√ 6 Cara Melatih Anak Memiliki Keterampilan Berpendapat

Kemampuan untuk berfikir secara kritis pada anak biasanya dimulai sejak usia 2 tahun. Apa saja tandanya?
Yaitu Anak akan mulai suka bertanya dan bisa saja protes jika sesuatu hal tidak sesuai harapanya.

Dengan Memiliki pikiran yang kritis bukan berarti anak bunda adalah anak yang suka protes. Melainkan dengan pikiran yang kritis sangatlah penting pada perkembangan dan kreativitas anak. Seperti rasa ingin tahu anak meningkat, mulai suka bertanya, mencari solusi, dan belajar menyelidiki sesuatu yang baru.

Berpikir secara kritis bisa dilatih atau dibiasakan sejak usia masih kecil. Seiring dengan tumbuh kembangnya anak, ia akan mendapatkan berbagai manfaat dari kemampuanya yang berpikir kritis. Misalnya, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dengan menyampaikan pendapat, mencoba berekspresi hingga bereksplorasi.


Cara Mengajarkan Anak Memiliki Keterampilan Berpendapat

cara-cara yang bisa dilakukan oleh bunda untuk mengajarkan anak untuk memiliki keterampilan ini yaitu:

1. Biarkanlah anak anda merasa bosan
Pola berpikir kritis, suatu kebosanan adalah anugerah. Ketika anak anda kehilangan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian atau menarik, maka anak anda akan menemukan cara untuk menghibur dirinya atau menghilangkan rasa kebosanan-nya.

tentunya hal ini merupakan langkah pertama untuk berpikir kritis yaitu berusaha menemukan solusi untuk menyelesaikan masalahnya dan mengambil keputusan secara mandiri.

Namun bunda harus bersiap ketika mendengar anak mengeluh atau merengek kebosanan. Berikanlah waktu bagi anak dengan caranya sendiri untuk menemukan solusinya.

2. Dukung anak untuk bisa mandiri
Sikap Kemandirian pada anak merupakan salah satu hadiah terbesar yang bisa diberikan orang tua kepada anak. Mendorong dan mendukung anak untuk mandiri bukan berarti bunda melepas anak begitu saja.

Melainkan dengan Kemandirian berarti bunda telah mendukung anak atas pilihan yang mereka buat, dan membimbing anak untuk membuat pilihan yang bijaksana dengan cara memahami minat mereka.

Bersikaplah secara terbuka untuk mendengarkan harapan anak dan nyatakanlah pendapat bunda saat diminta. Ketika anak sudah mandiri, mereka adalah pemikir yang kritis.

3. Berikan pertanyaan kepada anak setiap hari
Cara terbaik untuk menanamkan kebiasaan berpikir kritis pada anak ialah dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

Ketika anak bunda mampu menjawab, selanjutnya diskusikan dengannya mengenai berbagai kemungkinan dari jawabanya. Selain itu, bunda juga bisa memberikan berbagai skenario dan minta anak untuk memikirkan lebih banyak cara supaya mengatasinya.

Dengan cara ini tentunya akan membiasakan anak untuk melihat setiap situasi dengan berbagai perspektif.

4. Imajinasi adalah kuncinya.
Untuk bisa berpikir secara kritis dibutuhkan suatu kemampuan untuk membayangkan dan mengevaluasi berbagai informasi, seperti bagaimana cara untuk menyelesaikannya dan kemungkinan apa yang akan terjadi.

Hal inilah mengapa sangat penting bagi bunda untuk melatih imajinasi pada anak. Misalnya, Bercerita, bermain peran, dan membaca adalah suatu kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan dan daya pikir anak dalam berimajinasi.

5. Life-long learning.
Ketika bunda melatih dan mengajari proses berpikir kritis pada anak, bunda harus bisa menciptakan pembelajaran seumur hidup di dalamnya.

Pemikiran yang kritis bisa meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan pada anak untuk membantu meningkatkan keterampilan sosial.
Dengan berpikir kritis, maka anak anda akan memiliki beberapa pilihan dan membuat mereka menjadi lebih percaya diri untuk mengeluarkan pendapat.

Ketika anak anda memiliki banyak perspektif untuk dilihat dalam setiap situasi, maka secara otomatis anak anda menjadi lebih fleksibel dan terbuka untuk mempelajari hal-hal baru dalam kehidupanya.

6. Perbanyaklah waktu untuk mengobrol dengan anak
Saat bunda melibatkan anak dalam diskusi pribadi, dan bunda meminta bantuan anak untuk menyelesaikan masalah, maka anak akan belajar tentang situasi kehidupan sehari-hari dan cara untuk mengatasinya.

Dengan cara ini, maka bunda bisa membuat anak menjadi terbiasa dengan pendekatan secara realistis terhadap pemikiran mereka.

Author :

Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

0 Komentar Untuk "√ 6 Cara Melatih Anak Memiliki Keterampilan Berpendapat"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2