Selanjutnya ialah dengan menjadi pendengar yang baik bagi anak.

Sebaiknya Kurangi pertanyaan-pertanyaan bunda pada anak, namun akan lebih baiknya jika bunda lebih mendengarkan perkataannya, kemudian responlah setiap anak berbicara.

Dengan begitu, maka anak bunda bisa lebih bebas bercerita dibandingkan harus menjawab pertanyaan yang membuatnya merasa kesulitan.

3. Tenangkanlah anak dengan bahasa tubuh
Cara yang selanjutnya, Gunakanlah ekspresi muka ataupun gerakan tubuh ketika anak anda mulai gagap.

Dengan gaya ekspresi muka dan bahasa tubuh yang lainya, maka secara tidak langsung bisa menenangkan dan meyakinkan anak, bahwa bunda bisa memahami isi pembicaraannya, dan tidak mempermasalahkan perilaku gagap yang ia alami.

4. Pilihlah kalimat sederhana
Berikanlah beberapa kesempatan waktu khusus pada anak untuk berkomunikasi dan beraktivitas berdua saja dengan bunda.

Pada Saat bunda bercakap-cakap dengan anak yang mengalami gagap, pilihlah kalimat yang sederhana dengan pengucapan secara perlahan-lahan dan dalam suasana yang nyaman.

Ketika usia anak semakin bertambah, kecepatan berbicara pun bisa disesuaikan berdasarkan kemampuannya.

5. Jangan memotong pembicaraan
Tidak hanya untuk bunda, ajak juga anggota keluarga yang lain untuk selalu mendengarkan ucapan anak dan tidak memotong pembicaraanya.

Paling utamanya, Jadilah pendengar yang baik supaya anak lebih bersemangat untuk terus melancarkan cara berbicaranya.

Dengan cara kita mendengarkan tanpa memotong pembicaraanya, maka anak akan lebih merasa dihargai dan memberikan kesempatan untuk melancarkan kalimat kata-katanya.

6. Hindarilah interaksi secara tiba-tiba
Langkah selanjutnya, Amatilah dan evaluasi setiap interaksi anak dengan bunda selama ini.

Usahakanlah untuk selalu memberikan waktu khusus yang cukup pada anak agar bisa bercakap-cakap dengan bunda.

Perlu bunda ingat, hindarilah kritikan, nada bicara cepat, interupsi dan pertanyaan-pertanyaan pada anak yang gagap.

7. Jangan permasalahkan perilaku gagap pada anak.
Jika bunda memiliki anak yang gagap, terimalah keadaan mereka apa adanya.

Yakinkanlah pada anak, bahwa kondisi gagap yang ia alami bukanlah suatu masalah, serta selalu menunjukkan bahwa bunda akan selalu ada untuk terus mendukungnya, dengan begitu, maka anak akan merasa lebih nyaman. Selain itu, ia juga bisa mengurangi keluhan gagap yang ada pada dirinya.

Nah, itulah 7 terapi gagap pada anak yang bisa bunda lakukan di rumah.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2