√ 4 Sikap Orang Tua Yang Membuat Anak Menjadi Egois

Salah satu fase tumbuh kembang pada anak ialah kemampuan anak dalam menyadari keberadaan orang lain yang berada disekitarnya. Akan tetapi seorang anak biasanya belum bisa memahami maupun terampil untuk berperilaku bagian dari masyarakat.

Mulai sejak dini karakter anak akan terbentuk ketika si kecil memperhatikan semua ucapan dan perilaku dari kedua orang tuanya yang akan berdampak dikemudian hari.

Seorang anak yang telah memasuki lingkungan sosial masyarakat pastinya akan ada saatnya dimana seorang anak sulit mentaati peraturan yang ada.


Jadi bagaimanakah sikap orang tua ketika hal itu terjadi? Berikut adalah hal-hal yang biasanya terjadi dilingkungan masyarakat.

1. Memberikan kesempatan pada anak
Anak mempunyai kesempatan untuk mempelajari aturan sosial tidak hanya dari kedua orangtuanya saja, melainkan harus bisa mempelajari aturan dari lingkunganya.

Maka, berikanlah kesempatan pada anak anda agar bisa berkembang menjadi manusia sosial yang baik. Misalnya ketika tetangga yang memberikan masukan kepada anak kita janganlah mengucapkan “Jangan seenaknya menegur anak saya” dengan nada tinggi seperti terdengar membentak, akan tetapi sebaiknya kita merendahkan diri, berbicara pelan dan sopan dengan menundukan kepala dan mengucapkan “Terima kasih sudah memberitahukan kesalahan anak saya”.

2. Perlihatkanlah perilaku teladan bagi anak
Seorang anak merupakan cerminan dari orang tua. Seperti yang sering dikatakan "buah tidak akan pernah jatuh jauh dari pohonya". Maka perlihatkanlah sikap anda yang mempunyai tenggang rasa dan mentaati aturan di segala situasi, walaupun kelihatanya sepele. Akan tetapi anak dapat mempelajari banyak hal dari sikap perilaku yang kita perlihatkan langsung kepadanya.

Misalnya ketika telat datang ketempat les anak, janganlah kita bersikap untuk menerobos antrian yang ada dengan alasan “Ahh maaf yaa. Anak saya telat masuk les nih” akan tetapi, sebaiknya kita bersabar tetap menunggu antrian dan memberikan penjelasan kepada anak agar bisa mengerti  tentang situasi yang sedang terjadi dengan ucapan “Meskipun kita sudah terlambat, menunggu giliran itu penting dan harus ditaati ya”

3. Mengajarkan anak mengekspresikan keinginanya dengan baik
Salah satu karakteristik anak adalah sikap egosentris. Meskipun begitu semakin usia anak bertambah, dia juga harus bisa berinteraksi dengan teman-temannya.

Maka janganlah lupa untuk mengajarkan kepada anak bagaimana cara mengekspresikan keinginanya dengan baik.
Misalnya ketika anak kita ingin memainkan mainan milik temannya, dan ia mengambil mainan tersebut hingga temannya menangis dan kita memakluminya hingga berkata kepada orang tua temannya itu “Ya maklumlah, namanya juga anak-anak”  akan jauh lebih baik jika kita memberikan pengertian kepada anak kita ketika dia ingin meminjam yang bukan miliknya dengan ucapan “Bagaimana kalau kamu bertanya terlebih dahulu boleh pinjam sebentar mainannya?”

4. Menjadi panutan dalam ketertiban umum
Salah satu tata tertib yang ada di masyarakat adalah ketertiban umum.
Ketertiban umum merupakan salah satu aturan yang ada dimasyarakat agar dapat berhubungan dengan baik dan bisa hidup damai. Maka janganlah kita bersikap yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Disinilah peran orang tua untuk mengajarkan kepada anak untuk bisa mentaati aturan yang ada, karena orang tua merupakan panutan bagi setiap anak-anaknya.
Misalnya ketika menaiki kendaraan umum dan terdapat kursi kosong, kemudian anak kita langsung tiduran dikursi tersebut hingga mengunakan banyak tempat duduk yang umumnya bisa diduduki oleh beberapa orang, maka janganlah kita membiarkan ia tiduran hingga mengucapkan “nanti kita berpindah kalau ada orang lain yang akan duduk” akan tetapi lebih baik kita memberikan pengertian pada anak untuk mentaati peraturan yang ada dengan perkataan “Jangan mengganggu ketertiban dan kenyamanan  orang sekitar yaa,. Tetaplah duduk yang manis”

Disinilah peran orang tua untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan orang disekitar dengan alasan “demi anak” terkadang ketertiban dan kenyamanan orang disekitar menjadi terganggu. Dengan sikap seperti inilah kita tanpa sadar membuat anak tumbuh menjadi anak yang egois. Maka marilah jadi teladan yang baik bagi anak untuk bekal anak di masa depan.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2