√ 3 Ucapan Yang Harus Di Hindari Pada Perkembangan Anak

Sebenarnya sikap orang tua di saat perkembangan anak mulai dari usia dini hingga dewasa bisa mempengaruhi perkembangan pada seorang anak di masa depan, misalnya seperti kepribadian, karakter, sikap, dll.

Tentunya pengawasan dan bimbingan dari orang tua sangatlah penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan pada anak agar menjadi kepribadian yang baik, dan menjadi anak yang membanggakan orang tua.


Sikap seperti apakah yang bisa mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan pada seorang anak? Yuk simak penjelasannya  berikut ini.

1. Memberikan poin negatif
Keyakinan diri dalam seorang anak dapat menjadi terhambat ketika kita sebagai orang tua memberikan poin negatif kepada anak. Poin tersebut bisa berupa kalimat “Mengapa kamu tidak dapat melakukannya?” “Kamu sangat pemalu!” “Kamu sangat malas” “Kamu terlalu hyperaktif” “tidak dapat berguna” “kamu tidak baik” dan sebagainya.

Ketika kalimat negatif telah terucap dari orang tua maka akan melukai kepercayaan diri pada anak, bahkan bisa memengaruhi jiwa anak untuk bersifat negatif, Misalnya ketika anda sering bertanya kepada anak anda “Mengapa kamu terlihat sangat pemalas?”, maka dalam diri seorang anak akan tertanam bahwa dirinya itu seorang pemalas dan suka bermalas-malasan, maka dalam hal ini akan dianggap merupakan kegiatan yang wajar bagi dirinya. Sebab semua itu hasil dari apa yang telah anda tanamkan untuk mencerminkan kondisi dari anak anda selama ini.

Maka dari itu, jagalah ucapan orang tua serta berhati-hatilah dalam bertindak yang bisa memengaruhi pada jiwa seorang anak. Meskipun anda bermaksud melakukan semua itu bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi seorang anak.  Namun kalimat yang positif akan lebih baik untuk perkembangan jiwa seorang anak, misalnya " yuk, belajar agar nanti bisa mencapai cita-cita" "sudah saatnya belajar agar nanti bisa menjadi dokter, pilot dll".
Sebaiknya arahkan seorang anak agar mau melakukan kebiasaan dengan cara yang menarik dan termotivasi.
.
2. Membandingan dengan anak lain
Ketika anda mulai membandingkan anak anda, maka disitulah benih benih tentang ketidakmampuan pada diri seorang anak akan menjadi tertanam dalam diri anak.

Anak merupakan pribadi yang unik, masing-masing mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, karakter yang berbeda dan ketertarikan yang tentunya juga berbeda. Jadi sebaiknya anda sebagai orang tua tidak membandingkan apa yang ada dalam diri seorang anak.

Ketika kita sudah membandingkan anak kita dengan anak orang lain, maka anak akan merasa bahwa dirinya selalu kurang dan tidak mampu. Misalnya ketika kita membandingkan ia dengan anak orang lain yang mempunyai kelebihan ataupun yang bisa melakukan berbagai hal, maka yang akan tertanam dan terlihat dalam dirinya ia tidak akan mempunyai kelebihan ataupun tidak dapat melakukan berbagai hal.

Hasil dari perbandingan itulah akan berdampak pada kepercayaan dan keyakinan dalam jiwa anak, bahwa dia tidak akan pernah mampu menjadi lebih baik ataupun cukup baik.

Maka marilah kita hindari membanding-bandingkan anak satu dengan anak yang lainnya dari sejak mereka berusia dini hingga dewasa kelak.

3. Penilaian dan Kritik dari orang tua
Seorang anak yang merasa bahwa dirinya tidak mampu akan bertindak salah.  Hal ini akan membuat para orang tua mengeluh akan sikap dari anaknya tanpa mereka tau bahwa dalam diri anak mereka ia merasa dikecilkan hatinya.

Kita sebagai orang tua ketika tidak menyukai sikap pada diri anak kita sendiri, maka akan mencari-cari kesalahan, kekurangan dan juga kelemahan dalam seorang anak agar anak kita dapat merasa lebih baik ataupun menganggap diri kita mampu untuk merubahnya.

Seberapa baikpun yang telah anak kita lakukan atau seberapa besar anak kita telah berusaha untuk memperbaiki diri, tapi hal itu tidak akan pernah memenuhi harapan orang tua, apabila tidak di dukung dengan kebiasaan untuk mengubahnya.

Tidak heran ketika seorang anak yang perkembangannya tertahan karena orang tua mereka membuat keyakinan dalam diri seorang anak dengan penilaian yang kurang serta banyak kritikan yang terucap dari orang tuanya.

Yang membuatku sedih ketika hal itu terjadi banyak orang tua yang beranggapan bahwa anak mereka harus memperbaiki diri dalam hal karakter, kepercayaan diri mereka dan tingkah lakunya. padahal yang mereka butuhkan ialah dukungan kita sebagai orang tuanya untuk membantu merubahnya secara perlahan dan mengubah kebiasaan yang dianggapnya kurang baik menjadi kepribadian anak yang lebih baik.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2