√ Putus Cinta? Kamu Berhak Bahagia Kok, inilah Alasannya ...

Putus cinta adalah suatu hal yang terbiasa terjadi pada setiap hubungan seseorang. tak menutup kemungkinan, jika hubungan tersebut kandas maka akan ada salah satu diantara mereka yang mengalami sakit hati, patah semangat, bahkan merasa dirinya tidak mempunyai harapan apapun untuk menjalani hari-harinya.


bagi sebagian orang, putus cinta adalah suatu hal yang membuat dirinya seperti kehilangan energy dalam dirinya, malas melakukan aktifitas setiap harinya, merasa cepat bosan dengan keadaan, dan membuat dirinya seperti sudah tidak punya siapa-siapa lagi.

ada beberapa hal yang harus kamu pelajari dan renungkan pasca putus cinta, karena kamu juga berhak bahagia meskipun kamu sudah tidak lagi bersamanya.

memang suatu hal yang sangat berat jika kamu baru saja putus dengan-nya, tapi sebenarnya ada sisi hal lain yang bisa membuat kamu bisa bahagia pasca putus cinta dengan-Nya.
apa sajakah itu?

1. kamu tidak ada lagi kata " bertengkar " dengan-Nya
kamu sadar tidak, jika menjalani suatu hubungan maka sering dikait-kaitkan dengan kata bertengkar, tidak mungkin seseorang yang menjalani suatu hubungan akan bahagia terus, faktanya setiap hubungan akan ada kata bertengkar bagia siapa saja yang menjalaninya.

bertengkar memang suatu hal yang wajar bagi siapa saja yang menjalin hubungan, karena bertengkar adalah sarana pokok menyeleksi sifat, bahkan watak yang sebenarnya. Namun jika suatu hubungan yang selalu diwarnai dengan bertengkar, maka suatu harapan yang menyedihkan untukmu, karena pertengkaran akan menyebabkan hubungan yang kurang harmonis.

di poin ini seharusnya kamu bahagia.
kenapa?
jika kamu sudah putus dengan-nya, maka kamu tidak akan lagi mendengarkan kata bertengkar dengan-Nya. Kamu akan bebas menjalani hal apa saja yang sependapat denganmu.

2. banyak waktu untuk dirimu sendiri
(coba kamu fikirkan sejenak)
sadar tidak.. ketika kamu menjalin hubungan dengan-nya, maka kamu akan lebih memprioritaskan dia daripada dirimu sendiri bahkan selalu mengabaikan teman dan lingkunganmu sendiri.

ketika kamu menjalin hubungan denganya, kamu selalu sibuk memberi waktu untuknya, bahkan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya.

namun setelah kamu putus dengan-nya, maka kamu akan lebih banyak  waktu untuk dirimu sendiri, teman, sahabat, bahkan berkumpul dengan keluarga/lingkungan. Kamu akan menjadi makhluk sosial yang memprioritaskan dirimu sendiri, teman dan lingkungan sekitar.

3. kamu tidak perlu peduli dengan pendapatnya lagi
ya.. setelah kamu putus dengan-nya maka kamu tidak perlu lagi peduli dengan pendapatnya, kamu bebas melakukan hal apa saja yang sependapat denganmu.

sadar tidak, ketika kamu menjalin hubungan dengan-Nya, kamu harus menuruti semua pendapatnya, mendengarkan pendapatnya, bahkan  mengorbankan keinginanmu demi melakukan pendapat dia.

setelah kamu putus dengan-Nya... kamu tidak perlu lagi mencemaskan pendapatnya lagi. Kamu berhak bahagia mengeluarkan pendapatmu sendiri.

4. menambah kedewasaan dan selektif mencari pendamping
ya... setelah kamu putus dengan-Nya, maka kamu akan menjadi pribadi seseorang yang mempunyai pengalaman berarti ketika usai menjalin hubungan asmara dengan-nya. kamu akan menjadi sosok orang yang lebih dewasa bahkan akan menjadi orang yang lebih selektif ketika mencari pendamping hidup. Kamu akan lebih berhati-hati lagi ketika mencari pasangan, dan kamu akan menjadi orang yang lebih dewasa bahkan bijak menanggapi permasalahan kedepan-Nya.

5. putus darinya akan mendekatkan dengan cinta sejati
percaya tidak, setiap harinya ada ribuan bahkan jutaan orang yang patah hati pasca putus cinta.
maka sudah di pastikan, kamu bukanlah orang yang sendirian mengalami patah hati pasca putus cinta.

seseorang yang mengalami putus cinta akan mendekatkan pada seseorang yang benar-benar dia jodohmu. Kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan asmaramu, bahkan dari kegagalan akan ada keberhasilan setelahnya. Sebaiknya kamu tidak perlu mengkhawatirkan jika setelah putus akan kehilangan cinta sejati.

sekarang, kamu berhak bahagia meskipun kamu telah putus darinya. tak perlu dicemaskan maupun mengkhawatirkan setelahnya.

penulis :

Iklan Tengah Artikel 2